Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Gangguan Kehamilan / Segala Hal Tentang Toksoplasma

Segala Hal Tentang Toksoplasma

/
/
3 Views

Toksoplasma merupakan infeksi yang dapat terjadi pada manusia yang diakibatkan parasit protozoa Toxoplasma gondii. Parasit ini sering ditemukan  pada kotoran kucing maupun daging yang belum dimasak hingga matang.

Infeksi toksoplasma pada orang sehat umumnya kurang begitu membahayakan dan dapat sembuh setelah beberapa minggu. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang bisa mengendalikan infeksi parasit tersebut.

Namun dibutuhkan penanganan medis jika infeksi ini sampai menyerang seseorang dengan kondisi sistem imunitas yang rendah hingga ibu hamil.

Infeksi ini dapat disebarkan dari hewan kepada manusia, bukan antar manusia. Terkecuali pada ibu hamil yang bisa menularkan infeksi toksoplasma ini kepada janin yang ada di dalamnya.

Lalu apa dampak buruknya? Janin bisa mengalami perkembangan yang cukup lambat. Bahkan dalam kasus yang lebih berat, infeksi ini pada ibu hamil bisa menyebabkan keguguran ataupun kematian janin yang ada di dalamnya.

Setelah terserang toksplasmosis, parasit ini tetap dapat bertahan dalam tubuh manusia pada kondisi tidak aktif. Sehingga dapat memberikan kekebalan seumur hidup pada infeksi parasit ini.

Namun saat sistem imun melemah dikarenakan suatu kondisi tertentu, maka infeksi parasit ini bisa aktif kembali hingga memicu komplikais yang berakibat lebih parah.

Gejala Toksoplasma

Bahaya dan cara mencegah toksoplasma pada Ibu hamil
Bahaya dan cara mencegah toksoplasma pada Ibu hamil

Saat parasit T.gondii menyerag orang yang kondisi sehat, maka gejala-gejalanya tidak akan muncul dan orang tersebut bisa pulih sepenuhnya.

Namun pada kasus lainnya, gejala-gejala terkena infeksi toksoplasma bisa muncul beberapa minggu atau bulan setelah terinfeksi.

Gejala yang dirasakan dapat ringan seperti deman, merasa cepat lelah, nyeri otot, radang tenggorokan, dan pembengkakan pada kelenjar getah bening. gejala-gejala ini bisa membaik dalam kurun waktu 6 minggu.

Sedangkan pada bayi atau anak-anak, umumnya apat terjadi karena ditularkan oleh ibu selama kehamilan.

Gejala yang lebih serius bisa dialami janin yang terserang infeksi parasit di awal-awal trimester pertama kehamilan, seperti kelahiran prematur, keguguran, hingga kematian janin di dalam kandungan.

Sedangkan pada bayi yang lahir dalam kondisi terinfesi toksoplasma akan memperlihatkan gejala-gejala di bawah ini.

  • Kulit berwarna kekuningan
  • Pembesaran pada organ limpa dan hati
  • Kulit mudah memar
  • kejang-kejang
  • Peradangan korion atau infeksi yang terjadi di retina dan belakang bola mata
  • Penumpukan cairan otak sehingga membuat kepala membesar atau hidrosefalus
  • Kepala tampak berukuran lebih kecil atau mikrosefalus
  • Kehilangan pendengaran
  • Anemia
  • Gangguan intelektual

Gejala-gejala tersebut bisa muncul ketika bayi baru saja lahir maupun baru beberapa bulan atau tahun setelah bayi lahir ke dunia.

Ciri-Ciri Toksoplasma

Pada ibu hamil yang terserang infeksi toksoplasma, biasanya akan muncul ciri-ciri di bawah ini:

  • Badang sering lemas dan lelah
  • Sering buang air kecil saat masa kehamilan
  • Sering flu dan batuk ketika hamil
  • Merasa demam/menggigil
  • Kepala sering pusing
  • Tidak merasa enak mengkonsumsi apapun
  • Tangan mudah gemetaran

Ciri-ciri diatas hanya merupakan ciri-ciri luarnya saja, namun jika anda ingin mengetahui lebih detail mengenai infeksi toksoplasma tersebut maka dibutuhkan pemeriksaan lanjut ke dokter.

Dan jika sudah terinfeksi terkena toksoplasma, maka segera lakukan pengobatan untuk mengurangi risiko pada ibu dan janin dalam kandungan.

Risiko Toksoplasma Pada Ibu Dan Janin

Akibat yang dirasakan saat terkena infeksi toksoplasma akan lebih dapat dialami ibu hamil dibandingkan dengan wanita yang sedang tidak mengandung ataupun laki-laki.

Saat ibu sedang mengandung dan terserang infeksi toksoplasma, maka akan sangat besarkemungkinan jika janin didalam kandungan bisa mengalami cacat maupun ibu mengalami keguguran.

Risiko janin yang tertular infeksi tersebut juga akan semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia janin.

Jika ibu terserang infeksi parasit toksoplasma ketika memasuki usia trimester pertama, maka risiko penularan kepada bayi sebesar 15%.

Memasuki trimester kedua, risiko dapat meningkat sampai 30%, dan akan terus meningkat menjadi 60% di trimester ketiga.

Meskipun kemungkinan penularah di akhir-akhir masa trimester ketiga semakin besar, namun jika janin dalam kandungan sudah terinfeksi dari awal kehamilan maka kondisi infeksi bisa semakin parah dan sangat mungkin terbawa seumur hidup.

Risiko penularan dapat semakin rendah saat ibu terserang infeksi beberapa bulan sebelum masuk ke masa kehamilan. Sangat disarankan oleh ahli kesehatan agar ibu mnegetahui apakah infeksi tersebut terdapat di dalam tubuh atau tidak.

Tunggu selama kurang lebih 6 bulan sebelum ibu memutuskan untuk hamil saat infeksi memang sudah teratasi.

Pengobatan Toksoplasma

Lalu apakah Toksoplasma bisa disembuhkan? Tentu saja bisa. Sebagian besar pada kasus-kasus infeksi toksoplasma tergolong penyakit ringan sehingga tidak membutuhkan perawatan medis.

Penderitanya bisa pulih hingga kurun waktu 6 minggu. Penanganan medis dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang dibutuhkan untuk mengobati penyakit toksoplasma akut.

Obat yang diresepkan oleh dokter biasanya adalah sulfadiazine dan pyrimethamine. Sedangkan untuk orang yang menderita toksoplasma dengan infeksi mata bisa ditambahkan resep obat kortikosteroid.

Dan untuk ibu hamil, penanganan medis yang dilakukan dapat ditentukan berdasarkan waktu terjadinya infeksi serta pengaruhnya pada janin yang ada di dalam kandungan.

Jika janin belum terinfeksi ataupun infeksi terjadi sebelum usia kehamilan menginjak 16 minggu, maka biasanya akan diberikan antibiotik spiramycin.

Resep obat ini biasanya digunakan saat masa trimester awal kehamilan. Pemberikan obat ini dapat membantu mengurangi risiko gangguan syaraf pada janin dalam kandungan.

Namun jika janin sudah terinfeksi setelah memasuki usia kehamilan 16 minggu, maka dokter meresepkan obat sulfadiazine dan pyrimethamine.

Pada bayi yang lahir dengan kondisi terinfeksi, maka dibutuhkan obat-obatan yang diberikan selama 1 tahun setelah dilahirkan. Dan kondisi kesehatan anak harus tetap dipantau selama masih mengkonsumsi obat-obatan tersebut.

Dan bagi yang menderita infeksi toksoplasma dengan kondisi sistem imun yang lemah, maka biasanya akan diberikan obat-obatan seperti clindamycin dan pyrimethamine.

Konsumsi obat-obatan ini membutuhkan hingga 6 minggu atau bisa lebih lama lagi hingga kondisi tubuh kembali membaik.

Pencegahan Toksoplasma

Toksoplasma juga dapat dicegah agar ibu hamil tidak sampai terinfeksi. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar mengurangi risiko terkena toksoplasmosis, antara lain adalah:

  • Gunakan sarung tangan saat memegang tanah atau berkebun
  • Cuci tangan sebelum maupun sesudah memegang makanan
  • Hindari mengkonsumsi daging yang masih mentah atau setengah mentah
  • Cuci semua alat-alat dapur hingga bersih setelah mengolah daging mentah
  • Cuci sayur dan buah sebelum dikonsumsi
  • Hindari mengkonsumsi susu kambing yang belum mengalami proses pasteurisasi maupun produk olahan lainnya
  • Jika anda memelihara kucing, tetaplah menjaga kesehatan hewan peliharaan anda. Jika perlu gunakan sarung tangan ketika ingin membersihkan tempat kotorannya. Hindari memelihara kucing liar karena lebih rentan terkena infeksi parasit T.gondii
  • Untuk pemberian makanan kepada kucing, anda bisa menggunakan makanan kalengan atau kering dibandingkan dengan daging mentah

Nah itu tadi penjelasan mengenai toksoplasma beserta gejala, ciri-ciri pengobatan, hingga cara mencegah agar jangan sampai ibu hamil terinfeksi parasit T.gondii. Dan yang terpenting adalah selalu cek rutin kepada dokter untuk mengontrol kondisi ibu serta janin dalam kandungan.

This div height required for enabling the sticky sidebar