Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Gangguan Kehamilan / Tanda-Tanda Bayi Cacat Dalam Kandungan

Tanda-Tanda Bayi Cacat Dalam Kandungan

/
/
2 Views

Semua orang tua pasti mengharapkan kehamilan yang sehat sehingga bayi lahir dalam kondisi yang normal. Namun terkadang ada masalah yang menyebabkan janin mengalami cacat lahir.

Kenyataan ini memang sangat menyakitkan, apalagi jika bayi yang lahir cacat ini baru diketahui belakangan setelah proses persalinan terjadi.

Karena itu sangat penting untuk melihat kondisi janin saat masih dalam kandungan sehingga jika janin mengalami cacat segera bisa diketahui.

Di artikel pengenhamil.com kali ini kita akan mengulas bagaimana cara mengetahui bayi cacat dalam kandungan dan tanda tandanya.

Tanda-Tanda Bayi Cacat Dalam Kandungan

Tanda-tanda bayi cacat dalam kandungan
Tanda-tanda bayi cacat dalam kandungan

Cara mengetahui apakah bayi cacat dalam kandungan atau tidak bisa diketahui melalui beberapa cara, yaitu:

  1. Pemeriksaan USG

Pada dasarnya dengan pemeriksaan USG juga bisa membantu dokter untuk menganalisa jika terjadi cacat pada janin. Alat ini bisa menunjukkan hasil yang sangat akurat dan kemudian tes dukungan lain bisa diterapkan.

Beberapa jenis cacat yang bisa terdeteksi dengan pemeriksaan USG seperti cacat spina bifida, bibir sumbing, cacat pada langit-langit, gangguan ginjal, down sindrom, club foot, hidrosefalus, dan anencephaly.

Pemeriksaan jenis cacat ini bisa dilakukan saat usia kehamilan ibu sudah masuk minggu ke 18 sampai minggu ke 20. Namun dokter biasanya sudah memeriksa kondisi ini ketika kehamilan baru masuk usia 6 minggu.

USG pertama yang dilakukan saat hamil 11 sampai 13 minggu bisa membantu dokter tahu jika ada kelainan pada kromosom, cairan pada leher bayi, serta gangguan pada sistem syaraf dan tulang belakang janin.

Kemudian USG kedua pada usia kehamilan 18 sampai 20 minggu bisa mengetahui jenis cacat tabung syaraf, gangguan jantung, cacat anggota tubuh, bibir sumbing dan spina bifida.

Lalu USG yang dilakukan saat sudah masuk trimester ketiga bisa mengetahui apakah cacat berkembang lebih buruk dan status kesehatan janin.

  1. Tes darah ibu hamil

Lalu saat ibu sudah masuk ke trimester ketiga maka dokter akan meminta tes darah yang akan membantu dokter untuk melihat tingkat alfa-fetoprotein.

Jika kadar ditemukan sangat tinggi dalam darah ibu maka bisa menunjukkan adanya cacat spina bifida dan gangguan usus seperti gastroschisis.

  1. Tes jantung pada janin

Tes jantung untuk mengetahui kondisi perkembangan jantung pada janin juga disebut dengan tes echocardiogram.

Tes ini bisa membantu dokter untuk melihat apakah jantung janin terbentuk normal atau tidak. Jika janin menderita cacat maka kondisi ini sudah bisa diketahui oleh dokter.

Terkadang jenis cacat jantung tertentu akan membuat janin berada dalam kondisi yang berbahaya sehingga bayi harus segera dilahirkan secara caesar.

Tanda Janin Cacat Dalam Kandungan

Berikut ini beberapa tanda janin mengalami cacat dalam kandungan:

  1. Tingkat protein dalam darah ibu menjadi rendah atau tinggi

Selama kehamilan maka dokter akan melakukan pemeriksaan darah untuk ibu. Pemeriksaan darah ini akan membantu dokter untuk menganalisa kadar protein dalam darah ibu.

Selain untuk melihat kadar protein juga untuk melihat kadar hCG yang seharusnya normal dalam kehamilan.

Jika kondisi protein terlalu tinggi atau terlalu rendah maka itu bisa jadi ada hal yang tidak normal dalam tubuh janin.

  1. Pemeriksaan air ketuban

Air ketuban selama hamil tidak hanya melindungi posisi bayi dalam rahim, air ketuban juga bisa mencegah trauma dan mendorong dokter tahu jika janin tidak normal.

Ketika air ketuban yang terdapat pada bagian belakang leher bayi menjadi sangat tinggi maka bisa mendeteksi adanya kelainan cacat kromosom dan kelainan jantung pada janin.

  1. Ukuran bayi tidak normal

Pada saat trimester kedua maka dokter akan memeriksa semua bagian tubuh janin. USG akan membantu dokter untuk melihat apakah ukuran janin normal, kerja jantung, bagian otak dan semua organ janin yang lain.

Kondisi jenis cacat yang bisa dideteksi lebih awal ini termasuk mikrosefali dimana ukuran bayi lebih kecil dari ukuran yang normal.

  1. Adanya cacat tabung syaraf

Jika terjadi cacat tabung syaraf maka ada beberapa tes tambahan yang perlu dilakukan termasuk amniosentesis dan USG.

Pemeriksaan ini bisa menunjukkan jenis cacat seperti sindrom Down, trisomi 18 dan spina bifida.

  1. Detak jantung janin bermasalah

Ketika janin menderita masalah jantung bawaan maka detak jantung janin sudah tidak normal selama dalam rahim.

Bisa saja detak jantung janin menjadi sangat cepat atau kadang sangat lambat. Pemeriksaan bisa dilakukan dengan USG.

Dimana terkadang jantung janin terdengar sangat cepat, terkadang hanya berbayang dan terkadang juga tidak normal.

  1. Bentuk tubuh janin

Masalah cacat seperti clubfoot, bibir sumbing, cacat langit-langit, cacat kurang anggota tubuh dan masalah bentuk tubuh lain bisa dideteksi dengan pemeriksaan USG.

Dokter akan melihat bentuk janin yang tidak normal sesuai dengan usia kehamilan. Terkadang jenis cacat hanya mempengaruhi anggota tubuh saja sehingga organ dalam janin bekerja dengan normal.

  1. Cacat darah pada janin

Jenis cacat darah seperti kelainan sel sabit pada janin juga bisa diketahui dengan pemeriksaan USG dan darah ibu.

Dalam pemeriksaan ini bisa menunjukkan kondisi darah merah pada janin ternyata tidak normal.

Kondisi ini memang masih bisa berubah namun cacat bawaan bisa dikuatkan dengan pemeriksaan riwayat kehamilan dan riwayat keluarga dari ayah dan ibu.

  1. Kelainan kromosom pada janin

Kelainan kromosom pada janin bisa menyebabkan penyakit sindrom down. Dengan pemeriksana USG yang dilakukan pada kehamilan usia 11 sampai 14 minggu bisa memperkuat deteksi cacat ini.

Dalam pemeriksaan biasanya dokter menemukan adanya tulang tengkuk yang lebih tebal dari 3 mm.

Kemudian setelah ditemukan tanda ini maka pemeriksaan darah ibu hamil diperlukan untuk melihat jenis kelainan kromosom yang terjadi.

Lalu jika sudah terbukti maka pemeriksaan USG diperlukan lebih lanjut pada usia kehamilan yang lain.

Dengan pemeriksaan USG maka dokter bisa melihat apa saja dampak dari kelainan kromosom ini termasuk seperti kelainan jantung, kelainan pada otak janin, gangguan ginjal dan adanya bibir sumbing.

  1. Gangguan kehamilan yang parah

Adanya gangguan kehamilan pada ibu hamil yang sangat buruk menjadi tanda jika janin kemungkinan mengalami cacat.

Tes ini kemudian dikuatkan dengan pemeriksaan jantung pada janin, tes darah pada ibu hamil dan pemeriksaan dengan USG.

Tanda bayi mengalami cacat dalam kandungan bisa terlihat apabila Ibu mengalami gangguan di bawah ini:

  • Ibu hamil mengalami pendarahan yang parah selama awal kehamilan sampai akhir kehamilan. Periode pendarahan ini menandakan ada gangguan pada janin meskipun waktu pendarahan tidak terjadi terus menerus
  • Gangguan morning sickness yang buruk. Jika ibu hamil mual dan muntah yang sangat parah maka bisa menunjukkan adanya janin yang tidak normal.
  • Ibu hamil alami hipertensi. Ibu hamil yang menderita tekanan darah tinggi bisa menyebabkan preeklampsia dimana janin akan lahir secara prematur.

Ada banyak jenis cacat lahir pada bayi yang disebabkan oleh adanya gangguan kehamilan pada Ibu. Demikian beberapa cara mengetahui cacat dalam kandungan dan tanda tandanya pada janin.

Kondisi jenis cacat bisa diketahui sejak masih janin sehingga pemeriksaan ke dokter ahli sangat diperlukan selama hamil.

This div height required for enabling the sticky sidebar