Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Kehamilan / 9 Jenis Masalah Kesuburan pada Wanita

9 Jenis Masalah Kesuburan pada Wanita

/
/
11 Views

Kapan hamil? Kok belum hamil sih, kan menikahnya sudah lama? Jangan-jangan kamu mandul?

Pertanyaan tersebut terkadang membuat seorang wanita menjadi tersiksa batin dan perasaannya. Sebab, tak ada wanita yang tak ingin menjadi seorang ibu dan menimang bayinya.

Namun terkadang ada beberapa masalah kesuburan yang dapat menyebabkan seorang wanita sulit hamil.

Meskipun demikian, sulit mendapat keturunan bukan hanya disebabkan oleh wanita saja, sekitar 30% penyebab lain disebabkan oleh suami yang mungkin saja memiliki masalah pada organ reproduksinya.

Oleh karena itu sangat penting bagi pasutri untuk memeriksakan diri ke dokter jika istri tidak kunjung hamil meskipun usia menikah lama dan aktif berhubungan seks tanpa kontrasepsi.

Masalah kesuburan pada setiap pasangan sangatlah berbeda antara satu dengan yang lainnya. Untuk itu sangat penting mengetahui dan memahami proses terjadinya kehamilan itu sendiri sebelum mengetahui penyebab infertilitas pada wanita.

Bagaimana Masalah Kesuburan Menyebabkan Infertilitas pada Wanita

Proses kehamilan sendiri terjadi karena adanya pelepasan sel-sel telur yang berada di indung telur menuju tuba fallopi atau tabung saluran indung telur.

Di tempat itulah kemudian terjadinya proses pembuahan, yakni pertemuan antara sel telur dan sel sperma.

Kemudian, setelah terjadi pembuahan, sel telur tersebut akan bergerak menuju rahim dan berkembang di dalamnya hingga janin siap dilahirkan.

Oleh sebab itulah penting sekali mengetahui kesehatan ovarium wanita, sebab sangat berpengaruh pada produksi sel telur yang nantinya akan dibuahi oleh sel sperma.

Bila sel telur dalam kondisi kurang bagus, maka pembuahan akan sulit terjadi yang mengakibatkan seseorang sukar hamil.

Hal ini hanya dapat diketahui dari hasil pemeriksaan laboratorium yang kemudian ditanggapi oleh dokter kemudian dilanjutkan pada pasien.

Biasanya saat konsultasi, pasien akan diberi pertanyaan seputar masalah siklus menstruasi. Lantas apa hubungannya dengan infertilisasi? Ini karena antara siklus menstruasi dengan kesuburan seorang wanita memang sangat berhubungan.

Hal ini didukung penelitian yang menyatakan bahwa seorang wanita yang memiliki siklus haid yang teratur memiliki tingkat produktivitas sel telur dengan kualitas yang lebih baik dibanding mereka yang tidak.

Siklus haid yang normal dan teratur berkisar antara 26 hari hingga 36 hari. Karenanya penting untuk mengetahui siklus haid Anda tiap bulannya, agar konsultasi yang dilakukan bisa mendapatkan gambaran yang benar.

Hal ini dilakukan demi memastikan dan mengetahui karakter pendarahan haid yang terjadi. Di samping itu biasanya dokter juga akan mempertanyakan ada tidaknya keluhan yang terjadi baik sesudah maupun sebelum haid.

Dalam dunia medis, setiap keluhan yang dirasakan sebelum siklus haid terjadi dinamakan molimina menstrualia. Sedangkan dalam masyarakat lebih dikenal dengan istilah PMS atau Premenstruation syndrome.

Jenis-Jenis Masalah Kesuburan yang Menyebabkan Wanita Mandul

Masalah kesuburan pada wanita
Masalah kesuburan pada wanita

Sesungguhnya tak ada wanita yang ingin mengalami kondisi infertilitas. Dan jikalaupun mengalaminya, pada umumnya mereka tak memahami apa sebenarnya yang menyebabkan ketidaksuburan tersebut terjadi.

Berikut ini beberapa masalah kesuburan pada wanita yang dapat mempengaruhi infertilitas. Di antaranya:

  1. Usia

Infertilitas yang terjadi pada seorang wanita sangat berkaitan erat dengan usianya. Hal ini dikarenakan pada usia menjelang penghujung usia 30 an, secara signifikan kesuburan seorang wanita pun turut menurun.

Menurut penelitian, sekitar 95 % wanita di usia 35 tahun baru dapat hamil setelah melakukan hubungan seksual dengan pasangan tanpa alat kontrasepsi apa pun.

Sedangkan di usia 38 tahun, hanya 75% saja yang berhasil hamil dengan jangka waktu yang tak jauh berbeda.

  1. Gaya Hidup

Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol juga menjadi penyebab adanya gangguan pada serviks dan tuba fallopi, serta meningkatkan risiko keguguran dan juga kehamilan ektopik.

Tak hanya sekedar merusak tubuh Anda, rokok pun menyebabkan indung telur mengalami penuaan dini yang akhirnya membuat sel telur habis sebelum masanya.

Karenanya gaya hidup tidak sehat adalah salah satu penyebab munculnya masalah kesuburann pada wanita yang dapat menyebabkan seorang wanita menjadi mandul.

  1. Obesitas

Ternyata berat badan berlebih atau obesitas juga dapat berpengaruh pada infertilitas.

Hal ini terjadi karena berat badan yang berlebih dapat menghambat proses ovulasi yang dapat menjadi penyebab mengapa seorang wanita kesulitan untuk hamil.

Dalam sebuah penelitian, menunjukkan bahwa keinginan untuk mencapai berat badan yang normal dapat meningkatkan terjadinya ovulasi dan kemungkinan untuk hamil.

Kesuburan pada seorang wanita tak hanya bisa terganggu karena faktor eksternal saja tetapi juga karena faktor internal. Dan hal tersebut dapat mempengaruhi seorang wanita untuk dapat hamil atau tidak. Berikut beberapa gangguan kesuburan yang bisa saja terjadi, di antaranya:

  1. Gangguan ovulasi

Ovulasi sendiri merupakan proses luruhnya sel telur yang terjadi secara berkala, jika hal tersebut terganggu maka akan sangat mungkin bagi seorang wanita menjadi sulit untuk hamil.

Gangguan ovulasi tersebut bisa saja terjadi karena ada kondisi yang mendasarinya, misalnya saja seperti:

  1. Tubuh yang mengalami gangguan pada tiroid, seperti hipotiroid dan hipertiroid. Kondisi tersebut dapat membuat ovulasi menjadi terhambat.
  2. Tubuh mengalami sindrom ovarium polikistik (polycystic ovarian syndrome), dalam kondisi tersebut indung telur tak dapat memproduksi sel telur  dengan baik.
  3. Ovarium mengalami kegagalan prematur, kondisi tersebut terjadi di saat indung telur berhenti memproduksi sel telur bahkan sebelum memasuki usia 40 an.

Secara garis besar, masalah kesuburan akibat ovulasi yang terganggu menyebabkan ovulasi terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama atau bahkan tidak mengalami ovulasi sama sekali.

  1. Rusaknya Tuba Fallopi

Tuba fallopi atau saluran indung telur memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembuahan, karenanya jika organ ini rusak maka dapat menyebabkan kesulitan hamil.

Misalnya saja jika tuba falopi mengalami sumbatan maka akan sangat menyulitkan terjadinya pembuahan. Sebab sel telur sulit bergerak ke rahim dan sel sperma pun sulit untuk bertemu untuk membuahi sel telur tersebut.

Rusaknya tuba falopi sendiri pun dapat terjadi karena ada beberapa faktor penyebab, seperti.

  1. Radang panggul, kondisi ini terjadi karena disebabkan oleh adanya infeksi pada rahim yang menyebar hingga tuba fallopi yang disebabkan oleh gonorea, klamidia maupun infeksi penyakit menular seksual lainnya.
  2. Efek samping pasca operasi pada rongga pinggul maupun panggul, biasanya terjadi karena adanya kehamilan ektopik yang tumbuh di luar rahim seperti pada saluran tuba fallopi.
  3. Tuberkulosis yang menyerang panggul, hal ini juga menjadi penyebab utama yang mengganggu kesuburan.
  4. Pasca operasi yang menyebabkan jaringan parut dapat menimbulkan efek pada gagalnya ovulasi. Misalnya terjadi akibat operasi pengangkatan kista.

Tuba fallopi adalah organ reproduksi wanita yang sangat penting, jika organ ini tidak berfungi maka kemungkinan wanita bersangkutan kesulitan hamil

  1. Lendir serviks yang terganggu

Ketika seorang wanita sedang mengalami ovulasi, lendir serviks akan secara alami berubah jadi lebih tipis dari biasanya. Hal ini berguna demi memudahkan sel sperma untuk bergerak dan kemudian membuahi sel telur.

Jika lendir tersebut menjadi tidak normal maka dapat membuat proses tersebut jadi lebih sulit sehingga kehamilan menjadi terhambat.

  1. Tumor Jinak

Adanya tumor yang tumbuh di dalam rahim maupun di area sekitarnya yang menyebabkan kesuburan menjadi terganggu. Tumor ini disebut submucosal fibroid, biasanya tumor ini  jinak dan tidak bersifat kanker.

Biasanya tumor ini tumbuh di lapisan otot pada dinding rahim bahkan dapat menyebar hingga ke rongga rahim. Karena hal itulah kemudian menyebabkan sel telur yang telah dibuahi tak dapat menempel pada dinding rahim.

  1. Efek samping Penggunaan obat-obatan

Penggunaan obat -obatan tertentu dapat berpengaruh terhadap kesuburan seorang wanita. Bahkan pemakaian dalam jangka panjang dapat mengurangi kemungkinan hamil. Misalnya saja seperti.

  1. Obat-obatan golongan anti-inflamasi nonstreoid, misalnya golongan aspirin serta ibuprofen.
  2. Obat golongan antipsikotik (neuroleptik) yang dipergunakan untuk mengobati seseorang dengan gangguan psikotik. Obat ini dapat menyebabkan gangguan haid kondisi Obat tersebut terkadang membuat penggunanya tidak mendapat haid bahkan dapat meningkatkan risiko mandul.
  3. Obat-obatan untuk penderita edema seperti (Spironolakton)
  4. Obat-obatan untuk penderita kanker.
  5. Psikotropika atau narkoba misalnya ganja, karena dapat mengganggu siklus ovulasi normalm

Selain kondisi-kondisi yang disebutkan sebelumnya mengenai penyebab infertilitas, masih ada beberapa faktor yang mungkin memengaruhi kesuburan wanita.

  1. Kelainan bawaan

Sebagian lagi ada pula yang disebabkan karena adanya kelainan bawaan. Contohnya saja seperti septate uterus misalnya. Hal tersebut  dapat menyebabkan tidak hamil hingga mengalami keguguran yang terus berulang.

Demikian sedikit informasi tentang masalah kesuburan wanita. Jika Anda ingin mengetahuinya lebih pasti, ada baiknya segera konsultasikan pada dokter spesialis kandungan yang terpercaya.

Jangan lupa untuk datang bersama pasangan, sebab  masalah kesuburan tak hanya dikarenakan oleh wanita tetapi peran kedua pasangan memiliki peran yang seimbang karenanya perlu diperiksa lebih mendalam. Semoga bermaanfaat.

This div height required for enabling the sticky sidebar