Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Gangguan Kehamilan / Bolehkah Minum Obat Pencahar Saat Hamil?

Bolehkah Minum Obat Pencahar Saat Hamil?

/
/
4 Views

Saat mengalami sembelit, Ibu hamil kadang berinisiatif mengonsumsi obat pencahar agar buang air besar (bab) lancar kembali. Tetapi apakah aman minum obat pencahar ketika hamil? Apakah ada efek samping yang bisa dialami Ibu hamil?

Penyebab sembelit atau konstipasi saat hamil yang paling umum adalah produksi hormon kehamilan yang membuat usus besar bekerja lebih lambat.

Saat usia kehamilan semakin tua maka sembelit yang dialami disebabkan oleh adanya tekanan rahim pada usus. Akibatnya Ibu semakin sering sembelit yang membuatnya sulit buang air besar.

Jika ini terjadi terus menerus maka bisa menyebabkan ambeien. Ambeien sendiri juga berbahaya terutama saat ibu melahirkan secara normal.

Bahaya minum obat pencahar saat hamil
Bahaya minum obat pencahar saat hamil

Salah satu solusi yang sering dilakukan oleh ibu adalah dengan minum obat pencahar. Tapi bolehkah minum obat pencahar saat hamil? apa efeknya? Berikut ini informasi detailnya.

Boleh Tidak Minum Obat Pencahar Saat Hamil

Pada dasarnya obat pencahar memang bisa digunakan oleh ibu hamil. Tapi ini adalah cara terakhir setelah ibu melakukan berbagai cara alami dan sembelit tetap tidak teratasi.

Sementara menahan kotoran dalam usus memang tidak baik dan bisa menyebabkan ibu hamil terkena gangguan kesehatan lain yang lebih buruk.

Jika ibu sudah mengonsumsi banyak sayuran berserat dan minum air putih yang cukup, tapi sembelit tidak juga sembuh, maka ibu hamil bisa minum obat pencahar.

Kemudian untuk jenis obat pencahar yang bisa diberikan adalah pencahar yang bisa melunakkan feces sehingga ibu tidak sembelit.

Jenis obat seperti ini termasuk obat ringan sehingga tidak menyebabkan efek samping atau hanya dengan efek samping yang ringan.

Jadi meskipun ibu hamil boleh minum obat pencahar, tapi harus jenis obat yang ringan atau sesuai dengan resep dari dokter.

Kemudian obat pencahar untuk ibu hamil juga tidak boleh diminum dalam waktu yang lama atau terlalu sering.

Jika ibu mengalami ketergantungan obat, maka bisa menyebabkan diare yang memicu tubuh ibu hamil kekurangan cairan.

Obat Pencahar Yang Boleh Diminum Ibu Hamil Dan Efeknya

Berikut ini beberapa jenis obat pencahar yang dibolehkan diminum oleh Ibu hamil:

  1. Pencahar Osmotik

Obat pencahar osmotik adalah jenis pencahar yang bekerja melunakkan feces. Contoh obat ini adalah polietilen glikol dan latulosa.

Obat ini memang tidak bisa diserap atau dicerna oleh usus sehingga memang aman untuk ibu hamil. Tapi jika obat ini sering diminum, maka ibu hamil bisa terkena gas berlebihan dalam perut, sering buang gas dan perut kembung.

Ketika ibu menggunakan obat dalam waktu yang lama maka tubuh ibu juga mengalami masalah gangguan keseimbangan elektrolit.

Karena obat yang tidak diserap oleh usus maka setelah minum obat maka ibu hamil harus cukup minum air putih. Efek kerja obat juga tidak cepat sehingga  baru 2 sampai 3 hari akan terasa.

  1. Obat untuk membentuk tinja

Obat yang bekerja untuk membantu membentuk tinja ternyata juga sangat aman untuk ibu hamil.

Obat ini bisa efektif karena bekerja dengan membantu menyerap cairan kemudian membuat feces menjadi lebih lembut dan lunak, sehingga akhirnya tidak sembelit lagi.

Jika feces lebih lunak maka ibu tidak akan sulit untuk buang air besar. Meskipun obat ini sangat aman untuk ibu hamil tapi ternyata bisa memicu beberapa efek samping seperti perut kram, perut banyak gas dan perut kembung.

Obat ini juga harus diminum tidak terlalu sering atau lama dan sebaiknya tidak diminum sebelum tidur. Obat yang masuk dalam golongan pelembut tinja seperti sekam isphagula, metilselulosa dan sterculia.

Sama seperti obat osmotik maka butuh waktu sampai 3 hari agar obat bekerja efektif.

  1. Obat stimulan

Obat stimulan adalah jenis obat yang akanm bekerja dengan membuat gerakan usus menjadi lebih aktif dan membuat feces mengandung lebih banyak cairan.

Jenis obat yang termasuk dalam obat stimulan seperti Senna dan Bisacodyl. Obat ini memang sangat aman untuk semua ibu hamil.

Namun menurut para ahli memang jenis obat Senna sebaiknya tidak digunakan oleh ibu hamil di trimester ketiga.

Jika Senna digunakan saat hamil tua maka dipercaya bisa menyebabkan kontraksi yang memicu persalinan prematur .

Walaupun obat ini sangat aman juga bisa menyebabkan efek samping tidak nyaman seperti kram perut, gangguan keseimbangan cairan tubuh dan perut yang tidak nyaman.

  1. Pencahar bentuk pelumas

Kemudian jenis lain dari obat pencahar adalah jenis pencahar pelumas. Ini adalah obat supositoria gliserin yang digunakan untuk menstimulasi usus ketika mengalami sembelit yang parah.

Hingga saat ini belum ditemukan kasus berbahaya pada ibu dan janin sat mengonsumsi obat pencahar pelumas.

Tips Minum Obat Pencahar Saat Hamil

Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan Ibu hamil sebelum minum obat pencahar:

  1. Ibu hamil sebaiknya tidak menggunakan obat pencahar yang mengandung bahan natrium dan gula yang tinggi. Hal ini karena bisa membuat kehamilan ibu terganggu karena menyebabkan efek seperti air menumpuk dalam tubuh dan hipertensi.
  2. Ibu hamil sebaiknya tidak minum obat yang mengandung larutan garam yang juga mengandung bahan seperti kalium, fosfat dan magnesium. Jenis obat ini bisa menyebabkan gangguan ginjal.
  3. Ibu hamil juga tidak boleh minum pencahar yang berbentuk minyak karena bisa membuat kerja usus terganggu dan memicu gangguan pada proses penyerapan vitamin yang larut dalam lemak.
  4. Ibu hamil sebaiknya tidak sembarangan dalam memilih obat sembelit. Sebaiknya ibu berkonsultasi dengan dokter sehingga dokter bisa memberi obat yang tepat sesuai gangguan pada ibu.
  5. Obat pencahar tidak boleh digunakan secara terus menerus sehingga memang harus sesuai dengan aturan minum agar tidak terkena efek samping.

Obat Pencahar Alami Untuk Ibu Hamil

Efek samping minum obat pencahar ketika hamil
Efek samping minum obat pencahar ketika hamil

Jika ibu khawatir dengan efek dari obat pencahar kimia, maka bisa menggunakan obat pencahar alami dibawah ini.

  1. Biji rami

Biji rami adalah salah satu pencahar yang sangat alami dan menyehatkan. Biji rami bisa menjadi obat pencahar karena mengandung serat yang sangat tinggi.

Cara untuk menggunakan biji rami adalah dengan merendam satu sendok biji rami ke dalam air hangat. Kemudian saring dan minum airnya.

  1. Kubis putih

Ibu hamil juga bisa makan kubis putih untuk membantu mengatasi sembelit. Kubis mengandung serat yang bisa membuat usus bekerja normal lagi.

Ibu hamil bisa makan kubis putih yang sudah dimasak sehingga aman dari ancaman infeksi virus dan bakteri.

  1. Buah bit

Buah bit memang buah yang sangat baik untuk mengatasi sembelit. Ini karena buah bit tidak hanya kaya serat tapi juga mengandung bahan alami untuk membuat feces lebih lunak.

Buah bit bisa diminum menjadi jus dengan campuran buah lain seperti apel dan pir.

Tapi jangan terlalu banyak mengonsumsi b buah bit karena bisa menyebabkan gula darah turun terlalu drastis.

  1. Teh chamomile

Teh chamomile adalah jenis teh yang aman untuk ibu hamil dan juga bisa menjadi obat sembelit.

Teh ini mengandung bahan alami yang akan membuat usus besar bekerja lebih cepat, otot usus besar menjadi lebih santai sehingga ibu bisa buang air besar dengan lancar.

Kemudian teh juga bisa membuat ibu menjadi lebih santai karena bisa istirahat dengan baik.

Asalkan teh tidak diminum secara berlebihan maka tidak menyebabkan efek samping.

Demikian informasi singkat tentang bolehkah minum obat pencahar saat hamil dan apa efeknya untuk ibu hamil dan janin.

Sebaiknya ibu yang mengalami sembelit parah tidak langsung menggunakan obat pencahar, tapi berkonsultasi dengan dokter.

Sumber:

This div height required for enabling the sticky sidebar