Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Kehamilan / Telat Haid Tapi Tidak Hamil, Apa Penyebabnya?

Telat Haid Tapi Tidak Hamil, Apa Penyebabnya?

/
/
11 Views

Banyak orang yang berpikir bahwa keterlambatan masa haid adalah tanda kehamilan pasti. Padahal, banyak kejadian dimana seorang wanita mengalami telat haid tapi tidak hamil setelah melakukan tes kehamilan.

Jika Anda telat haid tapi tidak hamil atau hasil testpack negatif maka ada kemungkinan anda sedang mengalami masalah fisik atau psikis yang mempengaruhi hormon reproduksi anda.

Tidak semua kejadian telat haid berarti hamil, meskipun memang ciri wanita hamil yang paling umum adalah terlambat datang bulan. Ada banyak faktor penyebabnya, baik itu fisik maupun psikis, yang mempengaruhi periode menstruasi seorang wanita.

Oleh karena itu jangan buru -buru menafsirkan keterlambatan haid sebagai tanda awal sebuah kehamilan. Di artikel pengenhamil.com kali ini kita akan membahas beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya keterlambatan haid pada seorang wanita.

Penyebab Telat Haid Beberapa Bulan Tapi Hasil Tes Negatif Tidak Hamil

Jika anda seorang wanita yang mengalami telat haid tapi tidak hamil, baca dengan teliti delapan penyebab menstruasi tidak lancar di bawah ini.

  1. Tingginya Tingkat Stres

Stres merupakan salah satu faktor penyebab yang dapat mempengaruhi siklus haid dan membuatnya sering kali datang terlambat atau bahkan lebih cepat dari yang seharusnya.

Hal ini terjadi karena ketika anda mengalami stres atau tekanan secara psikis, maka tubuh akan memproduksi hormon kortisol secara berlebihan.

Hormon kortisol bekerja mempengaruhi sistem cairan pada tubuh dan juga sistem hormonal. Sehingga dapat memicu tekanan darah yang tidak stabil, termasuk juga terganggunya siklus menstruasi serta fungsi pencernaan.

Karenanya tak mengherankan bila ketika mengalami tekanan psikis atau stres yang cukup tinggi, keterlambatan haid tidak dapat dihindari atau dicegah.

  1. Berat Badan Turun Drastis

Berat badan yang ideal memang impian semua wanita, tetapi jika tubuh mengalami penurunan berat badan secara drastis maka bisa mempengaruhi siklus menstruasi. Mengapa demikian?

Sebab ketika tubuh kehilangan berat badan, maka dapat memicu terjadinya penurunan hormon esterogen.

Hormon ini sangat penting tugasnya karena berperan dalam menjaga siklus menstruasi serta mengendalikan proses pembentukan lapisan dinding rahim.

Karenanya jika jumlah hormon esterogen menurun maka bisa dipastikan siklus menstruasi akan terganggu juga.

Sebaliknya, jika berat badan mengalami peningkatan atau mengalami obesitas, maka juga dapat berpengaruh pada siklus menstruasi menjadi tidak lancar.

Akibatnya sama, yakni dapat berpengaruh pada tingkat kesuburan dan sangat mungkin bisa kesulitan hamil.

Karenanya penting untuk selalu perhatian dengan berat badan dan menjaganya untuk tetap dalam batas yang ideal. Hal ini demi menjaga rasa percaya diri juga menstruasi tetap sesuai siklusnya.

Baca juga: Wanita yang Terlalu Gemuk Sulit Hamil

Maka sangat disarankan agar Anda tetap menjaga berat badan ideal, demi menghindari terganggunya siklus haid dan menjaga kesehatan rahim.

  1. Sedang Menyusui (masa laktasi)

Selain karena kehamilan, penyebab siklus menstruasi terganggu atau bahkan hilang sama sekali adalah karena sedang dalam masa menyusui atau laktasi.
Telat haid tidak hamil
Ini wajar saja terjadi, sebab pada masa ini tubuh ibu menyusui tengah menghasilkan hormon prolaktin yang sangat penting dalam membantu meningkatkan produksi ASI.

Hormon ini pun juga dapat mempengaruhi siklus menstruasi, sehingga mengapa ibu yang menyusui bayinya secara ekslusif menjadi susah hamil.

Hal ini dikarenakan hormon prolaktin ini mengirimkan sinyal negatif ke hipothalamus di otak, sehingga mempengaruhi ovulasi.

Dan ketika jumlah hormon tersebut meningkat di dalam tubuh, maka ovulasi menjadi terhenti dan menstruasi tidak terjadi sama sekali.

Hormon prolaktin ini meningkat produksinya ketika seorang wanita sedang dalam masa kehamilan hingga menyusui, dan akan menurun jumlahnya ketika masa menyusui berakhir.

Jika setelah masa menyusui berakhir, yakni setidaknya setelah tiga bulan berlalu, menstruasi tak kunjung normal kembali, maka segera kunjungi dokter kandungan atau bidan terdekat untuk konsultasi.

  1. Mengonsumsi Pil Kontrasepsi

Saat Anda mengonsumsi pil kontrasepsi seperti pil KB, corticosteroids, antidepressan, dan jenis pil kontrasepsi lainnya, maka siklus haid pun akan terpengaruh.

Pasalnya, pil kontrasepsi berfungsi sebagai pencegah terjadinya proses ovulasi. Ini berarti, pencegahan juga terjadi pada siklus haid.

Jika Anda memiliki rencana untuk hamil atau ingin siklus haid kembali berjalan normal, maka hentikan penggunaan pil kontrasepsi selama satu bulan atau lebih.

Lebih baik lagi jika Anda melakukan konsultasi dengan dokter agar mendapat solusi terbaik.

  1. Prematur Menopause

Menopause merupakan kondisi dimana produksi hormon reproduksi pada seorang wanita telah berhenti sehingga mempengaruhi siklus menstruasi.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika usia seorang wanita telah memasuki angka 45 tahun ke atas.

Seorang wanita yang mengalami menopause memiliki beberapa tanda yang terlihat, seperti menurunnya libido, siklus menstruasi yang tidak lagi teratur, vagina yang terasa semakin kering hingga tubuh yang terus berkeringat bahkan di malam hari sekalipun.

Jika seorang wanita belum sampai di usia 45 tahun sudah mengalami tanda0tanda tersebut maka bisa dipastikan telah mengalami menopause dini.

Prematur menopause atau biasa disebut juga dengan istilah premature ovarian failure yang merupakan akhir dari bekerjanya sistem reproduksi, merupakan salah satu penyebab wanita telat haid meskipun tidak hamil, jika terjadi pada wanita yang masih berusia di bawah 40 tahun.

  1. Sindrom Ovarium Polikistik

PCOS (polycystic ovary syndrome) atau sindrom ovarium polikistik merupakan gangguan yang terjadi pada ovarium ketika seorang wanita dalam masa suburnya.

Gangguan ini bisa menyebabkan banyak hal seperti terbentuknya banyak kista pada ovarium, serta produksi hormon yang tidak seimbang misalnya produksi hormon androgen (hormon pria) menjadi berlebih.

Inilah mengapa wanita yang terindikasi mengalam PCOS sangat mungkin mengalami telat datang bulan, sebab siklus hormon yang terganggu karena fungsi ovarium yang kurang maksimal.

Untuk mengetahui kondisinya lebih lanjut segera konsultasikan keadaan tersebut pada petugas medis yang berpengalaman.

  1. Kelenjar Tiroid Terganggu

Kelanjar tiroid diketahui memiliki fungsi untuk memproduksi hormon tiroid, hormon yang sangat penting dalam membantu menjaga metabolisme dalam tubuh termasuk juga berpengaruh pada siklus menstruasi.

Jika siklus haid mengalami keterlambatan, tubuh terasa lebih cepat lelah, terjadi kerontokan rambut yang berlebihan, berat badan meningkat, serta sering merasa kedinginan dalam suhu udara yang normal, maka kemungkinan besar Anda mengalami gangguan pada kelenjar tiroid.

Lakukan pemeriksaan darah sederhana dan konsumsi obat dari dokter dengan teratur.

  1. Berlebihan dalam Berolahraga

Olah raga secara teratur dan tepat sangat disarankan demi menjaga tubuh tetap fit dan bugar sepanjang hari.

Namun tidak selamanya olah raga memberikan manfaat baik pada pelakunya terlebih ketika  anda melakukan olah raga secara berlebih dan ekstrem tanpa asupan nutrisi yang seimbang.

Mengapa? Sebab kondisi tersebut dapat mempengaruhi produksi hormon esterogen di dalam tubuh yang berimbas pada siklus menstruasi menjadi terganggu.

Gangguan tersebut bisa memicu terjadinya Amenorrhea atau berhentinya siklus menstruasi selama beberapa bulan. Boleh saja melalukan olah raga ekstrem namun pertimbangkan kondisi fisik dan janganlah memaksakan diri.

Jika Anda memaksakan diri untuk terus berolahraga berat, Amenorrhea atau terhentinya masa haid selama tiga bulan bahkan lebih akan terjadi.

Begitu pula saat sedang sakit, cuaca tidak stabil, atau ada bagian tubuh yang terluka, hindari aktivitas berolahraga. Jika dipaksakan, Anda akan rentan mengalami Amenorrhea.

Demikian beberapa faktor penyebab wanita terlambat datang bulan yang paling umum dialami kaum wanita.

Jika Anda mengalami satu dari beberapa penyebab telat haid tapi tidak hamil tersebut, segera konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan solusi dan pengobatan jika diperlukan.

Selain konsultasi ke dokter anda juga bisa mengatasi telat datang bulan secara alami dengan cara rajin olah raga, istirahat teratur atau aktif mengikuti kelas yoga.

Anda juga bahkan bisa mengonsumsi obat tradisional untuk mengatasi haid yang tidak lancar seperti jeruk nipis dan kunyit.

This div height required for enabling the sticky sidebar