Tes Kehamilan Menggunakan Sabun

Ada beberapa cara unik dan mudah untuk tes kehamilan diantaranya adalah menggunakan pasta gigi. Selain pasta gigi, masih ada cara lain yang terbilang mudah dilakukan yakni menggunakan sabun.

Memeriksa kehamilan sendiri di rumah memang adalah metode yang murah dan mudah untuk dilakukan. Solusi ini biasanya dilakukan ketika ibu sudah terlambat datang bulan namun belum ingin mengunjungi dokter.

Selain menggunakan testpack maka periksa kehamilan mandiri juga bisa dilakukan dengan sabun.

Sabun batangan yang selama ini digunakan untuk mandi atau cuci tangan ternyata bisa menyebabkan reaksi khusus ketika bertemu dengan hCG dalam urin sehingga hasilnya tampak lebih akurat.

Tes kehamilan dengan sabun

Tes kehamilan dengan sabun

Lalu bagaimana cara tes kehamilan menggunakan sabun? Di artikel pengenhamil.com kali ini kita akan membahasnya secara mendetail:

  1. Mengapa Tes Kehamilan dengan Sabun?

Tes kehamilan dengan sabun adalah metode yang sangat biasa dan wajar dilakukan oleh semua ibu hamil.

Banyak sumber yang menjelaskan jika tes kehamilan dengan sabun lebih akurat karena tingkat sensitifitas sabun yang menghasilkan busa atau tidak menghasilkan busa ketika mendapatkan urin yang mengandung kadar hormon hCG atau tidak.

Jadi air sabun yang bercampur dengan urin kemungkinan besar bisa membuktikan apakah ibu sedang hamil atau tidak.

  1. Persiapan alat

Sama seperti ketika ibu melakukan tes kehamilan dengan menggunakan testpack. Ibu juga perlu mempersiapkan alat tes kehamilan dengan sabun namun sebenarnya persiapan harus lebih detail dan hati-hati.

Hal ini dilakukan untuk menghindari terdeteksinya hamil palsu sehingga ibu tidak tahu apakah sebenarnya sedang hamil atau tidak. Jadi alat yang perlu dipersiapkan sebelum tes adalah:

  • Potongan sabun batangan yang kecil. Sabun hendaknya yang bersifat netral, bukan sabun antiseptik atau antibakteri.
  • Urin yang diambil pada pagi hari agar hasil tes lebih akurat. Pada dasarnya sampel urin sebaiknya diambil setelah bangun tidur sehingga sama seperti ketika ibu melakukan tes kehamilan dengan testpack.
  • Cangkir plastik yang bersih dan tidak terpapar bahan kimia. Jika bisa maka gunakan cangkir plastik yang baru dan belum pernah digunakan untuk keperluan lain. Cuci bersih cangkir dengan air berkali-kali dan jangan dicuci dengan sabun agar hasil tes tidak terpapar oleh bahan kimia dari sabun lain.
  1. Prosedur Tes Kehamilan
  • Ambil potongan sabun yang sudah disiapkan kemudian gosok-gosok sampai mengeluarkan busa ringan. Pastikan busa sabun tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit sehingga sangat pas.
  • Kemudian tampung urin di pagi hari (bangun tidur), tempatkan pada cangkir plastik yang sudah disiapkan dan masukkan sabun. Perbandingan antara sabun dan urin sebaiknya sebesar 1 banding 3.
  • Biarkan di tempat yang bersih dan tidak terpapar oleh bahan kimia lain selama kurang lebih 5 sampai 10 menit.
  1. Analisa Hasil

Setelah melakukan semua prosedur diatas, maka sekarang waktunya untuk menganalisa hasil yang muncul.

Ingat bahwa ini adalah metode yang sederhana dan tidak disarankan dalam dunia medis sehingga apapun hasilnya maka Anda harus periksa ulang atau menunggu kepastian semua tanda-tanda hamil yang jelas.

Berikut ini cara melakukan analisa hasil tes kehamilan dengan sabun:

  • Jika positif hamil: jika ada kadar hormon hCG dalam urin maka sebenarnya Anda bisa dinyatakan hamil. Saat tes kehamilan dilakukan dengan sabun maka saat ada kadar hormon tersebut, hasilnya busa akan lebih banyak dan urin berubah warna menjadi kuning kehijauan. Ibu bisa mengamati warna urin jika semua bagian busa sudah menghilang dari tampungan urin tersebut.
  • Jika hasil negatif: Jika tidak ada kadar hCG dalam urin maka dipastikan bahwa Anda tidak sedang hamil. Hasil dari tes kehamilan dengan sabun akan menunjukkan tidak ada busa yang terbentuk, busa akan menghilang dengan cepat dan tidak ada perubahan warna urin. Nah jadi jika hasilnya seperti ini maka Anda tidak sedang hamil, meskipun sudah terlambat datang bulan.
  1. Tingkat Keakuratan

Setelah melakukan tes kehamilan dengan sabun dan melihat hasilnya maka ibu biasanya menjadi ragu. Jika hamil apakah itu hamil yang sebenarnya atau hasil tes yang semu.

Begitu juga jika hasilnya negatif maka seolah-olah ibu tidak bisa mempercayainya. Ini memang hal yang sangat wajar karena kondisi ibu yang sedang grogi.

Namun bagaimana sebenarnya tingkat keakuratan tes kehamilan dengan sabun?

Sebenarnya tes kehamilan dengan sabun hanyalah tes yang disarankan secara tradisional. Reaksi yang didapatkan mengandalkan pertemuan kadar hCG dalam urin dengan sabun.

Artinya bahwa sebenarnya urin terkena bahan kimia dari sabun meskipun itu dalam kadar yang sangat sedikit.

Terkadang ibu yang tidak dinyatakan hamil dengan bantuan tes ini ternyata sedang hamil. Semua itu juga dipengaruhi oleh tingkat kadar hCG dalam urin ibu.

Jadi kesimpulan akurat atau tidak dengan hasil tes ini memang harus dibuktikan secara medis. Ibu bisa tetap pergi ke dokter kandungan jika sudah terlambat datang bulan selama lebih dari lima hari.

Jika akhirnya ibu mengalami menstruasi maka ibu tidak hamil tapi hanya terlambat haid saja.

  1. Boleh Tidak Mengandalkan Tes Ini?

Banyak ibu yang mendapatkan hasil tes negatif tapi sebenarnya hamil. Jika ibu tidak pergi ke dokter maka kehamilan tidak bisa dinyatakan secara medis.

Tes kehamilan dengan sabun hanyalah sebuah alternatif dan tidak disarankan sebagai rujukan medis. Ibu tetap harus melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan sehingga tes dilakukan dengan lebih modern dan canggih.

Secara medis tes ini juga tidak dilarang, hanya saja setiap ibu sebaiknya berpikir bijak sehingga tidak langsung percaya.

Apapun hasil tes jika ibu merasa tidak yakin atau bahkan sangat yakin, maka tetap segera pergi ke dokter. Selain itu dokter bisa mengambil kesimpulan, ada atau tidak gangguan pada sistem reproduksi ibu.

  1. Hasil Tes Negatif Tapi Hamil, Mungkin Tidak?

Pada tes kehamilan dengan testpack juga sering didapatkan hasil tes yang ambigu. Pada kasus tes dengan sabun beberapa ibu juga bisa mendapatkan tes negatif tapi sebenarnya hamil.

Jika ibu tidak melakukan pemeriksaan maka ibu akan tertinggal perawatan lanjutan setelah adanya tanda kehamilan. Jadi mungkin saja bisa terjadi hasil tes yang negatif tapi sebenarnya sedang hamil.

Akhirnya disarankan kembali untuk semua ibu yang mendapatkan tes masih ambigu atau tidak sesuai kenyataan maka segera pergi ke dokter.

Dokter bisa melakukan pemeriksaan dengan tes darah atau USG transvaginal sehingga bisa tahu kondisi apakah ada kantung janin dalam rahim ibu atau tidak.

Intinya adalah apapun hasil yang ibu dapatkan setelah melakukan tes kehamilan dengan sabun, maka sebaiknya tetap melakukan pemeriksaan ulang ke dokter kandungan.

Itulah semua langkah cara tes kehamilan menggunakan sabun. Tes ini hanyalah alternatif saja sehingga tidak disarankan selalu dilakukan saat ibu curiga sedang hamil.

Semua hasil yang terjadi bisa karena pengaruh berbagai hal termasuk kadar hCG yang rendah dan paparan bahan kimia dari sabun.

Jadi pemeriksaan oleh dokter kandungan dengan alat yang lebih akurat, maka hasilnya jauh bisa dipercaya dibandingkan tes menggunakan sabun saja.