Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Kehamilan / Penyebab stunting pada anak

Penyebab stunting pada anak

/
/
6 Views

Salah satu penyebab stunting pada anak adalah Ibu kurang asupan nutrisi saat hamil, atau bisa juga karena bayi lahir prematur yang akhirnya mempengaruhi tumbuh kembangnya.

Stunting adalah sebuah keadaan saat anak tidak memiliki pertumbuhan yang normal atau mengalami gangguan pertumbuhan.

Orang tua bisa melihat kondisi ini dengan membandingkan pertumbuhan anaknya dengan teman anak-anaknya.

Kebanyakan orang tua berpendapat jika anak tumbuh gemuk itu berarti sehat. Tapi prinsip ini ternyata tidak sepenuhnya benar.

Anak yang sehat artinya anak memiliki perkembangan tubuh yang sesuai dengan usia mereka dan tidak terkena penyakit tertentu.

Jika anak ternyata hanya gemuk atau kurus tapi tidak tumbuh tinggi maka itu bisa terjadi karena stunting.

Sebenarnya orang tua sudah bisa mengetahui masalah atau gejala stunting ini sejak anak berusia dibawah 2 tahun.

Penyebab stunting pada anak
Penyebab stunting pada anak

Nah agar tidak mengalami kondisi yang sama maka Anda bisa mempelajari penyebab stunting pada anak, seperti uraian dibawah ini.

  1. Ibu hamil kurang nutrisi

Banyak ahli nutrisi yang mengatakan jika sebenarnya stunting anak sudah dimulai sejak anak masih berada di dalam kandungan.

Salah satu penyebab yang paling pasti dalam kasus ini adalah ketika ibu hamil mendapatkan nutrisi yang tidak cukup.

Ibu hamil yang mengalami menerima nutrisi tertentu tapi kurang berkualitas untuk janin juga menerima dampak yang sama.

Ada banyak nutrisi yang bisa meningatkan pertumbuhan janin secara fisik yaitu zat besi, seng, protein, kalsium dan omega 3. Jika ibu hamil mengalami defisiensi tersebut maka anak nantinya akan kurang nutrisi.

  1. Gangguan selama kehamilan

Ibu hamil yang menderita gangguan kehamilan parah juga bisa memiliki bayi yang nantinya mengalami hambatan pertumbuhan.

Beberapa ibu hamil memang mungkin bisa mengalami gangguan parah termasuk morning sickness yang menyebabkan ibu tidak menerima nutrisi penuh di trimester pertama.

Sementara saat baru trimester pertama maka nutrisi dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan inti organ tubuh janin.

Gangguan kehamilan lain yang bisa menyebabkan janin kurang nutrisi termasuk gangguan plasenta, dimana nutrisi ibu sampai ke janin melalui tali pusar yang terhubung dengan plasenta.

Kemudian masalah preeklampsia juga bisa menyebabkan bayi nantinya tidak bisa tumbuh tinggi sesuai umur bayi.

  1. Bayi prematur

Salah satu penyebab bayi lahir stunting lainnya adalah bayi lahir prematur.

Kondisi ini memang disebabkan karena organ bayi prematur biasanya akan tumbuh diluar, sementara bayi normal lain menjadi lebih sempurna di dalam kandungan.

Kemudian pada tahun pertama sampai tahun kedua maka bayi prematur juga sangat rentan dengan beberapa penyakit.

Hal ini yang bisa membuat pertumbuhan bayi menjadi terhambat sehingga menjadi tidak normal.

Karena itu kecukupan nutrisi dan kondisi kesehatan bayi prematur memang perlu dipantau sejak lahir dan mencapai usia pertumbuhan yang penting.

  1. Tidak mendapatkan ASI sejak lahir

Ibu seharusnya memang memberikan ASI eksklusif sejak bayi lahir sampai bayi berusia dua tahun.

Jika bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif maka sistem kekebalan tubuh bayi biasanya menjadi lebih lemah. Ini yang membuat bayi mudah sakit dan akhirnya menyebabkan bayi stunting atau pertumbuhannya terhambat.

Meskipun jika bayi mendapatkan susu formula maka kondisi kecukupan gizi dari ASI memang tidak bisa tergantikan.

Karena itu ibu harus mencoba mengatasi masalah nutrisi anak ini sampai anak mendapatkan nutrisi pengganti ASI yang cukup.

  1. MPASI tidak sesuai nutrisi anak

Pada dasarnya bayi baru bisa mendapatkan nutrisi dari makanan selain ASI ketika bayi minimal berusia 6 bulan.

Namun beberapa ibu memberikan makanan lebih cepat karena merasa bayi seperti kelaparan. Sebenarnya ini hal yang tidak tepat karena bayi tetap harus mendapatkan ASI.

Jika bayi hendak diberikan MPASI maka harus memilih jenis makanan tertentu yang mulai dikenalkan pada anak.

Makanan harus mengandung nutrisi yang bisa diterima oleh pencernaan bayi seperti bubur khusus bayi, sayuran yang dibuat menjadi sup dan jenis makanan yang bisa dipegang oleh anak sendiri.

Jika makanan tidak memenuhi unsur nutrisi maka bisa menyebabkan stunting karena pertumbuhan anak dimulai lebih cepat ketika berada dibawah usia 2 tahun.

  1. Anak kurang zat besi

Kurang zat besi adalah salah satu penyebab stunting pada anak.

Zat besi adalah nutrisi yang sangat penting untuk pertumbuhan anak terutama ketika anak masuk masa balita. Saat anak dibawah lima tahun maka itu usia keemasan untuk pertumbuhan dasar anak.

Jika anak mengalami kekurangan zat besi maka bisa dipastikan pertumbuhan anak akan terganggu. Zat besi sangat baik untuk pertumbuhan karena mendukung penyerapan nutrisi seperti kalsium dan protein untuk tubuh.

Zat besi juga membantu produksi sel darah merah sehingga volume dan peredaran darah dalam tubuh anak sempurna. Ini juga membantu menyampaikan nutrisi ke semua organ tubuh sehingga anak bisa tumbuh sempurna.

Jika anak kurang zat besi maka semua masalah pertumbuhan bisa terjadi termasuk risiko anemia dan kelainan peredaran darah pada anak.

  1. Anak kurang kalsium

Selain kurang zati besi, kekurangan kalsium juga adalah penyebab stunting pada anak yang umum. Hal ini karena kalsium mendorong pertumbuhan tulang dan gigi yang sempurna.

Kalsium sendiri adalah mineral yang tidak dapat di produksi dalam tubuh anak. Sehingga anak harus menerima nutrisi ini dari luar tubuh.

Anak-anak bisa mendapatkan kalsium yang penuh dari ASI dan susu. Selain itu dibantu dengan nutrisi dari makanan seperti telur, daging ayam, keju, produk susu, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Jadi usahakan untuk memberikan nutrisi ini sejak anak menerima MPASI sesuai usia sehingga anak menjadi lebih sehat.

  1. Kekurangan protein

Selain zat besi maka protein juga adalah nutrisi yang sangat penting untuk pertumbuhan anak. Protein akan diserap oleh semua jaringan tubuh untuk mendorong pertumbuhan yang sempurna.

Anak yang kekurangan protein bisa disebabkan karena tidak mendapatkan ASI yang cukup, MPASI yang kurang tepat, anak mengalami alergi makanan dan asupan gizi yang buruk selama masa pertumbuhan. Akhirnya menyebabkan anak stunting.

  1. Riwayat keluarga

Faktor gen juga adalah salah satu penyebab stunting pada anak. Jadi dalam kasus tertentu stunting juga disebabkan karena riwayat dalam keluarga.

Gen pertumbuhan ini tidak hanya menurun dari ayah atau ibu tapi berasal dari darah yang sama dalam dua keluarga.

Termasuk jika nenek atau kakek mengalami stunting maka anak juga memiliki risiko yang sama.

Untuk mengatasi kondisi ini maka anak bisa menerima nutrisi yang cukup mulai dari ASI, produk susu dan jenis suplemen tertentu.

Meskipun riwayat tidak bisa dicegah tapi memberikan nutrisi yang cukup bisa membantu tubuh anak melawan stunting.

  1. Menderita hipotiroidisme

Anak yang mengalami masalah hipotiroidisme juga bisa mengalami kondisi stunting. Hal ini karena tiroksin dalam tubuh anak sangat rendah tidak sesuai kebutuhan tubuh.

Masalah ini akan menyebabkan henti tumbuh pada kondisi tertentu. Termasuk ketika terjadi saat anak masih balita maka pertumbuhan anak akan terhambat.

  1. Penyakit sindrom

Bayi yang dilahirkan dengan sindrom tertentu juga bisa mengalami stunting. Jenis sindrom yang bisa menyebabkan anak henti tumbuh ini seperti sindrom Turner dan Down syndrome.

Kedua jenis sindrom ini tidak hanya menyebabkan gangguan pertumbuhan secara fisik dan mental tapi juga membuat kondisi tubuh anak menjadi lebih lemah.

Karena kedua jenis sindrom ini termasuk penyakit genetik yang dipengaruhi oleh kromosom maka masalah stunting ini tidak bisa dicegah.

Itulah semua penyebab stunting pada anak. Untuk beberapa penyebab yang bisa dicegah maka sebaiknya orang tua perlu mempersiapkannya semenjak kehamilan.

This div height required for enabling the sticky sidebar