Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Kehamilan / Jenis-jenis Keguguran yang Patut Diwaspadai Ibu Hamil

Jenis-jenis Keguguran yang Patut Diwaspadai Ibu Hamil

/
/
56 Views

Keguguran adalah salah satu bentuk dari kehilangan kehamilan yang terjadi ketika usia kehamilan masih kurang dari 20 minggu. Terdapat beberapa jenis keguguran, tetapi yang paling umum adalah keguguran di awal kehamilan

Keguguran di tahap awal kehamilan umumnya terjadi ketika usia kehamilan masih kurang dari 8 minggu.

Ini adalah salah satu hal yang sangat mengerikan bagi ibu hamil. Selain mengalami kehilangan janin atau janin gagal tumbuh, ibu masih harus menerima perawatan berupa kuret atau prosedur operasi sesuai penyebab keguguran yang dialami.

Jenis-jenis keguguran pada Ibu hamil
Jenis-jenis keguguran pada Ibu hamil

Meskipun menyebabkan janin tidak jadi tumbuh, tidak semua keguguran pada Ibu hamil sama. Berikut ini jenis-jenis keguguran yang perlu diwaspadai Ibu hamil:

  1. Abortus terancam/ Threatened miscarriage

Abortus terancam adalah salah satu jenis keguguran dimana janin yang ada dalam kandungan masih bisa dipertahankan untuk diselamatkan.

Keguguran ini biasanya terjadi pada ibu hamil yang baru pertama kali dan diawali dengan beberapa tanda ringan seperti pendarahan.

Terkadang juga tidak disertai dengan pendarahan tapi dengan flek ringan yang diikuti dengan kram pada area punggung bawah. Keguguran ini bisa terjadi sejak awal kehamilan sehingga sering diremehkan oleh ibu hamil.

Ketika ibu hamil mengalami keguguran terancam maka segera pergi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan. Dokter akan melakukan berbagai prosedur untuk melihat kondisi janin termasuk dengan USG.

Kemudian cara perawatan untuk mempertahankan janin dilakukan dengan istirahat total yang lebih baik dilakukan di rumah sakit, tidak melakukan aktifitas yang berat selama hamil atau paling tidak sampai janin aman.

Ibu hamil dengan riwayat keadaan ini juga sebaiknya tidak berhubungan intim karena bisa mengganggu kehamilan.

  1. Keguguran Tak Terelakkan/ Inevitable Miscarriage

Kemudian jenis keguguran yang lain adalah keguguran yang tidak bisa dihindari atau tak terelakkan. Ini adalah keguguran yang paling sering terjadi saat baru awal kehamilan.

Keguguran sering ditandai dengan nyeri perut yang sangat parah, kram pada perut bawah, dan kemudian diikuti dengan pendarahan yang banyak dari vagina.

Jika sudah terjadi pendarahan maka keguguran tidak bisa diselamatkan. Hal ini karena leher rahim sudah melebar sehingga janin siap keluar dari tubuh ibu.

  1. Abortus Inkomplit / Incomplete miscarriage

Kasus keguguran inkomplit berarti bahwa ibu telah mengalami keguguran karena sebagian janin yang terbentuk sudah keluar dari rahim.

Kemudian kehamilan tidak mungkin bisa dipertahankan lagi karena sudah tidak ada janin yang sempurna.

Keguguran ini sering menyebabkan ibu mengalami rasa sakit yang parah karena pendarahan akan sangat banyak dan nyeri perut yang berat.

Pendarahan yang keluar dari jalan lahir akan diikuti dengan gumpalan-gumpalan dan daging janin.

Dalam pemeriksaan USG biasanya dokter akan menemukan beberapa jaringan janin tidak bisa keluar dari rahim sehingga rahim tidak bersih. Untuk menyelamatkan kondisi rahim maka proses kuret sangat dianjurkan.

  1. Abortus komplit / Complete miscarriage

Sementara itu keguguran dengan abortus kompit berarti bahwa janin yang sudah tidak dapat bertahan telah keluar dari rahim sepenuhnya.

Rahim ibu mungkin sudah bersih dari janin tapi darah yang terbentuk sebagai lapisan untuk mendukung janin mungkin tidak bisa keluar.

Dengan pemeriksaan USG dokter bisa mengetahui kondisi rahim yang sebenarnya. Jika memang rahim tidak bisa bersih maka akan dilakukan kuret.

Jika rahim sudah bersih dan tidak berbahaya untuk organ reproduksi ibu maka tidak akan dilakukan kuret dan cukup diberi obat-obatan.

  1. Keguguran terlewatkan / Missed misscariage

Keguguran terlewatkan terjadi ketika janin memang meninggal sudah lama atau sejak awal kehamilan tapi jaringan janin terus ada dalam rahim ibu.

Jenis keguguran ini biasanya tetap membuat ibu merasakan berbagai tanda kehamilan. Hal ini karena tubuh ibu terus memproduksi hormon kehamilan.

Tapi seiring waktu kemudian semua tanda kehamilan akan menurun secara perlahan. Setelah itu ibu bisa mengalami keputihan dan kram serta biasanya memang diremehkan.

Keguguran ini biasanya terungkap dalam pemeriksaan USG oleh dokter kandungan.

  1. Keguguran berulang

Keguguran berulang adalah keguguran yang terjadi selama lebih dari dua atau tiga kali kehamilan secara berturut-turut.

Meskipun ini hanya dialami oleh sebagian perempuan tapi termasuk kasus yang cukup menyedihkan.

Ada beberapa penyebab keguguran berulang seperti kelainan kromosom pada janin, thrombophilia, sindrom Hughes atau APS, gangguan pada leher rahim, gangguan hormon, infeksi kelamin, masalah usia, dan kebiasaan hidup yang tidak sehat.

Keguguran menyebabkan Ibu hamil bersedih
Keguguran menyebabkan Ibu hamil bersedih
  1. Hamil kosong

Jenis keguguran yang disebabkan oleh hamil kosong sebenarnya terjadi proses pembuahan sel telur oleh sel sperma. Tapi telur yang sudah melekat pada dinding usus tidak bisa berkembang menjadi embrio.

Keguguran ini juga terjadi pada saat awal kehamilan. Akhirnya calon embrio yang terbentuk kosong atau keropos, lalu kantung kehamilan tidak memiliki isi embrio.

Ibu yang mengalami keguguran ini harus melewati proses operasi untuk mengeluarkan kantung kehamilan atau dengan kuret.

Anehnya kehamilan dengan masalah ini juga membuat ibu merasakan berbagai tanda kehamilan seperti terlambat menstruasi, morning sickness, perut kembung, dan kram.

  1. Keguguran kimia

Keguguran kimia adalah keguguran yang terjadi ketika kehamilan baru memasuki minggu ke 4 atau ke 5. Biasanya jenis keguguran yang satu ini terjadi ketika ibu belum melakukan pemeriksaan USG sehingga sulit untuk dideteksi.

Hal ini karena USG tidak bisa melakukan deteksi saat proses kehamilan baru terjadi.

Pada proses kehamilan ini juga terjadi pembuahan sel telur oleh sel sperma yang kemudian sel telur tidak bisa bertahan hidup.

Karena kehamilan kimia tidak bisa terdeteksi dengan cepat sehingga jika ibu merasakan tanda yang aneh maka segera pergi ke dokter untuk pemeriksaan dan perawatan.

  1. Keguguran trimester pertama

Sesuai dengan namanya maka ini adalah jenis keguguran yang terjadi pada trimester pertama kehamilan.

Keguguran terjadi dengan berbagai sebab sepertiĀ  proses pembuahan yang tidak sempurna, kesehatan ibu yang buruk, gangguan pada organ reproduksi ibu dan juga masalah pada janin seperti kelainan kromosom.

Keguguran ini biasanya selalu ditandai dengan flek, pendarahan vagina, nyeri punggung bawah dan juga hilangnya gejala kehamilan.

  1. Keguguran trimester kedua

Keguguran yang terjadi pada trimester kedua biasanya terjadi sejak awal minggu ke 12 sampai akhir minggu ke 20. Kasus keguguran ini biasanya hanya terjadi dengan kondisi medis tertentu baik pada ibu maupun pada janin.

Sehingga sangat jarang terjadi kasus keguguran di trimester kedua.

  1. Keguguran ektopik

Keguguran ektopik adalah jenis keguguran yang terjadi karena kehamilan ektopik. Kehamilan ini dimulai dengan munculnya embrio yang berasal dari pembuahan sel telur dan sel sperma.

Tapi hasil dari embrio tersebut tidak tertanam dalam rahim tapi ke bagian luar rahim seperti tuba falopi.

Keguguran ini diawali dengan pendarahan, sakit kepala, muntah dan gejala lain. Keguguran ini bisa menyebabkan kematian ibu sehingga sangat berbahaya dan harus segera ditangani dokter.

  1. Kehamilan molar

Kehamilan molar adalah jenis kehamilan ketika pertumbuhan janin terjadi tidak normal. Akhirnya yang tumbuh bukan janin tapi hanya bentuk jaringan yang berkembang.

Kehamilan ini harus segera dirawat karena sangat berbahaya untuk organ reproduksi ibu. Tindakan operasi bisa dilakukan untuk mengambil jaringan yang tumbuh.

Demikian jenis-jenis keguguran yang perlu diwaspadai Ibu hamil. Setiap keguguran bisa memberikan tanda yang berbeda sesuai dengan masalahnya. Karena itu semua ibu hamil harus melakukan pemeriksaan sejak awal kehamilan sehingga segera tahu jika ada kelainan.

Sumber:

https://parenting.firstcry.com/articles/12-types-of-miscarriage-that-you-should-know/
https://www.pregnancybirthbaby.org.au/types-of-miscarriage