Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Gangguan Kehamilan / Tanda Tanda Janin Tidak Berkembang dan Cara Mengatasinya

Tanda Tanda Janin Tidak Berkembang dan Cara Mengatasinya

/
/
182 Views

Kehamilan yang sehat adalah ketika janin bisa tumbuh sempurna sejak menjadi embrio sampai lahir. Namun kadangkala beberapa masalah kehamilan bisa terjadi termasuk janin tidak berkembang di dalam kandungan.

Janin yang tidak berkembang juga dikenal dengan istilah medis IUGR atau Intrauterine Growth Restriction. Gangguan ini akan terdeteksi ketika pertumbuhan janin tidak sesuai dengan umur kehamilan.

Akhirnya janin menjadi sangat kecil dan terkadang juga tidak bisa bertahan sehingga ibu mengalami keguguran.

Penyebab utama masalah janin tidak berkembang adalah karena kondisi kesehatan ibu hamil dan kelainan yang terjadi pada plasenta.

Ibu yang menderita penyakit gangguan jantung, masalah pembekuan darah, kelainan sel sabit, diabetes dan masalah paru-paru bisa mengalami kehamilan tidak normal ini.

Sementara itu jika plasenta tidak bisa mengirimkan nutrisi dan oksigen dari tubuh ibu ke janin, maka bisa membuat janin tidak berkembang dengan wajar.

Tentu saja ini masalah yang menakutkan untuk semua ibu hamil. Jadi apa saja tanda tanda janin tidak berkembang dan cara mengatasinya? berikut ini informasi detailnya.

Tanda Tanda Janin Tidak Berkembang

Berikut ini beberapa tanda janin sudah tidak berkembang di dalam kandungan:

  1. Kondisi janin tidak sesuai umur kehamilan

Mengikuti perkembangan janin dari minggu ke minggu kehamilan memang sangat penting. Karena itulah perlunya dilakukan pemeriksaan ke dokter kandungan secara rutin.

Pada janin yang tidak berkembang, biasanya pertumbuhan organ, ukuran dan berat janin lebih kecil dari yang seharusnya.

Misalnya ketika seharusnya janin sudah memiliki syarat perkembangan janin 3 bulan, tapi janin yang terlihat terasa seperti baru berusia 1 bulan.

Tanda janin tidak berkembang juga dapat diketahui dengan melihat pembentukan organ yang tidak sempurna. Organyang tumbuh tidak sempurna akan memicu cacat janin dan kematian janin dalam kandungan.

  1. Ukuran fundus tidak sesuai usia kehamilan

Ketika ibu pergi ke dokter kandungan maka dokter juga akan memeriksa tinggi fundus. Tinggi fundus adalah ukuran dari atas tulang kemaluan sampai ke puncak rahim.

Ini adalah metode selain dengan pemeriksaan USG. Pada janin yang tidak berkembang maka perkembangan tinggi fundus dari waktu ke waktu juga sangat lambat.

Pengukuran ini sangat akurat sehingga seringkali dokter sudah curiga kalau janin tidak berkembang sejak pemeriksaan ini.

Pemeriksaan dengan tes darah dan USG akan diperlukan untuk menguatkan dugaan dokter.

Tanda tanda janin tidak berkembang di awal kehamilan
Tanda tanda janin tidak berkembang di awal kehamilan
  1. Hormon hCG tidak normal

Saat hamil maka tingkat hCG akan meningkat dari waktu ke waktu. Hormon kehamilan diperlukan untuk mempersiapkan pertumbuhan dan kelahiran bayi Anda.

Pada ibu hamil dengan masalah perkembanga janin, biasanya tingkat hCG tidak terdeteksi dengan baik. Meskipun dengan pemeriksaan darah tapi hasilnya tidak menunjukkan angka yang normal.

Kondisi ini bisa disebabkan karena pertumbuhan janin yang sangat lambat atau tidak berkembang.

Akhirnya hormon tidak terbentuk dengan baik tapi justru akan menurun dari waktu ke waktu sampai akhirnya bayi meninggal dalam kandungan.

  1. Tidak ada gerakan janin

Tanda janin tidak berkembang juga dapat diketahui dengan memperhatikan gerakan janin dalam kandungan. Ketika kondisi janin sudah memburuk, maka aktifitas janin terkadang berhenti.

Pada saat masuk trimester pertama maka ibu biasanya tidak mengenali tanda ini. Namun terkadang ibu hanya menebak berdasarkan naluri ibu saja.

Karena itu pemeriksaan dengan USG dan alat lain sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi janin yang sebenarnya.

Dokter perlu melakukan tindakan medis jika janin memang sudah tidak dapat dipertahankan.

  1. Flek disertai pendarahan

Janin yang tidak berkembang saat awal kehamilan juga sering menyebabkan ibu mengalami flek atau pendarahan.

Flek dan pendarahan bisa lebih sering ketika ibu beraktifitas. Kondisi ini juga sering disertai dengan kontraksi, rasa mulas dan tidak nyaman.

Pendarahan dan flek saat awal ini bisa jadi janin bermasalah, janin tidak berkembang dan termasuk kehamilan ektopik.

Jika sudah mengalami ini segera pergi ke dokter agar Anda tahu apa yang sebenarnya terjadi pada janin.

  1. Tidak morning sickness

Salah satu tanda pasti janin tidak berkembang adalah hilangnya berbagai gejala kehamilan, seperti morning sickness.

Beberapa ibu hamil bersyukur jika mengalami kondisi ini, tapi ternyata itu tidak selalu pertanda baik. Berbagai tanda kehamilan muncul karena hormon kehamilan untuk menunjang pertumbuhan janin.

Jadi ketika hormon hilang dan ibu juga tidak muntah atau mual lagi maka itu adalah tanda janin tidak berkembang lagi.

  1. Nyeri perut dan panggul

Janin yang sudah tidak berkembang juga bisa membuat ibu merasa sakit pada perut dan panggul. Ini akan membuat ibu merasakan tekanan yang berat sehingga timbul rasa tidak nyaman.

Beberapa ibu juga bisa merasakan seperti akan haid sehingga paha dan kaki tidak nyaman. Jika ibu sudah mengalami kram maka biasanya janin sudah tidak dapat bertahan.

Nyeri perut juga bisa terjadi karena janin berkembang di luar kandungan sehingga ibu harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit.

  1. Darah menggumpal keluar dari vagina

Tanda janin tidak berkembang yang lain adalah keluarnya gumpalan darah dari vagina. Gumpalan darah ini sebenarnya berisi bagian dari jaringan janin.

Masalah ini sering membuat ibu panik dan stres sehingga untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya maka Ibu harus memeriksakan diri ke dokter kandungan.

  1. Ibu hamil kurang sehat

Dalam pemeriksaan rutin maka kondisi kesehatan ibu hamil akan dipantau oleh dokter. Jika mengalami masalah janin tidak berkembang maka biasanya ibu juga kurang sehat.

Kehamilan sering membuat berat badan ibu naik dari waktu ke waktu. Tapi ketika janin tidak berkembang biasanya juga membuat berat badan ibu tidak naik atau stabil.

Namun indikasi ini tidak bisa dipastikan sehingga pemeriksaan dengan USG tetap dilakukan.

Cara Mengatasi Janin Tidak Berkembang di Dalam Kandungan

Janin tidak berkembang dalam kandungan
Janin tidak berkembang dalam kandungan

Agar terhindari dari masalah ini, berikut ini beberapa tips cara mengatasi janin tidak berkembang:

  1. Mengeluarkan janin dari rahim

Janin yang tidak berkembang biasanya dapat diketahui sejak awal kehamilan. Namun jika tidak diobati maka bisa memicu keguguran.

Jika sudah terjadi keguguran maka janin harus keluar dari rahim. Dokter bisa memberikan obat pelunak jaringan jika janin masih sangat kecil atau baru terbentuk.

Obat akan meluruhkan jaringan dan membersihkan rahim sehingga ibu kembali sehat.

Jika janin sudah berkembang penuh selama kurang lebih 2 atau 3 bulan maka kuret dilakukan untuk mengeluarkan janin. Kuret juga berguna untuk membersihkan rahim sehingga ibu siap hamil lagi di masa depan.

  1. Suplemen asam folat

Jika janin tidak berkembang dengan potensi masih bisa diselamatkan maka dokter bisa memberikan resep suplemen asam folat.

Asam folat akan membantu proses pembentukan jaringan janin di awal kehamilan sehingga janin tidak terkena cacat tabung syaraf.

  1. Nutrisi untuk ibu hamil

Jika janin tidak berkembang menyebabkan ukuran dan berat janin tidak sempurna sesuai umur kehamilan maka ibu bisa memenuhi kebutuhan nutrisi.

Berbagai jenis makanan yang mengandung asam lemak omega 3 sangat diperlukan untuk membangun jaringan janin.

Kemudian berbagai makanan yang mengandung protein tinggi sangat diperlukan agar janin bisa tumbuh sempurna.

  1. Hindari stres

Saat janin tidak berkembang masih bisa diselamatkan biasanya ibu akan merasa sangat cemas. Untuk mencegah masalah yang lebih buruk lagi maka hindari stres.

Ibu hamil yang stres bisa menyebabka janin mengalami kondisi yang sama hingga akhirnya janin terkena stres juga. Untuk itu ibu harus mengelola stres termasuk dengan bersantai selama hamil.

  1. Kurangi kafein

Selama hamil sebaiknya ibu juga mengurangi kafein. Kafein bisa menyebabkan pertumbuhan janin lebih lambat karena janin juga menerima kafein dari darah ibu.

Kafein bahkan bisa mengembangkan cacat janin sehingga ibu harus benar-benar berhenti dari kafein. Berbagai bahan yang mengandung kafein sepertui kopi, coklat, teh dan minuman bersoda.

Jadi begitulah tanda tanda janin tidak berkembang dan cara mengatasinya. Setiap ibu hamil harus mengenali kondisi ini sehingga bisa menjalani kehamilan yang sehat.

Sumber artikel: