Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Gangguan Kehamilan / Gejala dan Bahaya Ibu Hamil Jika Mengalami Anemia

Gejala dan Bahaya Ibu Hamil Jika Mengalami Anemia

/
/
29 Views

Anemia adalah satu kondisi dimana kadar hemoglobin dalam darah sangat rendah. Hemoglobin berfungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Bagi ibu hamil, anemia menjadi salah satu jenis gangguan kehamilan yang harus diwaspadai. Anemia yang terjadi pada ibu hamil dapat membahayakan nyawa ibu hamil itu sendiri selama masa kehamilannya.

Terbukti bahwa dalam 500 ribu kematian ibu hamil di seluruh dunia, sebanyak 40-60% penyebab utama dari kematian tersebut adalah karena anemia. Maka dari itu, anemia sudah seharusnya menjadi hal yang patut mendapatkan perhatian khusus.

Meskipun 41,8% ibu hamil mengalami anemia, namun sebenarnya anemia dapat ditangani jika ibu hamil segera melakukan pencegahan sejak dini. Tetap mengontrol kesehatan selama kehamilan menjadi kewajiban penting bagi ibu hamil.

Penyebab Anemia pada Ibu Hamil

Gejala dan bahaya anemia pada Ibu hamil
Pusing-pusing adalah gejala anemia pada Ibu hamil

Adapun beberapa penyebab anemia pada ibu hamil adalah sebagai berikut:

1. Kekurangan zat besi

Bagi seorang ibu hamil, zat besi merupakan salah satu nutrisi penting yang wajib dipenuhi selama masa kehamilan. Zat ini sangat diperlukan untuk mengangkut oksigen dan nutrisi penting lainnya ke seluruh tubuh, terutama ke dalam janin.

Namun sayangnya, banyak ibu hamil justru kekurangan zat besi. Hal ini bisa disebabkan sulitnya makan akibat rasa mual pada saat kehamilan atau faktor lainnya.

Bagi ibu hamil yang mengalami anemia defisiensi besi (ADB), biasanya dianjurkan untuk meminum suplemen penambah zat besi agar terhindar dari berbagai komplikasi anemia yag membahayakan.

Untuk menghindari kekurangan zat besi, sebaiknya ibu hamil rutin mengkonsumsi sayuran berwarna hijau, daging, ikan, dan hati.

2. Umur

Faktor umur ibu hamil juga sangat berpengaruh pada gejala anemia. Bagi ibu hamil yang berusia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, anemia akan sangat mudah menyerang.

Ibu hamil yang berada dalam usia yang beresiko tersebut sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan kandungan ke dokter karena bukan hanya anemia, tapi ada banyak resiko penyakit lain yang harus dihadapi.

3. Infeksi atau penyakit

Ibu hamil yang mengalami infeksi atau penyakit juga akan mudah mengalami anemia. Ketika mengalami infeksi atau penyakit, maka tubuh ibu hamil akan sangat sulit menyerap nutrisi penting terutama zat besi sehingga tubuh akan mudah mengalami anemia.

4. Kelahiran terlalu dekat

Jarak kelahiran yang terlalu dekat juga akan meningkatkan resiko terkena anemia.

Hal ini disebabkan tubuh masih dalam proses pemulihan setelah melahirkan yang mengeluarkan banyak darah yang otomatis akan menyebabkan kekurangan zat besi.

Dalam kondisi yang lemah ini tubuh harus kembali menyiapkan banyak nutrisi seperti zat besi untuk kehamilan selanjutnya yang terlalu dekat.

Usahakan untuk selalu menjaga jarak kelahiran karena bukan hanya resiko anemia, tapi banyak resiko kehamilan lain yang harus dihadapi jika kelahiran terlalu dekat.

5. Hamil kembar

Hamil kembar tentunya juga memerlukan nutrisi yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan kehamilan satu anak. Ibu yang mengalami hamil kembar memiliki resiko yang jauh lebih besar terkena anemia dibandingkan ibu hamil satu anak.

Gejala anemia

Bagi ibu hamil yang mengalami beberapa gejala anemia sebaiknya segera waspada dan melakukan penanganan dengan segera. Adapun beberapa gejala anemia yang patut diwaspadai adalah sebagai berikut:

  1. Mudah lelah
  2. Lemah dan lesu
  3. Pucat
  4. Sesak nafas
  5. Detak jantung tidak beraturan
  6. Nyeri pada bagian dada
  7. Sakit kepala
  8. Gatal-gatal
  9. Sariawan pada bagian pinggir mulut
  10. Kerontokan rambut
  11. Adanya perubahan pada indera perasa
  12. Sulit untuk konsentrasi
  13. Keringat dingin

Bahaya anemia bagi ibu hamil

Sebagaimana telah dikatakan sebelumnya, anemia pada ibu hamil tidak bisa disepelekan karena akan mengancam nyawa ibu dan juga bayi dalam kandungan selama masa kehamilan.

Adapun beberapa bahaya anemia yang patut diwaspadai adalah sebagai berikut:

1. Keguguran

Anemia dapat menyebabkan terjadinya abortus atau keguguran. Hal ini disebabkan janin kekurangan oksigen dan nutrisi penting lain untuk bertahan hidup sehingga menyebabkan kematian pada bayi.

2. BBLR

Berat badan lahir rendah atau BBLR pada bayi yang dilahirkan banyak diakibatkan karena sang ibu mengalami anemia selama masa kehamilan.

Perkembangan bayi di dalam janin tidak optimal akibat kekurangan nutrisi selama hamil sehingga bayi pun lahir dengan berat badan yang rendah.

Bayi yang lahir dikatakan mengalami BBLR jika beratnya di bawah 2500 gram dan mengalami BBLR ekstrim jika di bawah 2000 gram.

Bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah dapat menyebabkan timbulnya beberapa penyakit pada bayi selama masa pertumbuhannya nanti.

3. Bayi mudah terkena penyakit

Perkembangan dan pertumbuhan organ penting bayi selama masa kehamilan yang tidak optimal juga menyebabkan terancamnya kesehatan bayi setelah lahir.

Anak akan jauh lebih rentan terhadap berbagai macam penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, dan penyakit lainnya.

4. Perubahan fungsi otak pada bayi

Jika anak mengalami anemia defisiensi besi sejak dalam kandungan hingga lahir, maka kemungkinan besar ia akan mengalami perubahan fungsi otak.

Hal ini yang menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam interaksi sosial sehingga menimbulkan masalah sosial.

Kesulitan dalam interaksi sosial bisa berupa anak mudah marah, gampang menangis, atau sering menggunakan kekerasan dalam pergaulannya. Jika dibiarkan terus menerus maka akan mengganggu perkembangannya.

5. Kematian pasca melahirkan

Anemia tidak bisa disepelekan begitu saja karena resiko terburuk yang muncul adalah kematian ibu pasca melahirkan.

Kurangnya sel darah merah dalam darah menyebabkan ibu hamil yang kehilangan banyak darah ketika melahirkan harus menghadapi resiko kematian setelahnya.

6. Depresi pasca melahirkan

Ibu hamil yang mengalami anemia juga akan mengalami depresi setelah melahirkan. Kurangnya oksigen pada otak menyebabkan ibu sangat rentan mengalami depresi.

Cara mengatasi anemia

Anemia pada ibu hamil bisa dihindari dan diatasi jika ibu hamil melakukan beberapa cara di bawah ini:

1. Makan makanan bergizi

Penuhi kebutuhan nutrisi yang diperlukan selama masa kehamilan dengan memakan makanan yang bergizi tinggi.

Untuk mendapatkan kadar zat besi yang cukup selama masa kehamilan, sebaiknya ibu hamil memakan sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, hati, ikan, daging, dan telur.

2. Konsumsi suplemen

Kebutuhan zat besi seorang ibu hamil adalah 27 mg per harinya. Jika tidak dapat memenuhi kebutuhan ini lewat makanan, maka sebaiknta konsumsi suplemen zat besi.

Namun perlu diingat, beberapa suplemen zat besi justru memiliki efek samping seperti diare, konstipasi, dan nyeri pada ulu hati. Maka dari itu, konsultasikan pada dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi suplemen zat besi.

3. Penuhi kebutuhan vitamin C

Agar zat besi dapat dengan mudah diserap oleh tubuh, maka jangan lupa pula untuk memenuhi kebutuhan vitamin C.

Vitamin C dalam tubuh akan mempermudah penyerapan zat besi sehingga sangat penting untuk mengkonsumsi jeruk, mangga, stroberi, kiwi, dan sumber vitamin C lainnya.

Itulah beberapa penjelasan singkat tentang anemia pada ibu hamil. Anemia pada ibu hamil haruslah dicermati dengan baik karena dapat menimbulkan berbagai macam bahaya bagi ibu hamil dan bayinya.

Perbanyak makanan bergizi tinggi dan selalu pastikan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk mengetahui kesehatan janin.

Sumber:

https://www.alodokter.com/gejala-anemia-pada-ibu-hamil-dan-cara-mengatasinya.html