Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Kehamilan / Cara Tahu Jenis Kelamin Janin Selain USG

Cara Tahu Jenis Kelamin Janin Selain USG

/
/
76 Views

Menjalani kehamilan dengan sehat pasti akan menjadi impian semua pasangan. Terlebih ketika ibu atau ayah mengharapkan jenis kelamin janin tertentu.

Misalnya ketika anak pertama laki-laki maka anak kedua diharapkan sebagai anak perempuan. Meskipun sebenarnya orientasi kehamilan bukan hanya terletak pada jenis kelamin bayi.

Mengetahui jenis kelamin bayi akan menjadi momen yang sangat penting untuk semua ibu hamil. Biasanya ini dilihat dengan USG, baik itu USG perut atau dengan transvaginal.

Saat ini juga sudah berkembang USG 4 dimensi sehingga tidak hanya jenis kelamin saja yang terlihat jelas, tapi juga wajah dan ekspresi bayi.

Tapi USG sering tidak tepat dan ibu harus mengeluarkan biaya khusus. Lalu bagaimana cara tahu jenis kelamin janin selain USG? Simak informasi berikut ini.

  1. Dari posisi saat Ijma’

Ada sebuah kepercayaan bahwa posisi saat berhubungan ternyata bisa menentukan jenis kelamin bayi. Meskipun ini hanya kepercayaan atau mitos, namun banyak yang sudah membuktikan.

Jika pasangan ingin memiliki anak laki-laki maka harus lebih sering ijma’ dengan posisi berdiri. Jika ingin anak perempuan maka bisa melakukan posisi suami di atas.

Tentu saja hubungan ini harus dilakukan saat istri berada di masa subur, sehingga angka peluang kehamilan sangat besar.

Dari tinjauan medis ternyata ini tidak berhubungan sama sekali, sehingga terkadang hanya menjadi kebetulan saja.

Mengetahui jenis kelamin janin tanpa usg
Mengetahui jenis kelamin janin tanpa usg
  1. Kapan berhubungan intim

Ovulasi menjadi titik yang sangat sempurna untuk kehamilan. Saat ovulasi maka perempuan akan memiliki sel telur yang matang sehingga hanya perlu menunggu sel sperma.

Kemudian ketika terjadi hubungan seksual maka saat pertemuan sel sperma dan sel telur bisa terjadi konsepsi yang selanjutnya menjadi embrio dan janin.

Ada sebuah mitos bahwa jika pasangan berhubungan intim saat menjelang ovulasi maka bisa akan mendapatkan kehamilan bayi laki-laki.

Tapi jika berhubungan seksual hanya beberapa hari menjelang ovulasi maka bisa mendapatkan kehamilan bayi perempuan.

Inilah yang kemudian bisa menentukan jenis kelamin bayi. Meksipun kepercayaan ini sering menjadi subjek penelitian namun sampai sekarang hasilnya belum dapat dipastikan.

  1. Berdasarkan keturunan

Ada pasangan yang mencoba untuk mendapatkan kehamilan bayi laki-laki dan perempuan berdasarkan riwayat dalam keluarga.

Jika ayah memiliki banyak saudara laki-laki dan ibu memiliki banyak saudara perempuan maka biasanya akan memiliki anak laki-laki dan perempuan.

Kemudian jika terjadi hal sebaliknya maka bisa saja akan terus memiliki anak laki-laki atau perempuan saja. Dan hal ini tidak bisa terbukti secara medis karena hanya berdasarkan pengalaman saja.

  1. Apa yang dimakan

Sebuah penelitian juga mengejutkan karena ternyata apa yang dimakan oleh pasangan bisa menentukan jenis kelamin bayi.

Kondisi ini sangat berhubungan dengan jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Jika ayah atau ibu banyak mengkonsumsi kalori yang bersumber dari biji-bijian dan kalium maka bisa memiliki anak laki-laki.

Jika pasangan mengkonsumsi lebih sedikit kalori maka itu bisa mendapatkan bayi perempuan. Kondisi ini bisa dihubungkan dengan kebiasaan makan jauh sebelum hamil.

Namun sekali lagi masalah ini sangat berhubungan dengan kebetulan dan tidak pasti saja.

  1. Kondisi emosi ibu

Emosi saat hamil memang sangat bergejolak. Semua itu sangat berhubungan dengan tingkat hormon kehamilan yang terjadi pada tubuh ibu.

Saat ibu sering menangis, mudah sakit hati, mudah sedih dan sering stres maka bisa hamil anak perempuan.

Namun jika ibu sangat menikmati kehamilan dan tidak sering terbawa emosi maka biasanya hamil anak laki-laki.

Namun sebuah penelitian membuktikan jika ternyata ketika kromosom Y yang dibawa oleh sperma akhirnya bisa membuat ibu menjadi lebih emosi dan stres. Jadi terkadang ini tidak bisa dibuktikan.

  1. Kehamilan dengan bayi tabung

Sebuah proses bayi tabung untuk mendapatkan kehamilan memang sering dilakukan oleh pasangan yang sulit untuk hamil secara alami.

Kondisi ini biasanya juga menentukan jenis kelamin yang diharapkan oleh pasangan. Ternyata proses yang dilakukan saat bayi tabung bisa menentukan jenis kelamin bayi.

Jika dokter memilih proses sel sperma langsung dimasukkan ke dalam sel telur maka bisa mendapatkan bayi laki-laki. Namun jika pembuahan dilakukan di luar rahim maka biasanya akan menghasilkan kehamilan bayi perempuan.

  1. Kondisi vagina

Ketika hubungan intim dilakukan maka kondisi vagina ibu juga bisa mempengaruhi jenis kelamin. Kepercayaan jika kondisi vagina menjadi asam maka akan menghasilkan kehamilan bayi perempuan.

Dan ketika kondisi vagina basa maka akan mendapatkan bayi laki-laki. Hal ini memang tidak bisa diprediksi dengan tepat karena sesuai dengan kondisi organ reproduksi ibu.

  1. Kondisi hormon dalam tubuh ibu

Sebuah penelitian juga menunjukkan jika ibu memiliki hormon testosteron yang sangat tinggi maka bisa menentukan jenis kelamin bayi laki-laki.

Namun jika ibu memiliki kadar testosteron yang rendah maka biasanya akan hamil anak perempuan.

Semua ini sebenarnya sangat tergantung dengan kondisi ibu karena biasanya kromosom bayi laki-laki memang memiliki tingkat emosi yang sangat tinggi.

Kemudian adanya paparan bahan kimia dari lingkungan juga bisa menentukan jenis kelamin.

  1. Makanan ibu

Apa yang dimakan ibu ternyata juga dipercaya bisa menentukan jenis kelamin. Jika ibu sering mengkonsumsi makanan yang mengandung protein dan lemak sehat yang tinggi maka bisa hamil anak laki-laki.

Ketika ibu lebih sering mengkonsumsi sayuran dan sedikit protein maka akan hamil anak perempuan.

Semua ini hanya mitos dan biasanya hanya dipercayai sebelum kehamilan. Jika hasilnya benar maka itu bisa jadi hanya sebuah kebetulan.

  1. Tekanan darah sebelum hamil

Sebuah penelitian yang dilakukan di Cina juga membuktikan jika tekanan darah sistolik ibu sebelum hamil bisa menentukan jenis kelamin bayi.

Saat tekanan darah sistolik lebih tinggi sebelum hamil maka bisa hamil anak laki-laki. Dan sebaliknya jika tekanan darah sistolik perempuan lebih rendah maka bisa mendapatkan kehamilan anak perempuan.

  1. Dari kondisi morning sickness

Sebuah subyek studi juga mengungkapkan jika hamil anak perempuan biasanya akan menyebabkan morning sickness yang lebih parah dibandingkan dengan hamil anak laki-laki.

Hal ini memang tidak bisa diprediksi karena kehamilan sering menyebabkan hormon menjadi sangat tinggi. Beberapa ibu juga menyatakan jika kehamilan anak perempuan jauh lebih rewel dibandingkan anak laki-laki.

  1. Kondisi kulit ibu

Jenis kelamin bayi dalam kandungan juga bisa diprediksi dari kondisi kulit ibu selama hamil.

Banyak ibu yang hamil anak perempuan ternyata memiliki masalah kesehatan kulit termasuk bintik hitam, warna kulit yang tidak cerah, jerawat dan minyak yang berlebihan.

Sementara ketika ibu hamil anak laki-laki maka akan terlihat lebih cantik dan bersinar. Namun bukti ketika bayi lahir ternyata juga bisa berkebalikan.

  1. Dari detak jantung ibu

Ketika hamil maka ibu harus melakukan pemeriksaan kehamilan sesuai usia kehamilan. Ada sebuah bukti bahwa ketika ibu hamil anak perempuan maka biasanya akan memiliki detak jantung yang lebih cepat.

Namun saat hamil anak laki-laki maka detak jantung menjadi lebih lambat. Semua itu sangat dipengaruhi dari kondisi janin dalam kandungan.

Terkadang detak jantung ibu yang terlalu kuat atau terlalu lemah justru bisa menyebabkan gangguan kehamilan dan indikasi ada masalah kehamilan yang perlu mendapatkan perawatan segera.

Nah seperti inilah cara tahu jenis kelamin janin selain USG. Kesimpulan ini bisa didapatkan dari pengalaman ibu yang pernah hamil dan membuktikannya saat sudah melahirkan.

Namun mengetahui kondisi kesehatan janin dan jenis kelamin janin dengan USG tetap disarankan oleh pihak medis.