Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Gangguan Kehamilan / Penyebab Jantung Berdebar Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Penyebab Jantung Berdebar Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

/
/
84 Views

Kesehatan ibu hamil menjadi prioritas yang sangat penting selama kehamilan. Jika ibu hamil sehat maka janin dalam kandungan bisa berkembang sempurna dan lahir dengan kondisi yang sehat.

Tapi jika ibu hamil sering sakit maka kemungkinan bisa terkena komplikasi kehamilan. Efeknya juga bisa menghambat pertumbuhan janin sehingga terkadang bayi harus lahir prematur atau paling buruk bayi meninggal dalam rahim.

Salah satu hal yang sering terjadi pada ibu hamil termasuk seperti detak jantung yang sangat cepat. Masalah ini bisa terjadi pada ibu hamil meskipun sebelum kehamilan tidak pernah mengalami ini.

Tentu ibu hamil akan merasa panik dengan kondisi ini sehingga merasa lebih cemas.

Karena itu ketahui apa saja penyebab jantung berdebar saat hamil dan cara mengatasinya, seperti informasi ini.

Penyebab Jantung Berdebar Saat Hamil

Berikut ini beberapa penyebab Ibu hamil mengalami jantung berdebar-debar:

  1. Tingginya hormon progesteron

Semua ibu hamil akan mengalami kenaikan hormon progesteron yang sangat tinggi. Ketika kenaikan hormon terjadi dengan cepat maka bisa membuat detak jantung ibu menjadi lebih cepat.

Ini yang menyebabkan perasaan jantung ibu berdebar terus menerus. Sebenarnya saat tubuh ibu memiliki hormon progesteron yang sangat tinggi maka jantung akan bekerja secara maksimal.

Caranya adalah dengan memompa darah yang lebih banyak agar darah ibu bisa sampai ke rahim dan janin. Karena itulah saat ibu baru masuk trimester pertama maka gangguan ini sering terjadi.

Hal ini juga karena saat itu proses perkembangan janin harus terjadi secara sempurna. Janin membutuhkan aliran darah yang lebih kuat agar proses pembentukan jaringan terjadi secara normal.

  1. Peningkatkan aliran darah

Ibu hamil membutuhkan aliran darah yang lebih banyak dibandingkan wanita biasa yang tidak hamil. hal ini juga karena pertumbuhan janin yang terjadi dalam rahim.

Darah dibutuhkan oleh janin unutk mengembangkan berbagai organ inti janin. Namun saat aliran darah yang dibutuhkan sangat tinggi maka akan memaksa jantung bekerja lebih cepat.

Jantung secara alami akan terus memompa darah sampai volume darah yang dibutuhkan tercukupi. Pekerjaan jantung yang dipaksa menjadi lebih maksimal membuat jantung memompa lebih keras lagi.

Ibu hamil mungkin tidak merasakan nyeri pada jantung tapi merasa debaran jantung yang lebih kuat.

  1. Akibat stres dan cemas

Ibu hamil yang cemas dan stres juga bisa meradakan detak jantung yang lebih kuat. Jika ini terjadi karena emosi maka detak jantung justru lebih cepat saat kondisi emosi tidak stabil.

Kemudian keluhan jantung yang berdebar akan hilang sendiri saat ibu merasa lebih santai. Stres dan emosi selama hamil biasanya sering terjadi pada awal kehamilan.

Ibu mungkin banyak berpikir mengenai perkembangan janin dan kehamilan. Tapi setelah itu ibu juga merasa gelisah karena kondisi keluarga.

Faktor lain yang membuat ibu stres dan cemas adalah karena hormon progesteron yang naik selama hamil. Dampaknya memang sama seperti pada saat PMS menjelang haid.

Akhirnya ibu akan mengalami jantung berdebar yang sangat tidak nyaman.

  1. Tingkat Hb yang rendah

Ibu hamil memang sangat rentan dengan masalah anemia yang bisa terjadi selama kehamilan. Anemia terjadi ketika tubuh memiliki tingkat Hb yang sangat rendah.

Hal ini karena semakin rendah Hb maka semakin rendah aliran sel darah merah dalam tubuh. Kemudian ini akan memaksa jantung untuk bekerja keras dalam memompa darah dan mengedarkan oksigen ke tubuh ibu dan janin.

Penurunan produksi Hb sering terjadi pada awal kehamilan. Ini juga bisa disebabkan karena tubuh ibu mengalami kekurangan zat besi.

Zat besi sendiri penting untuk proses tersebut karena mendukung produksi sel darah merah yang dibutuhkan oleh tubuh.

  1. Volume darah yang menurun

Ibu hamil dengan volume darah yang tidak cukup juga bisa mengalami anemia. Ini sering dihubungkan dengan mekanisme peredarah darah yang alami pada tubuh ibu hamil.

Ada banyak pemicu volume darah yang menurun dengan cepat termasuk ketika ibu mengalami pendarahan atau luka akibat cedera. Kemudian jantung akan bekerja keras untuk mengedarkan darah ke semua bagian organ tubuh.

Namun karena volume darah yang sudah menurun maka tidak hanya aliran darah yang menurun tapi juga membuat jantung berdebar sangat kuat.

Karena itu ibu membutuhkan pertolongan yang cepat karena efeknya bisa berdampak secara darurat.

  1. Kelainan jantung pada ibu

Ibu hamil yang menderita kelainan jantung juga bisa mengalami masalah jantung berdebar. Ini biasanya sudah diketahui oleh ibu sebelum hamil dan selama perawatan kehamilan.

Riwayat penyakit jantung pada ibu hamil bisa menjadi lebih buruk lagi. Hal ini karena aliran darah yang dibutuhkan selama hamil memang lebih tinggi.

Jika ibu sudah pernah sakit jantung maka efek kelainan pada jantung bisa menjadi lebih parah lagi. Jika ini terjadi karena penyakit jantung maka juga disertai dengan beberapa gejala seperti nyeri pada dada, sesak nafas, keringat dingin dan bisa kehilangan kesadaran.

  1. Perubahan suhu secara drastis

Tubuh ibu hamil memang cenderung sangat rentan dengan perubahan suhu dari dalam dan luar tubuh. Ketika tubuh ibu tidak bisa mengatasi perubahan suhu tersebut maka biasanya ibu akan merasa jantung berdebar lebih cepat.

Misalnya ketika tubuh ibu mengalami demam sementara suhu lingkungan cukup dingin maka ini bisa membuat ibu merasakan efeknya pada jantung. Tubuh sebenarnya bekerja maksimal untuk melepas panas dan inilah efeknya pada jantung.

Semua juga terjadi ketika tubuh berusaha menyesuaikan dengan suhu diluar maka pembuluh darah bisa mengecil atau membesar. Dan inilah yang membuat jantung ikut bekerja dalam mengatur peredaran darah.

Dan inilah yang terjadi pada efek jantung saat memompa darah ke semua bagian tubuh.

Cara Mengatasi Jantung Berdebar-Debar Ketika Hamil

Jantung berdebar debar saat hamil
Jantung berdebar debar saat hamil

Jika mengalami masalah jantung yang terus berdebar ketika hamil, berikut ini beberapa solusinya:

  1. Periksa ke dokter

Penting bagi ibu untuk mewaspadai semua gejala yang muncul saat jantung terasa tidak normal seperti jantung berdebar. Ibu tidak perlu menunggu kondisi yang lebih buruk lagi.

Kondisi perubahan ritme jantung bisa karena jantung yang bekerja tidak normal atau karena efek kehamilan.

Terlebih saat sudah mengalami gejala yang buruk seperti batuk parah sampai berdarah, ritme jantung yang tidak normal, sesak nafas, sakit pada bagian dada, dan jantung yang berdebar kuat.

Dokter akan merawat ibu sesuai kondisi yang terjadi, termasuk dengan perawatan alami dan obat medis. Namun pemberian obat harus diawasi karena terkadang obat jantung menyebabkan efek pada perkembangan janin.

  1. Kelola stres Anda

Ibu hamil yang stres sebaiknya mengelola emosi dengan baik. Hal ini sangat baik untuk mengurangi efeknya pada jantung ibu.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi tingkat stres seperti yoga, bergabung dengan grup kehamilan, membaca buku, bersantai dan berbicara dengan pasangan.

Baca juga: Bahaya Banyak Pikiran Saat Hamil

  1. Mengelola pemicunya

Ibu hamil  bisa menandai sendiri kapan jantung mulai berdebar dan kapan masalah itu berhenti atau berkurang. Dengan tahu apa penyebabnya maka ibu bisa mengurangi potensi masalah ini.

Lalu tetap konsultasikan ke dokter kandungan Anda saat melakukan perawatan antenatal care.

  1. Jaga diri dari pemicu masalah

Jika ibu merasa terkena jantung berdebar karena beberapa kebiasaan buruk maka hindari semua kebiasaan buruk tersebut.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan efek jantung berdebar adalah seperti efek asap rokok, alkohol, kafein, dan efek obat.

  1. Minum air yang cukup

Kemudian ibu hamil sebaiknya menjaga jumlah cairan tubuh agar selalu cukup. Ini langkah yang sangat penting untuk mengatasi dehidrasi yang juga menyebabkan masalah jantung berdebar.

Jangan sampai kekurangan cairan karena tubuh ibu tidak hanya membutuhkan aliran darah yang lebih banyak tapi juga cairan yang lebih seimbang.

  1. Mengurangi kegiatan fisik yang berlebihan

Jika ibu memiliki kegiatan fisik yang berlebihan maka itu juga bisa menyebabkan jantung berdebar. Karena itu ibu bisa mengelola kegiatan fisik agar tidak berlebihan.

Itulah semua penyebab jantung berdebar saat hamil dan cara mengatasinya. Ibu hamil sebaiknya memeriksa kondisi jantung ketika mengalami keluhan tersebut. Perawatan yang tepat sesuai penyebab bisa membuat kesehatan ibu menjadi lebih baik.

Sumber:

  1. https://www.healthline.com/health/pregnancy/heart-palpitations
  2. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322327.php
  3. https://www.onlymyhealth.com/health-slideshow/what-causes-heart-palpitations-during-pregnancy-1367557824.html
  4. https://motherhow.com/heart-palpitations-during-pregnancy/