Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Gangguan Kehamilan / Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

/
/
4 Views

Selama masa kehamilan, ibu akan mengalami berbagai perubahan dalam dirinya termasuk perubahan hormon. Perubahan hormon di dalam tubuh akan mempengaruhi kadar gula darah yang bisa menyebabkan ibu hamil terkena diabetes gestasional.

Diabates gestasional merupakan salah satu gangguan kehamilan yang bisa dialami oleh wanita yang sedang mengandung meskipun sebelumnya mereka tidak pernah menderita penyakit diabetes.

Diabetes Gestasional pada ibu hamil  biasanya terjadi saat kehamilan dan berlangsung hingga proses persalinan tiba.

Sekitar 9,2% ibu hamil mengalaminya di minggu 24-28 kehamilan. Meskipun tak menutup kemungkinan lainnya jika dapat terjadi pada minggu-minggu lainnya.

Segala hal tentang diabetes gestasional
Segala hal tentang diabetes gestasional

Tak berbeda dengan jenis diabetes pada umumnya, diabetes gestasional dapat terjadi bukan hanya karena riwayat diabetes dari keluarga saja, namun juga saat produksi insulin yang tidak dapat mencukupi untuk mengontrol glukosa di dalam tubuh.

Kadar glukosa yang tinggi ini bisa sangat membahayakan ibu hamil dan janin dalam kandungannya, namun resiko ini dapat ditekan saat ditangani dengan tepat dan cepat.

Untuk itulah memahami apa itu penyakit diabetes gestasional pada ibu hamil sangatlah penting guna menghindari resiko-resiko yang tidak diinginkan.

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai penyakit diabetes gestasional yang sering terjadi pada ibu hamil.

Penyebab Diabetes Gestasional

Sampai saat ini belum diketahui pasti apa yang menyebabkan diabetes gestasional terjadi pada ibu hamil, namun beberapa faktor yang dapat memicu adalah perubahan hormon.

Ketika hamil, plasenta memproduksi berbagai hormon tambahan seperti HPL, hormon estrogen, serta hormon yang bisa meningkatkan resistensi insulin.

Dan seiring berjalannya waktu, hormon-hormon tersebut bisa meningkatkan serta mempengaruhi kerja insulin.

Semakin tinggi pengaruh hormon tersebut terhadap insulin, maka kadar gula di dalam darah juga bisa meningkat dan ini lah yang menyebabkan resiko diabetes gestasional pada ibu hamil juga semakin meningkat.

Selain itu ada beberapa faktor lainnya yang dapat menyebabkan diabetes gestasional terjadi pada ibu hamil

  • Insulin tidak bekerja, selama masa kehamilan tubuh seorang wanita terus mengalami perubahan hormon yang mana dapat mempengaruhi kadar gula darah yang ada di dalam tubuh. Hal ini sebenarnya merupakan hal yang wajar dikarenakan kelebihan gula darah ini diantarkan kepada bayi sehingga dapat berkembang. Nah ketika gula darah. Saat gula darah di dalam tubuh meningkat, maka tentu saja tubuh harus memperoduksi insulin lebih banyak lagi sehingga glukosa yang masuk ke janin juga tidak berlebihan. Namun sayangnya, pada sebagian kasus tubuh ibu hamil tidak memproduksi insulin dengan baik. Sehingga mengakibatkan ibu mengalami diabetes gestasional ketika hamil serta pertumbuhan bayi yang tidak wajar
  • Riwayat Memiliki Diabetes Gestasional, tak hanya karena masalah pada insulin saja, resiko diabetes gestasional juga dapat meningkat jika di kehamilan sebelumnya juga mengalami hal yang sama. Jika seorang wanita pernah mengalami kondisi seperti ini sebelumnya maka cobalah agar lebih waspada pada kehamilan berikutnya.
  • Riwayat Bayi Sebelumnya Mengalami Makrosomia, makrosomia merupakan kondisi bayi yang dilahirkan memiliki bobot 4,5 kg bahkan lebih. Jika anak anda sebelumnya mengalami hal tersebut, maka sebaiknya perhatikan lebih baik lagi perkembangan janin serta makanan apa saja yang anda konsumsi
  • Indeks Massa Tubuh, selama masa kehamilan sangat penting bagi seorang ibu mengontrol berat badannya. Anda bisa mengetahui nya dengan mempelajari indeks massa tubuh. Jika indeks massa tubuh melebihi 30 di masa kehamilan, maka ini dapat dikategorikan sebagai obesitas. Pada level ini sangat beresiko untuk mengalami diabetes gestasional

Selain faktor-faktor diatas, usia wanita yang sudah memasuki 25 tahun ketika kehamilan, memiliki tekanan darah yang tinggi, pernah mengalami keguguran, ataupun faktor ras semisal keturunan Asia, Afrika-Amerika, Hispanik, Timur Tengah, Amerika Asli atau Afrika-Karibia merupakan faktor resiko lainnya yang dapat menyebabkan diabetes gestasional.

Dampak Gestasional Bagi Ibu Dan Janin

Seorang wanita yang menderita diabetes gestasional selama masa kehamilan tak hanya bisa mengandung bayi dengan berat badan diatas rata-rata saja.

Ada beberapa komplikasi lainnya yang bisa saja terjadi, semisal mineral dan gula darah di dalam tubuh bayi rendah ketika dilahirkan, gangguan pernapasan sementara, hingga bayi mengalami sakit kuning.

Berat badan janin juga bisa mengalami berlebihan yang akibatkan dalam muncul cedera pada ibu maupun bayi selama proses persalinan.

Biasanya selama kehamilan, dokter sudah dapat memberikan prediksi mengenai besarnya janin anda dan juga akan menyarankan melakukan operasi caesar.

Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya cedera ketika melakukan proses persalinan.

Selain itu, resiko lainnya yang bisa saja terjadi selama masa kehamilan bagi ibu yang menderita diabetes gestasional adalah cenderung mengalami kegugura, kelahiran bayi prematur, serta mengalami preeklamsia.

Cara Menangani Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional merupakan komplikasi yang sering dialami ibu ketika masa kehamilan. Komplikasi ini hanya akan muncul saat masa kehamilan dan menghilang setelah proses persalinan.

Jika anda mengalami diabetes gestasional selama kehamilan, maka cara menangani penyakit ini dengan baik adalah dengan mengontrolnya sehingga tidak dapat menyebabkan resiko yang terlalu buruk bagi anda serta janin dalam kandungan.

Beberapa hal yang bisa anda coba lakukan untuk mengontrol diabetes gestasional ini adalah:

  • Menerapkan pola makan yang sehat setiap hari. Pola makan yang sehat akan sangat membantu agar menjaga kadar gula di dalam darah normal. Anda harus membatasi asupan makanan serta miuman yang memiliki kandungan karbohidrat ataupun gula yang tinggi. Batasi pula konsumsi makanan-makanan yang berlemak.
  • Berolahraga secara teratur juga dapat membantu menjaga kadar gula darah serta berat bada. Setidaknya lakukan olahraga yang ringan kurang lebih 30 menit setiap harinya. Bisa berjalan kaki, berenang, maupun olahraga lainnya yang tidak beresiko membahayakan janin.
  • Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, hal ini penting agar anda bisa memantau bagaimana perkembangan bayi dan kesehatan anda. Jangan lupa untuk rutin mengkonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter. Hal ini sangat membantu mengontrol kadar gula darah
  • Untuk memantai bagaimana kadar gula darah dalam tubuh anda setiap harinya, anda bisa melakukan tes gula darah di rumah. Dokter mungkin juga akan meminta untuk melakukan tes tersebut beberapa kali dalam sehari saat waktu-waktu tertentu. Nantinya anda bisa berkonsultasi ke dokter mengenai kondisi kadar gula darah anda, apakah naik atau turun.

Jika memang anda mengalami kondisi ini ketika kehamilan, maka lebih perhatikan lagi apa yang anda konsumsi sehari harinya.

Jangan sampai melakukan sesuatu yang bisa membahayakan kesehatan janin serta diri anda sendiri di kemudian harinya.

Jalani pola hidup yang sehat dan rutin mengkonsultasikan ke dokter agar mengurangi resiko buruk yang dapat diakibatkan diabetes gestasional pada ibu hamil. Semoga informasi diatas bisa bermanfaat bagu anda.

This div height required for enabling the sticky sidebar