Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Gangguan Kehamilan / Hamil Anggur

Hamil Anggur

/
/
258 Views

Banyak Ibu hamil yang akhirnya harus melepas kebahagiannya karena dinyatakan hamil anggur oleh dokter. Dalam dunia medis kondisi ini disebut mola hidatidosa.

Hamil anggur adalah suatu kondisi dimana hasil pembuahan sel sperma dan sel telur tidak berubah atau tidak berkembang menjadi janin.

Alih-alih menjadi janin, sel tersebut akhirnya berkembang menjadi jaringan asing atau abnormal yang memiliki bentuk bulatan-bulatan kecil seperti anggur.

Gejala Hamil Anggur

Hamil anggur sebenarnya merupakan sebuah kehamilan, hanya saja kehamilan yang gagal berkembang. Hal ini menyebabkan hamil anggur juga mempunyai gejala yang sama seperti hamil pada umumnnya.

Berikut ini adalah beberapa gejala hamil anggur:

  1. Pusing
  2. Mual dan muntah
  3. Lemas dan lesu
  4. Timbul rasa nyeri pada bagian panggul
  5. Tekanan darah tinggi
  6. Ukuran kehamilan lebih besar dibandingkan ukuran normal
  7. Adanya pendarahan pada vagina di masa trimester pertama kehamilan
  8. Muncul gelembung berbentuk anggur dari vagina
  9. Hipertiroidisme
  10. Anemia
  11. Keringat dingin
  12. Jantung berdegup keras

Baca juga: Ciri-Ciri Hamil Anggur

Penyebab Hamil Anggur

Gejala hamil anggur pada wanita hamil
Gejala hamil anggur pada wanita hamil

Hamil anggur disebabkan karena adanya kelainan kromosom. Kejadian ini bisa terjadi jika ketika terjadi pembuahan, sel telur yang dibuahi justru tidak mempunyai informasi genetika apapun atau dua sel sperma justru membuahi satu sel telur.

Hamil anggur sendiri terdiri dari dua macam, yakni:

  • Hamil anggur lengkap. Hamil anggur lengkap terjadi jika sel telur yang tidak mempunyai informasi genetika dibuahi dan tidak berkembang menjadi janin, melainkan berubah menjadi jaringan asing lain atau mola.
  • Hamil anggur parsial. Hamil anggur parsial terjadi jika 1 sel telur dibuahi oleh 2 sel sperma sekaligus sehingga berubah menjadi jaringan yang abnormal.

Jaringan yang abnormal atau biasa disebut mola ini akan semakin membesar dan memenuhi rahim layaknya janin biasa, maka dari itu hamil anggur harus segera ditangani sebelum jaringan tersebut semakin membesar dan menimbulkan banyak komplikasi.

Adapun beberapa faktor yang meningkatkan resiko terjadinya hamil anggur adalah sebagai berikut:

1. Usia ibu hamil

Seorang ibu hamil yang usianya berada di atas 40 tahun atau di bawah 15 tahun akan sangat rentan mengalami hamil anggur lengkap. Sedangkan hamil anggur parsial tidak dipengaruhi oleh usia ibu hamil.

2. Riwayat keguguran

Ibu hamil yang pernah mengalami abortus atau keguguran pada kehamilan sebelumnya akan lebih rentan mengalami hamil anggur.

Kondisi rahim yang belum begitu stabil dan siap untuk mewadahi jaringan baru menyebabkan mudahnya terjadi hamil anggur.

3. Etnis

Kebanyakan para wanita yang berasa dari Asia jauh lebih mudah terkena hamil anggur dibandingkan dengan wanita dari Eropa. Namun seiring perkembangan jaman, kasus hamil anggur semakin lama semakin merata di seluruh dunia.

4. Riwayat hamil anggur

Seorang ibu hamil yang pernah mengalami hamil anggur pada kehamilan sebelumnya memiliki resiko yang lebih besar untuk mengalami hamil anggur kembali.

Resiko hamil anggur akan meningkat 12 kali lipat dibandingkan dengan wanita yang tidak mempunyai riwayat hamil anggur.

Bagaimana Menangani Hamil Anggur

Ketika seorang ibu hamil mengalami beberapa gejala hamil anggur seperti di atas, diharapkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan yang lebih serius.

Dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu melalui USG dan pemeriksaan darah untuk memastikan bahwa jaringan yang berada di dalam rahim memang merupakan mola.

Melalui pemeriksaan darah, dokter akan memeriksa kadar hormon HCG atau human chorionic gonadotropin. Dalam kasus hamil anggur, kadar HCG dalam darah ibu hamil sangat tinggi dan tidak normal.

Selain itu, dokter juga akan memeriksa kemungkinan adanya kelainan medis lainnya melalui kadar hemoglobin dan hormon tiroid.

Selain pemeriksaan darah, dokter juga akan melakukan USG. USG dilakukan pada minggu ke-8 atau 9 untuk melihat kondisi di dalam rahim. Terdapat beberapa perbedaan bentuk yang bisa dilihat dari USG pada bentuk hamil anggur lengkap dan hamil anggur parsial.

Pada hamil anggur lengkap, kemungkinan USG akan menemukan kista ovarium, tidak terlihat adanya kantung ketuban atau air ketuban, tidak terlihat adanya pertumbuhan janin, dan terdapat kista plasenta yang justru mengisi seluruh rongga rahim.

Sedangkan pada hamil anggur parsial, USG kemungkinan besar akan menunjukkan adanya janin yang berkembang di dalam rahim namun tidak normal, jumlah air ketuban yang sangat sedikit, serta kista plasenta yang juga mengisi seluruh rongga rahim.

Ketika telah dipastikan bahwa ibu hamil memang mengalami hamil anggur, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan penanganan secepat mungkin.

Terdapat dua opsi penanganan yang akan dijalani oleh ibu hamil, yakni kuret dan pengangkatan rahim.

Kuret dilakukan untuk mengeluarkan mola atau jaringan asing yang berkembang di dalam rahim dengan cara memasukkan alat ke dalam rahim.

Sedangkan pengangkatan rahim dilakukan dengan operasi untuk mengangkat rahim jika wanita tersebut memang tidak ingin memiliki keturunan lagi.

Setelah melewati proses pengangkatan mola, pasien tetap harus mengikuti beberapa pemeriksaan secara rutin, terutama pemeriksaan hormon HCG.

Pasien yang masih memiliki kadar HCG yang tinggi akan mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Pasien diwajibkan untuk terus melakukan pemeriksaan HCG selama 2 minggu hingga 1 tahun untuk memastikan tidak ada lagi jaringan asing di dalam rahim.

Hal ini dikarenakan kadar HCG yang tinggi membuat wanita rentan terkena kista di dalam rahimnya.

Jika pasien menunjukkan gejala penyakit trofoblastik, maka ia harus mendapatkan penanganan khusus. Penyakit trofoblastik adalah penyakit tumor ganas pada wanita.

Penyakit trofoblastik umumnya dijumpai pada 1 dari 5 wanita. Penyakit ini jika dibiarkan akan berkembang menjadi kanker rahim.

Maka dari itu, jika dokter menemukan gejala trofoblastik, maka pasien akan disarankan untuk melakukan penanganan lebih lanjut atau bahkan mengikuti kemoterapi untuk menghilangkan tumor yang menempel pada rahim tersebut.

Cara Mencegah Hamil Anggur

Meskipun jumlah ditemukannya kasus hamil anggur kecil, namun jumlahnya wanita yang menderita hamil anggur di Indonesia justru meningkat setiap tahunnya.

Untuk menghindari terkena hamil anggur, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:

1. Memenuhi kebutuhan vitamin A

Ibu hamil yang memenuhi kebutuhan vitamin A hariannya akan terhindar dari hamil anggur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jumlah karoten yang dikonsumsi ibu hamil akan membantu mencegah terkena hamil anggur.

Namun pastikan pula bahwa ibu hamil tidak mengkonsumsi vitamin A secara berlebihan. Hal ini dikarenakan kelebihan vitamin A justru dapat menyebabkan keguguran.

2. Makan makanan bergizi

Selain memenuhi kebutuhan vitamin A, ibu hamil juga sangat disarankan untuk memakan makanan yang bergizi tinggi. Hal ini ditujukan untuk memenuhi asupan nutrisi harian serta menjaga imunitas bagi ibu hamil dan janin yang ada di dalamnya.

Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai hamil anggur. Hamil anggur bisa dialami oleh siapa saja, namun juga bisa dicegah. Lakukan pola hidup sehat mulai sekarang untuk mendapatkan janin yang sehat pula.

Sumber:

  1. https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/12/06/19/m5uw78-hamil-anggur-ini-dia-pemicunya
  2. https://www.alodokter.com/hamil-anggur.html
  3. https://bebeclub.co.id/article/tips-advice/hamil-anggur/
  4. https://www.alodokter.com/hamil-anggur.html