Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Gangguan Kehamilan / Jenis-Jenis Cacat Lahir Pada Bayi

Jenis-Jenis Cacat Lahir Pada Bayi

/
/
241 Views

Cacat lahir adalah kondisi kelainan bawaan yang dialami janin sejak berada dalam rahim Ibu. Ada banyak jenis cacat lahir diantaranya cacat jantung bawaan dan cacat bibir sumbing.

Cacat pada janin bukanlah hal yang mudah untuk dicegah karena penyebabnya yang terkadang sulit untuk dideteksi sejak hamil.

Tapi sukurlah karena sekarang sudah ada tes skrining untuk mengetahui apakah bayi dalam kandungan mengalami cacat lahir atau tidak.

Jenis cacat lahir pada bayi
Jenis cacat lahir pada bayi

Baca juga: Penyebab Bayi Lahir Prematur

Lalu apa saja jenis-jenis cacat lahir pada bayi? Berikut ini penjelasan lengkapnya.

  1. Cacat kaki Clubfoot

Clubfoot atau juga disebut dengan kaki pengkor ternyata menjadi jenis cacat lahir yang bisa terjadi pada semua bayi di seluruh dunia. Angka perbandingan cacat ini adalah menyerang setiap 1 bayi diantara 1000 bayi.

Cacat yang sudah terjadi sejak lahir ini memiliki rasio yang lebih tinggi menyerang bayi laki-laki daripada bayi perempuan.

Cacat kaki pengkor tidak hanya menyerang pada bagian kaki itu sendiri tapi juga pada pergelangan kaki dan semua bagian kaki.

Penyebab yang jelas dari masalah ini termasuk riwayat genetik dalam keluarga dan paparan kimia dari lingkungan yang buruk selama hamil.

Cacat ini bisa dilihat dengan kondisi kaki bayi yang masuk ke dalam atau keluar, bisa menyerang satu kaki atau dua kaki.

Meskipun cacat ini terlihat menyakitkan namun tidak dan sama sekali tidak mempengaruhi perkembangan lain termasuk saat bayi mulai bicara atau berdiri.

Dokter biasanya akan membantu memulihkan kondisi kaki dengan pemasangan alat seperti gips, sepatu khusus, terapi dan operasi. Perawatan perlu dilakukan sejak masih bayi karena tulang bayi saat itu masih mudah dibentuk.

  1. Cacat jantung bawaan

Cacat jantung bawaan adalah jenis cacat lahir yang terjadi sejak bayi masih ada dalam kandungan. Cacat ini bisa terjadi pada 1 diantara 110 kelahiran bayi.

Penyebab kelainan ini bisa terjadi karena pengaruh genetik dalam keluarga dan masalah gangguan perkembangan janin saat proses pembentukan jantung.

Terkadang ada jenis cacat jantung bawaan yang sangat ringan dan baru terdeteksi setelah bayi berusia beberapa bulan.

Dokter akan menemukan kelainan ini dengan pemeriksaan detak jantung dimana ditemukan suara mur mur yang tidak jelas, detak jantung yang sangat lambat dan detak jantung yang lebih cepat.

Sebagian jenis cacat bisa menyebabkan jantung tidak berfungsi normal sehingga peredaran darah tidak sempurna. Dan ada juga yang tidak bisa memompa darah sampai ke paru-paru dan bagian tubuh yang lain.

Cacat jantung sejak lahir ini bisa ditandai pada bayi baru lahir dengan melihat detak jantung yang lebih cepat, kulit bayi kebiruan, nafas bayi cepat, dan bengkak pada kaki, tangan dan mata.

Perawatan bisa dilakukan sesuai dengan jenis cacat jantung termasuk dengan tindakan operasi, obat dan alat pacu jantung.

  1. Cacat bibir sumbing dan langit-langit mulut

Lalu jenis cacat lahir pada bayi yang sangat umum adalah seperti cacat yang menyerang area mulut seperti bibir sumbing dan cacat pada langit-langit mulut.

Jenis cacat ini banyak terjadi pada orang Asia termasuk Indonesia.

Ada beberapa penyebab yang jelas dari jenis cacat ini termasuk riyawat dalam keluarga, faktor gizi buruk pada ibu hamil, proses pembentukan mulut dan langit-langit yang tidak sempurna dan juga paparan bahan kimia.

Jika bayi terkena cacat bibir sumbing maka bisa terlihat jika ada bagian bibir yang tidak tersambung pada bibir atas. Jika cukup parah maka biasanya lubang terbentuk sampai hidung yang akan membuat anak nantinya sulit bicara.

Kemudian ketika bayi mengalami cacat pada celah langit-langit maka mereka akan sulit untuk minum ASI dan makan.

Dua jenis cacat ini bisa diatasi dengan operasi untuk membantu membentuk jaringan yang masih kurang. Biasanya operasi dilakukan ketika bayi berusia 6 sampai 12 bulan agar tidak mengganggu perkembangan anak.

  1. Cacat Spina Bifida

Spina bifida adalah jenis cacat pada tabung syaraf yang biasanya terjadi akibat ibu hamil kekurangan asam folat.

Proses pembentukan tabung syaraf bayi dimulai sejak masih embrio yang kemudian akan menutup sempurna sampai usia kandungan lebih tua.

Ketika ibu kekurangan asam folat pada awal kehamilan maka risiko cacat ini akan meningkat. Karena itu sebelum hamil sebaiknya ibu sudah mulai mendapatkan asam folat.

Cacat tabung syaraf biasanya akan membuat bayi berada dalam kondisi berbahaya atau tidak sesuai tingkat keparahan cacat.

Jika cacat sangat parah maka operasi harus dilakukan tidak lebih dari 48 jam sejak dilahirkan.

Perawatan lanjutan bisa diperlukan selama masa perkembangan anak termasuk menggunakan kursi roda dan kruk untuk berjalan normal.

  1. Cacat anggota tubuh

Kemudian jenis cacat lahir yang sangat umum lainnya adalah jenis cacat anggota tubuh, dimana bayi lahir dengan kondisi anggota tubuh yang tidak lengkap atau berlebihan.

Penyebab cacat ini dipercaya ketika ibu hamil terkena bahan kimia dan virus yang kemudian menyerang janin.

Perawatan yang diperlukan termasuk seperti terapi, pemasangan alat bantu, pemasangan anggota tubuh palsu atau prostetik.

Terapi fisik dan mental juga diperlukan untuk membantu anak tumbuh seperti anak normal meskipun memiliki kekurangan.

  1. Penyakit sel sabit

Penyakit sel sabit adalah jenis penyakit yang akan menyebabkan rusaknya atau lemahnya organ vital tubuh akibat jenis darah merah yang tidak sempurna. Penyakit ini akan menyerang produksi hemoglobin sehingga tubuh anak menjadi tidak normal.

Bentuk sel darah merah yang normal tidak bulat tapi seperti bulan sabit atau melengkung seperti pisang. Kemudian sel sabit ini akan dirusak oleh limpa dan hati sehingga tubuh terkena anemia.

Bayi yang mengalami cacat ini akan sangat pucat, lesu, sulit bernafas dan bisa meninggal ketika masuk tahap kritis.

Penyakit ini juga sering memicu komplikasi termasuk infeksi bakteri ringan yang bisa menjadi sangat buruk. Perawatan yang diperlukan tidak bisa menyembuhkan tapi bisa membantu tingkat keparahan misalnya dengan transfusi darah.

  1. Phenylketonuria (PKU)

PKU adalah jenis cacat lahir pada metabolisme yang akan menyebabkan tubuh bayi tidak menghasilkan enzim fenilalanin yang berfungsi untuk memecah protein.

Ketika masalah ini tidak dirawat dengan tepat maka protein bisa meningkat cepat dan menyerang organ tubuh yang menyebabkan kelainan mental.

Perawatan yang diperlukan berupa pengaturan diet untuk bayi dan bayi tidak bisa menerima ASI atau susu sapi sehingga hanya bisa minum jenis susu khusus.

Penyakit ini harus dipantau secara rutin termasuk ketika anak sudah dewasa sehingga dalam kondisi tertentu bisa diatasi dengan cepat.

  1. Sindrom Fragile X

Ini adalah jenis cacat yang dipengaruhi oleh pembentukan kromosom yang kurang sempurna.

Cacat ini akan menyebabkan bayi memiliki bentuk wajah yang aneh seperti telinga yang besar, wajah lonjong, kaki sangat datar, gigi sangat banyak, testis yang besar, cacat pada langit-langit, gangguan jantung, dan juga autis.

Bayi yang terkena cacat ini juga sangat mudah kejang dan risiko bisa terjadi sepanjang hidup.

Namun dalam jenis cacat yang ringan tidak ditunjukkan dengan gejala fisik tersebut tapi terjadi perkembangan tubuh yang sangat lambat atau tidak normal.

  1. Sindrom Down

Jenis cacat lahir pada kromosom lainnya adalah masalah sindrom Down dimana jenis cacat ini akan menyebabkan gangguan mental dan fisik pada anak.

Biasanya fisik bayi terlihat jelas dengan adanya mata yang lebih kecil, bentuk telinga yang melipat ke atas, mulut sangat kecil, lidah besar sampai keluar mulut, hidung rata, leher sangat pendek, jari – jari tangan dan kaki lebih pendek.

Anak yang menderita sindrom down biasanya memiliki masalah mental namun bisa diterapi sehingga diharapkan bisa hidup normal ketika dewasa.

Inilah semua jenis cacat lahir yang sangat umum. Meskipun cacat lahir tidak bisa dicegah namun sangat penting untuk menjaga kehamilan sehingga bayi yang lahir nanti bisa tumbuh sehat dan normal.