15 Jenis Makanan Mentah yang Wajib Dihindari Ibu Hamil

Salah satu kebiasaan yang selama ini sering dilakukan ibu hamil adalah mengonsumsi makanan mentah. Seperti makanan yang menggunakan lalapan yang memang menyegarkan.

Tapi ada beberapa dilema ketika ibu hamil mengonsumsi makanan mentah. Dampak negatif bisa terjadi pada janin dan dampaknya tersebut sangat fatal.

Janin menerima makanan langsung dari tubuh ibu. Apapun yang dimakan ibu maka bisa sampai ke tubuh janin, termasuk makanan mentah.

Padahal makanan mentah yang belum diolah tentu mengandung bakteri dan kuman. Jika masuk ke dalam tubuh janin yang masih lemah daya tahannya tentu saja akan berbahaya.

Berikut ini adalah berbagai jenis makanan mentah yang wajib dihindari ibu hamil karena sangat berbahaya.

  1. Daging sapi
Ibu hamil wajib hindari makanan mentah seperti ikan

Ibu hamil wajib hindari makanan mentah seperti ikan dan daging sapi

Daging sapi mentah terkadang dicampurkan ke beberapa masakan segar. Ini memang bukan termasuk tradisi masyarakat Indonesia, tapi beberapa orang menyukai daging mentah.

Daging mentah sangat berbahaya untuk ibu dan janin karena mengandung sumber infeksi. Seperti misalnya listeria,toxoplasma, dan salmonella.

Selain itu kemungkinan daging sapi mentah juga mengandung cacing hati dan bisa berbahaya untuk ibu hamil manusia.

  1. Hati sapi

Mengonsumsi hati sapi juga sering menjadi kebiasaan ibu hamil. Ini karena hati sapi mengandung vitamin yang sangat lengkap.

Namun hati sapi untuk ibu hamil sebaiknya memang sudah dimasak sampai benar-benar matang sempurna.

Hati sapi sering mengandung cacing yang bisa menjadi sumber infeksi untuk ibu hamil. Jadi hindari saja semua kuliner yang berasal dari hati sapi.

  1. Telur

Ada ibu hamil yang percaya bahwa makan telur mentah dan madu sangat berkhasiat untuk janin. Tapi ternyata telur mentah bisa menyebabkan hal paling berbahaya untuk ibu dan janin.

Telur mentah mengandung toxoplasma dan salmonella. Infeksi bakteri salmonella tidak hanya akan mengenai ibu saja tapi juga janin.

Janin yang terkena infeksi ini biasanya tidak bisa bertahan sehingga ibu mengalami keguguran.

  1. Kerang

Kuliner kerang mentah juga sangat dilarang untuk ibu hamil. Kerang biasanya akan dimasak namun terkadang juga masih mentah karena kurang matang sempurna.

Kerang adalah hewan laut yang mungkin masih mengandung mercuri yang sangat tinggi. Masuknya mercuri ke dalam tubuh ibu bisa menyebabkan keracunan.

Keracunan makanan pada ibu hamil sering ditandai dengan mual, muntah, diare, keringat dingin dan kehilangan kesadaran.

Dampaknya sangat berbahaya karena racun bisa menyebar sampai ke janin.

  1. Ikan salmon

Hidangan ikan salmon mentan biasanya digunakan untuk bahan sushi. Makanan yang sangat populer ini sangat berbahaya untuk tubuh ibu dan janin.

Ikan salmon liar kemungkinan juga mengandung merkuri yang sangat tinggi. Keracunan toxoplasma dan salmonella juga mengancam ibu dan janin.

Toxoplasma adalah salah satu infeksi yang bisa menyebabkan bayi lahir cacat bawaan dan bisa memicu keguguran janin.

  1. Ikan tuna

Selain ikan salmon maka ibu hamil sebaiknya juga tidak mengonsumsi ikan tuna. Ikan tuna bisa menyebabkan keracunan karena mengandung bakteri dan bahan berbahaya seperti merkuri.

Ikan tuna matang sebaiknya juga dikonsumsi oleh ibu hamil dengan jumlah yang lebih sedikit. Ini karena kandungan merkuri pada ikan tuna yang memiliki habitat di laut bisa menyebabkan janin cacat.

Jika ibu hamil tetap ingin makan tuna maka lebih baik makan tuna kaleng. Tuna kaleng lebih sehat karena prosesnya menggunakan pasteurisasi.

  1. Cumi-cumi

Sama seperti ikan salmon maka cumi-cumi juga tidak boleh dimakan mentah. Cumi-cumi sering menjadi hidangan mentah terutama hidangan dari Jepang dan Korea.

Cumi cumi menjadi faktor penyebab keracunan dan alergi pada ibu hamil. Jika dimakan mentah maka infeksi dari cumi-cumi bisa menyebar ke tubuh ibu dan janin.

Reaksi keracunan dan alergi akibat cumi-cumi bisa menyebabkan sakit kepala parah, kram perut, wajah bengkak, gatal, mual, muntah, diare dan kehilangan kesadaran.

  1. Telur setengah matang

Telur yang dimasak setengah matang sebaiknya juga tidak dimakan ibu hamil. Telur setengah matang mengandung bakteri seperti salmonella dan toxoplasma.

Bakteri ini membutuhkan waktu masak sampai mendidih yaitu 100 derajat celcius. Bakteri biasanya tersimpan baik pada bagian kuning telur.

Sementara telur mentah biasanya menyisakan bagian kuning yang masih encer dan itulah bagian yang bisa menyebabkan ibu hamil terkena infeksi.

  1. Susu mentah

Susu mentah termasuk susu sapi atau susu kambing yang baru diperas sebaiknya juga tidak dikonsumsi ibu hamil.

Susu mentah mengandung bakteri salmonella listeria, E.coli,  dan cryptosporidiumbaik itu dari tangan yang memerah susu atau kandungan susu itu sendiri.

Untuk ibu hamil sebaiknya mengonsumsi susu khusus ibu hamil dimana nutrisinya dirancang untuk ibu hamil.

Selain itu mengonsumsi susu mentah juga bisa menyebabkan keracunan yang ditandai dengan diare, mual dan muntah.

  1. Sosis mentah

Ada beberapa jenis sosis yang terbuat dari daging mentah. Biasanya sosis ini memang harus dimakan dengan cara dimasak dulu seperti dikukus, direbus atau dibakar.

Sosis mentah mengandung daging mentah yang bisa berpotensi menularkan infeksi listeria pada ibu hamil. Listeria kemudian menyerang janin melalui plasenta dan bisa memicu keguguran.

  1. Keju tidak dipasteurisasi

Keju memang sangat bermanfaat untuk tubuh ibu hamil karena kaya dengan kalsium dan vitamin yang sangat lengkap. Tapi ibu hamil tidak boleh mengonsumsi keju yang tidak diolah dengan proses pasteurisasi.

Keju yang tidak melewati proses ini biasanya mengandung listeria. Untuk itu ibu lebih baik memilih kaju yang sudah diolah dan dinyatakan aman untuk ibu hamil.

  1. Buah yang tidak dicuci

Buah memang dikonsumsi dalam bentuk mentah. Namun untuk mendapatkan nutrisi seperti serat, vitamin, mineral dan bahan lain dari buah maka cucilah buah sebelum dimakan.

Termasuk untuk buah yang harus dikupas seperti mangga, apel dan buah lain. Buah yang tidak dicuci mengandung bakteri berbahaya seperti listeria dan E.colli yang berbahaya untuk ibu dan janin.

Reaksi pertama ketika terkena racun ini adalah muntah, mual, diare dan dehidrasi parah.

  1. Taoge

Jika ibu sering makan taoge mentah maka sebaiknya kebiasaan ini dihilangkan. Taoge memang lezat tapi lebih baik dimasak dulu.

Taoge yang langsung dimakan biasanya mengandung listeria, salmonella, dan E.coli. Infeksi ketiga sumber ini bisa menyebabkan keguguran, persalinan prematur, infeksi pada bayi saat baru lahir dan berbagai infeksi lain.

Hal yang paling parah adalah bahwa infeksi sering menyebabkan janin meninggal dalam kandungan.

  1. Sayuran

Semua sayuran mentah yang dikonsumsi sebagai lalapan sebaiknya tidak dikonsumsi ibu hamil. Berbagai jenis sayuran seperti kubis, terong, selada air, kecipir, buncis dan sayuran lain sebaiknya dikonsumsi setelah dimasak.

Sumber sayuran mentah bisa menyebabkan infeksi toksoplasmosis. Infeksi ini sangat berbahaya karena bisa menyerang janin.

Jika tidak mengalami keguguran maka biasanya bayi lahir cacat fisik dan organ tubuh.

  1. Pepaya setengah matang

Pepaya setengah matang sering dikonsumsi ibu hamil dalam bentuk salad. Ternayat pepaya setengah matang sangat berbahaya karena mengandung latex atau getah yang sangat banyak.

Getah ini bisa menyebabkan persalinan prematur karena bersifat merangsang kontraksi pada rahim ibu. Jika ingin makan pepaya maka pilihlah pepaya yang sudah matang.

Jadi itulah beberapa jenis makanan mentah yang wajib dihindari ibu hamil. Beberapa ibu hamil memang melanggar aturan ini karena ingin makanan segar. Tapi sebelumnya pertimbangkan dampaknya untuk janin dalam rahim.

Sumber artikel:

Tags: