Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Gangguan Kehamilan / Perawatan Keguguran Tanpa Kuret, Bahayakah?

Perawatan Keguguran Tanpa Kuret, Bahayakah?

/
/
2 Views

Kuret adalah tindakan medis yang sangat dianjurkan untuk ibu yang baru saja mengalami keguguran. Meski sangat direkomendasikan dokter, beberapa wanita kerap melakukan perawatan keguguran tanpa kuret.

Apakah wajib melakukan kuret pasca keguguran? Apa bahayanya melakukan perawatan keguguran tanpa kuret?

Kuret bertujuan untuk membersihkan rahim dari sisa janin dan jaringan dari janin yang belum keluar.

Pembersihan dengan metode ini sangat penting terutama jika usia kehamilan sudah mendekati 20 minggu, dimana ukuran janin sudah besar sehingga tidak mungkin bisa keluar secara alami.

Tapi ketika keguguran terjadi sebelum usia kehamilan terlalu besar maka biasanya kuret hanya bersifat optional.

Ada beberapa ibu yang bisa memiliki rahim bersih meskipun baru saja keguguran. (Baca juga: Tanda-Tanda Rahim Sudah Bersih Setelah Keguguran)

Namun melakukan perawatan keguguran tanpa kuret memang memiliki risiko karena ada beberapa bahaya yang bisa terjadi. Perawatan yang diperlukan juga harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Berikut ini beberapa jenis perawatan keguguran tanpa kuret, simak informasi berikut ini:

Perawatan Keguguran Tanpa Kuret

Bahaya perawatan keguguran tanpa kuret
Bahaya perawatan keguguran tanpa kuret

Berikut ini beberapa jenis perawatan pasca keguguran tanpa kuret yang bisa dilakukan:

  1. Menunggu sampai terjadi keguguran alami

Jika ibu mengalami keguguran di usia kehamilan yang masih sangat muda, atau ketika janin belum terbentuk maka menunggu sampai proses alami terjadi.

Ini adalah bentuk reaksi tubuh pada beberapa ibu hamil dimana janin dan jaringan keluar sendiri. (Baca juga: Cara Cepat Hamil Setelah Keguguran)

Ketika terjadi keguguran maka ibu akan mengalami masa seperti menstruasi. Ibu akan mengeluarkan flek coklat, kemudian disertai dengan darah yang ringan.

Dalam beberapa hari maka darah akan lebih banyak disertai dengan gumpalan. Ibu juga bisa merasakan nyeri perut dan kram yang sangat menyakitkan.

Ketika terjadi keguguran alami maka seharusnya pendarahan tidak berlangsung lebih dari dua minggu. Dan perdarahan tidak selalu berat sehingga tubuh ibu seperti mengalami menstruasi biasa.

  1. Perawatan keguguran dengan obat

Setelah ibu mengalami keguguran alami di usia yang masih sangat muda, maka dokter bisa memberikan resep obat khusus untuk mengeluarkan janin. Jenis obat prostaglandin seperti misoprostol bisa membuat proses pengeluaran janin lebih cepat.

Obat ini akan membuat seluruh jaringan janin atau embrio bisa keluar secara alami sehingga ibu tidak perlu kuret. Kemudian setelah menerima obat maka ibu tetap harus melakukan pemeriksaan ke dokter.

Dokter akan memastikan bahwa rahim ibu sudah bersih sehingga tidak perlu dilakukan kuret. Dan obat ini hanya bisa diberikan kepada ibu yang mengalami kehamilan normal, bukan kehamilan ektopik.

  1. Hindari angkat beban berat

Setelah ibu mengalami keguguran alami tanpa kuret maka ibu harus menghindari kebiasaan angkat beban yang berat. Angkat beban setelah keguguran bisa menyebabkan kram perut dan kontraksi.

Ini yang akan membuat pendarahan ibu tidak berhenti sehingga sulit untuk sembuh dari keguguran alami. Jika memang ibu harus mengangkat beban maka cobalah untuk meminta bantuan dari keluarga.

  1. Istirahat

Setelah ibu mengalami keguguran maka sebaiknya juga harus cukup istirahat. Istirahat sangat penting untuk mengembalikan kondisi tubuh agar bisa normal lagi.

Jika ibu baru saja mengalami keguguran tanpa kuret maka kondisi rahim mungkin akan lebih rentan. Rahim tidak bisa terkena kontraksi karena bisa memicu pendarahan.

Karena itu ibu harus istirahat sampai rahim benar-benar kembali normal. Istirahat juga sangat baik untuk mengembalikan kesehatan tubuh secara alami.

  1. Cobalah minum air kelapa muda

Jika ibu baru saja mengalami keguguran dan tidak melakukan kuret maka kemungkinan masih ada sisa jaringan di dalam rahim. Untuk membersihkan rahim secara alami maka ibu bisa mengonsumsi air kelapa.

Air kelapa juga mengandung cairan elektrolit alami sehingga bisa membuat tubuh ibu menjadi lebih segar. Air kelapa juga mengandung tanin yang sangat baik untuk menghancurkan bakteri dalam tubuh ibu.

Akhirnya air kelapa tidak hanya membersihkan rahim tapi juga bisa mencegah semua risiko infeksi dalam tubuh ibu.

  1. Konsumsi teh daun sirih

Tidak hanya air kelapa yang bisa membersihkan rahim tapi juga teh daun sirih. Daun sirih akan membantu membersihkan semua jaringan, sisa embrio atau bekuan darah dalam rahim.

Teh daun sirih juga sangat baik untuk menjaga agar rahim kembali sehat dan siap hamil lagi. Teh daun sirih bisa dibuat dengan cara merebus beberapa sirih segar.

Kemudian saring dan minum ketika sudah dingin. Hanya saja jangan terlalu sering minum teh daun sirih karena bisa menyebabkan efek negatif yaitu mengurangi kesuburan sehingga bisa menyulitkan kehamilan berikutnya.

  1. Minum teh daun sirsak

Kemudian ibu juga bisa mencoba untuk membersihkan rahim dengan minum teh daun sirsak. Teh daun sirsak sangat baik untuk membersihkan rahoim karena mengandung bahan seperti acetogenins, linoleic acid, annohexocin dan senyawa lainnya.

Efek teh daun sirsak juga sangat baik untuk membersihkan jaringan yang bisa berpotensi menjadi kanker atau jaringan non kanker pada saluran reproduksi ibu.

Cara untuk minum teh daun sirsak adalah dengan merebus daun sirsak yang masih segar. Pilih daun yang masih muda karena senyawa alaminya masih banyak.

Minum saat dingin dan jika ibu tidak suka rasanya bisa mencampur dengan madu.

  1. Hindari hubungan intim setelah keguguran

Ibu juga sebaiknya tidak melakukan hubungan intim setelah mengalami keguguran alami. Ada baiknya ibu menunggu sampai masa nifas selesai atau paling tidak setelah 3 kali menstruasi yang normal.

Jangan sampai melakukan hubungan intim segera setelah keguguran karena bisa menyebabkan trauma pada saluran reproduksi ibu.

Selain itu kemungkinan berhubungan seksual yang terlalu cepat setelah keguguran bisa menyebabkan risiko kehamilan yang tidak normal.

Bahaya Perawatan Keguguran Tanpa Kuret

Perlu diketahui bahwa keguguran yang tidak diikuti dengan perawatan seperti kuret hanya bisa direkomendasikan oleh dokter.

Tindakan kuret sangat diperlukan untuk membersihkan rahim dan masa depan kesehatan reproduksi ibu.

Jika tidak dilakukan, maka bisa meningkatkan risiko dan bahaya seperti dibawah ini.

  1. Kesehatan rahim yang buruk

Melakukan perawatan keguguran tanpa kuret meningkatkan risiko kesehatan rahim.

Jika ibu tidak melakukan kuret maka biasanya rahim tidak bisa bersih seperti ketika sebelum terjadi keguguran. Hal ini bisa membuat gangguan rahim yang sangat buruk untuk kesehatan ibu.

Jaringan yang tertinggal masih bisa tumbuh secara alami namun bisa menjadi jaringan kanker dan non kanker. Risiko fibroid rahim juga akan meningkat dengan cepat sehingga bisa membuat ibu sulit untuk hamil.

Kesehatan rahim yang buruk juga bisa menyulitkan ibu untuk hamil lagi.

  1. Perdarahan

Jika ibu tidak melakukan kuret setelah keguguran maka bisa mengalami risiko perdarahan yang berat. Perdarahan yang mungkin ibu pikirkan sebagai reaksi nifas setelah keguguran ternyata menjadi lebih berat.

Perdarahan ini bisa ditandai dengan darah yang keluar lebih banyak, disertai dengan bekuan darah dan bau yang busuk.

Jika sudah muncul bau busuk maka itu bisa berkembang menjadi tanda infeksi sehingga ibu sebaiknya segera pergi ke dokter.

  1. Anemia parah

Salah satu bahaya perawatan keguguran tanpa kuret adalah anemia.

Jadi setelah mengalami perdarahan maka ibu bisa anemia yang parah. Anemia bisa membuat ibu kehilangan banyak sel darah merah.

Meskipun ini sering dianggap reaksi yang biasa tapi ternyata sangat berbahaya. Hal ini karena anemia bisa menyebabkan ibu kehilangan sel darah merah yang banyak dan memicu reaksi shock.

  1. Kanker rahim

Bahaya perawatan keguguran tanpa kuret yang lain adalah risiko kanker rahim yang lebih besar. Kemungkinan kanker tumbuh dari sisa jaringan yang tidak bersih pada rahim yang kemudian selalu tumbuh dari waktu ke waktu.

Ini akan membuat ibu mengalami trauma yang berat karena rahim sudah tidak sehat dan tidak bisa hamil lagi. Perawatan kanker juga berat karena biasanya dokter akan mengangkat rahim dan saluran reproduksi lainnya.

  1. Depresi

Memikirkan kesehatan rahim akan menjadi prioritas ibu setelah mengalami keguguran namun tidak pernah kuret. Ibu mengalami keraguan apakah rahim sehat atau tidak.

Terutama jika ibu juga mengalami gangguan kesehatan lain seperti tidak menstruasi normal setelah keguguran dan curiga adanya tanda infeksi pada organ reproduksi.

Nah itulah informasi tentang perawatan keguguran tanpa kuret, bahayakah dan apa bahayanya. Setiap proses keguguran memang sebaiknya dilakukan kuret. Dan perawatan yang selalu dilakukan sebaiknya berdasarkan rujukan dokter.

Sumber:

  • https://www.verywellfamily.com/choosing-a-miscarriage-treatment-2371456
  • https://www.verywellfamily.com/miscarriage-without-intervention-2371465
  • https://www.webmd.com/baby/understanding-miscarriage-basics#1
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3096409/
This div height required for enabling the sticky sidebar