Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Gangguan Kehamilan / 9 Jenis Gangguan Kehamilan

9 Jenis Gangguan Kehamilan

/
/
12 Views

Seiring dengan usia kehamilan yang semakin bertambah, beberapa jenis gangguan kehamilan kerap dialami oleh Ibu hamil, mulai dari mual dan muntah sampai dengan Eclampsia.

Masa kehamilan adalah salah satu momen paling indah dalam hidup seorang wanita. Menantikan kehadiran sang buah hati selama 9 bulan membuat seorang wanita menjadi sosok yang jauh lebih kuat dan matang dalam menjalani hidup.

Namun sayangnya, tidak semua kehamilan berjalan dengan baik sesuai dengan keinginan. Kadang kala ada saja gangguan pada kehamilan yang membuat seorang bumil jadi cemas. Apalagi jika kehamilan tersebut adalah kehamilan pertama.

Untuk lebih mengetahui tentang gangguan kehamilan pada ibu hamil, berikut kami paparkan beberapa gangguan kehamilan yang mungkin terjadi pada ibu hamil:

  1. Muntah

Muntah mungkin menjadi salah satu tanda kehamilan yang umum terjadi. Namun jika frekuensi muntah sudah tidak normal lagi bahkan menimbulkan rasa lemas pada ibu hamil, maka harus diwaspadai.

Gejala muntah yang normal biasanya terjadi pada pagi hari dan akan semakin berkurang pada siang hari.

Gejala muntah pada ibu hamil juga akan semakin berkurang ketika usia kandungan semakin bertambah. Namun jika gejala muntah semakin parah, maka ada baiknya untuk memeriksakan kandungan.

Mual dan muntah adalah gangguan kehamilan yang umum
Mual dan muntah adalah gangguan kehamilan yang umum
  1. Obesitas

Masalah pada kehamilan yang lain adalah masalah berat badan. Memang benar bahwa memang sudah seharusnya seorang ibu hamil memiliki kenaikan berat badan.

Namun perhatikan pula kenaikan berat badan pada ibu hamil, apakah normal atau justru berlebihan.

Kenaikan berat badan yang terlalu berlebihan dapat menyebabkan obesitas.

Obesitas pada ibu hamil akan mempersulit ibu hamil untuk bergerak, bahkan dapat mengancam keselamatan si ibu saat melahirkan nanti.

Ada baiknya untuk menjaga pola makan sehat agar berat badan tetap stabil. Hindari makan makanan berlemak atau mengandung gula yang tinggi untuk menghindari kenaikan berat badan yang berlebihan.

Jangan lupa pula untuk tetap aktif bergerak agar lemak jahat pada tubuh tetap terkontrol.

  1. Anemia

Anemia yang dialami oleh ibu hamil dapat menyebabkan rasa pusing, lemas, wajah pucat, dan mata berkunang-kunang. Anemia adalah gangguan kehamilan yang berbahaya jika tidak segera diatasi.

Anemia yang dialami oleh kurangnya zat besi dalam tubuh. Seorang ibu hamil memang sangat membutuhkan kandungan zat besi dalam jumlah yang tinggi.

Janin yang dikandungnya akan menyerap zat besi dari tubuh sang ibu jika ia tidak mendapatkan zat besi yang cukup.

Namun jika zat besi yang didapatkan dari tubuh sang ibu juga sedikit, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada plasenta bahkan besar kemungkinan terjadinya pendarahan pada saat persalinan.

Untuk menghindari hal ini, seorang ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi banyak makanan yang mengandung zat besi tinggi, seperti sayuran hijau.

Dokter juga bisa memberikan tambahan suplemen zat besi agar jumlah zat besi dalam tubuh mencukupi.

  1. Nyeri perut hebat
Nyeri perut adalah gangguan pada kehamilan
Nyeri perut adalah gangguan pada kehamilan yang kerap dialami Ibu hamil

Gangguan kehamilan lainnya adalah rasa nyeri yang sangat hebat pada bagian perut.

Rasa nyeri ini menyebabkan perut ibu hamil menjadi terasa sangat sakit. Hal ini biasanya disebabkan karena adanya gangguan pencernaan.

Gangguan pencernaan yang terjadi bisa diakibatkan karena salah memilih makanan.

Kualitas makanan pada ibu hamil memang harus dijaga dengan baik karena setiap asupan gizi yang diterima akan disalurkan ke dalam rahim.

Bayi yang tidak mendapatkan nutrisi yang cukup dapat mengalami hambatan dalam perkembangannya di dalam rahim.

Bahkan jika seorang ibu hamil sampai mengalami keracunan makanan, bayi di dalam rahim juga dapat mengalami kekurangan oksigen yang mengakibatkan kematian.

  1. Tidak ada gerakan janin di bulan kelima

Hal normal yang seharusnya terjadi pada seorang ibu hamil adalah merasakan gerakan janin pada bulan kelima.

Jika seorang ibu hamil tidak bisa merasakan gerakan janin sedangkan ia telah mencapai bulan kelima, maka ia wajib waspada, karena kemungkinan ada gangguan kehamilan.

Gerakan janin yang tidak terasa pada bulan kelima bisa disebabkan karena bayi mengalami hambatan dalam perkembangannya di dalam janin atau justru malah janin sudah mati.

Jika janin memang sudah mati, maka harus segera dikeluarkan dari dalam rahim sang ibu.

  1. Kencing manis

Ibu hamil yang sering kali makan tanpa kontrol biasanya akan mengalami kenaikan berat badan yang berlebihan.

Kenaikan berat badan yang berlebihan ini juga dapat menyebabkan gangguan kencing manis. Kencing manis yang bisa menjadi pertanda penyakit diabetes harus segera diatasi.

Gejala yang biasanya akan dialami oleh ibu hamil adalah sering merasa haus dan lapar, serta rasa malas bergerak.

Kencing manis harus segera diatasi karena sangat berdampak pada perkembangan anak di dalam rahim. Begitu pula dengan resiko terjadinya pendarahan yang hebat pada saat persalinan.

Seorang ibu yang mengalami diabetes dapat menurunkan penyakit diabetesnya melalui gen kepada anak yang dikandungnya, maka dari itu sangat dianjurkan untuk menjaga pola makan selama masa kehamilan.

Mitos mengenai makan banyak untuk dua porsi merupakan anggapan yang salah karena harusnya yang diperbanyak adalah asupan nutrisinya bukan jumlah makanannya.

  1. Infeksi pada ibu hamil

Infeksi dapat terjadi pada siapa saja, termasuk ibu hamil. Ibu hamil yang mengalami infeksi dapat menyalurkan bakteri ke dalam janin meskipun letak bagian tubuh yang terinfeksi tidak berada di dekat janin.

Gangguan kehamilan ini dapat menyebabkan demam tinggi akibat adanya infeksi, dimana infeksi ini akan berdampak buruk juga pada bayi yang dikandungnya.

Maka dari itu, ibu hamil harus segera mendapatkan penanganan jika terjadi infeksi. Infeksi yang paling berbahaya bagi ibu hamil adalah infeksi pada bagian mulut rahim.

Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada tumbuh kembang bayi di dalam janin, bahkan dapat meningkatkan resiko pendarahan pada saat persalinan nanti.

  1. Keluar darah

Gangguan kehamilan yang kerap dialami ibu hamil selanjutnya adalah keluarnya darah segar dari tempat keluarnya bayi. Jika darah yang keluar cukup banyak, maka ibu hamil harus segera mendapatkan penanganan medis.

Pendarahan yang terjadi sebelum HPL bisa disebabkan kemungkinan adanya keguguran. Namun jika seorang ibu hamil mendapatkan pertolongan dengan cepat, maka kemungkinan bayi masih bisa diselamatkan cukup besar.

Namun jika terlambat, maka kecil kemungkinan untuk selamat. Namun jika darah yang keluar sedikit atau hanya seperti bercak saja, maka ibu hamil tidak perlu terlalu khawatir.

Bercak darah biasa terjadi pada saat kehamilan, terutama pada trimester pertama.

  1. Eclampsia

Eclampsia adalah salah satu gangguan kehamilan yang paling ditakuti. Eclampsia biasanya dialami oleh ibu hamil yang memiliki kenaikan berat badan lebih dari 1 kg dalam satu minggu.

Penyakit yang satu ini dapat menyebabkan kejang-kejang, koma, hingga kematian. Bukan hanya kematian pada sang ibu, tapi juga pada bayi yang ada di dalam rahim.

Kondisi ini memang jarang terjadi namun tetap harus diwaspadai terutama bagi wanita hamil yang mengalami kenaikan berat badan secara berlebihan dan mempunyai tekanan darah tinggi.

Itulah 9 jenis-jenis gangguan kehamilan yang biasa terjadi pada ibu hamil. Meskipun banyak gangguan yang akan dialami, namun masa kehamilan adalah masa yang paling ditunggu dan tak terlupakan bagi seorang ibu.

Demikianlah artikel pengenhamil.com yang singkat ini, semoga dapat menambah wawasan kita semua. Terima kasih.

This div height required for enabling the sticky sidebar