Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Gangguan Kehamilan / Cara Mencegah dan Mengatasi Stunting

Cara Mencegah dan Mengatasi Stunting

/
/
3 Views

Stunting adalah sebuah keadaan dimana anak memiliki postur tubuh yang sangat pendek. Gejala stunting sudah bisa dilihat ketika anak telah memasuki masa pertumbuhan emas yaitu 1000 hari pertama sejak lahir.

Ibu bisa melihat apakah tinggi anak sesuai dengan teman-teman anak lain yang sebaya. Jika memang anak memiliki tubuh yang pendek maka bisa jadi anak mengalami stunting.

Jika anak sudah terkena stunting maka cukup sulit untuk merawatnya dan kemungkinan juga sulit diobati.

Karena itu daripada mengobati maka orang tua lebih baik melakukan tindakan untuk mencegah dan mengatasi stunting, seperti akan dibahas di artikel pengenhamil.com berikut ini.

Mencegah Stunting Saat Hamil

Mengatasi stunting pada anak
Mencegah dan mengatasi anak stunting

Ketika bayi berkembang dalam rahim maka bayi mendapatkan nutrisi dari tubuh ibu hamil. Semua aliran nutrisi dan oksigen akan melewati tali pusar yang kemudian disimpan dulu di plasenta.

Jadi sebenarnya jika dilihat lagi maka stunting bisa dicegah ketika ibu sedang hamil. Berikut ini cara yang bisa dilakukan.

  1. Cukupi kebutuhan zat besi

Salah satu penyebab stunting pada anak adalah kurangnya asupan zat besi saat Ibu hamil. Ibu hamil seharusnya mendapatkan mineral zat besi yang cukup untuk menghindari anemia.

Kebutuhan zat besi untuk ibu hamil memang sangat tinggi. Hal ini karena volume darah yang dibutuhkan oleh ibu hamil memang lebih banyak dari biasanya.

Sementara jika ibu hamil kurang zat besi maka janin dalam kandungan juga tidak bisa menerima zat besi yang cukup. Padahal zat besi tidak dapat diproduksi sendiri di dalam tubuh.

Sehingga ketika kekurangan zat besi maka cadangan zat besi dalam tubuh akan terus menurun.

Ada banyak risiko apabila ibu hamil kurang zat besi seperti anak stunting atau lahir prematur.

Anda bisa mengatasi stunting dengan cara mencukupi kebutuhan zat besi dengan berbagai jenis makanan yang kaya zat besi seperti hati ayam, hati sapi, hati kambung, bayam, brokoli, kubis, kale, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Baca juga: Makanan Penyubur Kandungan

Kemudian ibu hamil juga sebaiknya mendapatkan zat besi dari suplemen yang diresepkan oleh dokter. Dengan begitu ibu hamil akan cukup zat besi.

  1. Cukupi kebutuhan asam folat

Selain ibu hamil harus cukup zat besi maka, ibu hamil juga harus menjaga agar cukup asam folat. Asam folat sangat penting untuk mencegah masalah cacat tabung syaraf.

Bagian tabung syaraf terbentuk saat trimester pertama sehingga penting untuk mendapatkan asam folat saat masa kehamilan.

Jika Ibu hamil mendapatkan cukup asam folat maka dia bisa terhindar dari semua jenis cacat lahir, masalah organ tubuh bayi dan kondisi penyakit yang menyerang sistem syaraf seperti kelainan anencephaly.

Ibu hamil bisa mendapatkan asupan asam folat dari berbagai jenis makanan seperti daging ayam, daging sapi, sayuran seperti asparagus, bayam, buncis, brokoli, kembang kol, selada, lobak, kacang hijau, wortel dan tomat.

Lalu ibu hamil juga bisa mendapatkan asam folat dari buah seperti jeruk, apel, melon, alpukat, pisang dan buah lain. Dapatkan juga asam folat dari sumber biji-bijian dan kacang-kacangan.

Meskipun ibu hamil sudah mendapatkan asam folat dari berbagai sumber makanan tersebut maka sebaiknya tetap mendapatkan asam folat dari suplemen.

Biasanya dokter akan memberikan resep suplemen asam folat agar ibu hamil bisa mencukupi kebutuhan asam folat sebesar 400 mg per hari.

Mengatasi Stunting Pada Anak

Jika anak sudah lahir maka penting untuk menjaga agar anak mendapatkan nutrisi penuh. Masa pertumbuhan utama anak terjadi pada 1000 hari sejak kelahiran.

Ketika anak mulai kekurangan nutrisi sejak bayi maka bisa menyebabkan stunting. Jadi apa langkah untuk mengatasi stunting pada anak? Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua.

  1. Berikan ASI penuh selama 6 bulan pertama

Ketika bayi sudah lahir maka segera ibu harus memberikan nutrisi penuh dari ASI. Dimulai dengan kolostrum yang keluar setelah melahirkan.

Cairan yang kental dan keruh ini tidak berbahaya tapi justru bermanfaat untuk bayi Anda. Kemudian berikan ASI penuh selama 6 bulan pertama.

Ini masa keemasan karena ASI bisa membuat anak menjadi lebih sehat. ASI bisa membantu bayi mendapatkan pertumbuhan yang cukup karena ASI mudah diterima pencernaan bayi.

Kemudian ASI juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi sehingga bayi menjadi lebih sehat.

Bahkan ASI bisa membantu otak bayi berkembang optimal dan cerdas.

  1. Lanjutkan ASI selama 2 tahun

Setelah memberikan ASI penuh selama 6 bulan maka ibu bisa menyusui lagi sampai anak berumur 2 tahun.

Banyak ibu yang tidak bisa melewati periode berat ini karena kesibukan dan ASI yang tidak lancar. Namun sebenarnya semua kondisi ini bisa dicegah dengan cara yang sangat alami.

Selama menyusui maka ibu harus mendapatkan nutrisi yang cukup baik dari sumber lemak, protein, vitamin, mineral dan karbohidrat.

Jika ibu sibuk harus bekerja maka cobalah untuk memompa ASI kemudian simpan ASI dengan cara yang tepat. Cara ini akan membuat bayi tetap menerima ASI meskipun ibu cukup sibuk.

  1. Kenalkan dengan MPASI bergizi

Lalu setelah bayi berusia 6 bulan maka ibu bisa mulai mengenalkan MPASI atau makanan pendamping ASI.

Tidak semua jenis makanan bisa diberikan atau dikenalkan kepada bayi. Anda harus mencoba dengan tehnik bertahap sehingga tahu jika bayi alergi dan tidak bisa menerima makanan tertentu.

Jenis MPAS juga harus diolah dengan mendukung pencernaan bayi. Misalnya jenis buah atau sayuran harus dihancurkan sampai menjadi bubur.

Pada tahap pertama maka jangan memberikan nasi karena itu sangat berbahaya untuk bayi.

Kenalkan dulu dengan bubur tepung beras putih atau beras merah, sayuran yang tidak mengandung gas, buah yang manis, dan sumber karbohidrat seperti kentang dan ubi.

Kemudian mulai kenalkan sedikit ikan daging yang sudah dilembutkan. Jika bayi tidak mengalami alergi telur maka berikan satu telur tiap hari karena telur adalah sumber protein yang penting untuk pertumbuhan bayi.

  1. Ikuti pola perkembangan anak

Lalu orang tua juga harus mencoba mengikuti pola perkembangan anak sesuai dengan usia.

Cara ini dilakukan untuk bisa membantu ibu mengatur nutrisi dan kebutuhan bayi agar tidak mengalami stunting.

Jika ibu tidak bisa melakukan pengawasan ke dokter maka bisa mengikuti program pemerintah seperti posyandu. Kegiatan yang dilakukan setiap bulan ini bisa membantu ibu tahu jika balita Anda tumbuh normal atau tidak.

  1. Buat anak aktif

Cara lain untuk mengatasi stunting adalah dengan membiasakan anak aktif. Anda harus mengajari anak postur duduk, berjalan dan berlari dengan baik.

Pola kebiasaan ini sangat baik untuk mendukung pembentukan tulang yang baik.

Kemudian biasakan anak untuk lebih banyak bermain di luar rumah daripada bermain gadget setiap hari.

Ajak anak untuk aktif seperti dengan bermain di taman, berenang dan jalan kaki setiap hari.

Nah inilah semua cara mencegah dan mengatasi stunting. Semua langkah ini bisa dimulai sejak ibu masih hamil sampai sudah melahirkan. Lalu dilanjutkan oleh anak agar pertumbuhan anak sempurna.

This div height required for enabling the sticky sidebar