10 Bahaya Minum Obat Anti Biotik Saat Hamil

Antibiotik menjadi obat yang paling sering diminum ketika sedang terkena beberapa penyakit infeksi. Terkadang beberapa antibiotik mudah diperoleh dari apotik dan bisa dibeli tanpa menggunakan resep.

Tapi untuk ibu hamil memang sering merasa dilema. Ada beberapa dokter yang memberikan resep antibiotik namun ada dokter yang menentangnya.

Sampai sekarang masalah boleh tidaknya ibu hamil minum antibiotik memang masih terus diperdebatkan.

Banyak ibu hamil yang khawatir bahwa antibiotik tertentu bisa menyebabkan bahaya untuk kandungan.

Terlebih jika ibu memang terpaksa harus minum antibiotik tertentu dalam waktu yang lama. Terapi antibiotik memang tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Semua itu karena ada pengaruh bahaya bagi ibu dan janin.

Apa Saja Bahaya Minum Obat Antibiotik Bagi Ibu Hamil dan Janin

Dibawah ini akan kami jelaskan mengenai bahaya minum antibiotik saat hamil untuk ibu dan janin.

  1. Resiko gangguan otak pada janin

Jika ibu hamil harus minum antibiotik pada saat baru trimester pertama maka itu memang bisa meresahkan.

Hal ini karena saat itu perkembangan janin sedang fokus pada proses pembentukan otak dan sistem syaraf.

Selama tiga bulan pertama ini beberapa organ harus terbentuk dengan pengaruh dari otak sendiri. Karena itu ketika ibu terkena bahaya antibiotik saat hamil maka bisa membuat gangguan otak pada janin.

  1. Meningkatkan resiko cerebral palsy pada anak

Menurut sebuah penelitian juga dibuktikan bahwa beberapa ibu yang harus menerima perawatan antibiotik selama hamil di awal trimester juga bisa melahirkan anak dengan gangguan cerebral palsy.

Kondisi ini mungkin tidak terjadi sejak bayi lahir tapi setelah bayi berumur selama beberapa tahun.

Obat antibiotik bisa membuat anak memiliki resiko kejang yang sangat tinggi. Dimana ketika kejang maka kemungkinan otak mengalami gangguan fungsi sehingga memicu cerebral palsy.

  1. Resiko melahirkan bayi prematur

Ibu yang harus sering mendapatkan antibiotik juga bisa melahirkan bayi prematur.

Ada beberapa jenis obat antibiotik tertentu yang bisa membuat rahim ibu mendapatkan tekanan sehingga memicu kontraksi yang kemudian bisa melahirkan sebelum waktunya.

Bayi yang dilahirkan prematur dari kondisi ini kemungkinan memiliki kelainan pada perkembangan otak dan sistem syaraf sehingga akan mudah kejang, step dan resiko cerebral palsy.

  1. Resiko resistensi obat

Ibu yang terlalu sering menggunakan obat antibiotik juga kemungkinan tubuhnya akan membentuk reaksi resistensi obat.

Akhirnya ketika ibu terkena penyakit infeksi akibat bakteri maka tubuh ibu membuat reaksi yang berlebihan. Setiap gejala infeksi bakteri bisa terjadi dengan cepat serta membutuhkan perawatan atau waktu sembuh yang lebih lama.

  1. Resiko pendarahan

Pendarahan bisa terjadi pada ibu hamil yang mendapatkan terapi antibiotik. Kondisi ini paling sering terjadi ketika ibu sudah lama menggunakan antibiotik dengan berbagai dosis yang berbeda.

Pengurangan dosis yang dilakukan secara tiba-tiba juga bisa menyebabkan pendarahan. Reaksi pendarahan bisa membuat kontraksi dan tekanan pada janin sehingga kemungkinan bayi harus segera dilahirkan.

  1. Memicu diare

Diare memang hal yang dianggap biasa untuk ibu hamil. Tapi ternyata beberapa jenis obat antibiotik tertentu bisa menyebabkan diare yang sangat parah untuk ibu hamil.

Tentu saja diare yang berlebihan sangat berbahaya untuk ibu dan janin. Misalnya ibu akan kehilangan banyak cairan, kelelahan dan tubuh yang semakin lemah. Ini bisa memicu keguguran dan kondisi ibu terus menurun saat diare.

  1. Sulit tidur

Ibu hamil yang menggunakan antibiotik tertentu dalam waktu lama juga bisa menderita gangguan tidur. Misalnya adalah jenis antibiotik amoxicillin yang bisa memicu insomnia.

Meskipun gangguan tidur sering diremehkan tapi efeknya untuk ibu hamil sangat besar. Ibu hamil kemungkinan akan kekurangan tidur yang membuat tubuh menjadi sangat lemah dan tidak berdaya.

Ini bisa berbahaya untuk janin karena janin bisa kekurangan oksigen.

  1. Memicu mual dan muntah parah

Menggunakan antibiotik juga bisa menyebabkan mual dan muntah yang parah.

Hal ini karena antibiotik bisa membuat rasa panas pada dada yang kemudian membuat organ pernafasan tidak bekerja dengan baik.

Reaksi yang paling sering bisa menyebabkan gangguan pernafasan sehingga ibu tidak cukup oksigen. Kemudian ibu akan mual dan muntah yang parah sehingga bisa menyebabkan dehidrasi.

  1. Memicu sakit kepala parah

Antibiotik yang diminum terus juga bisa menyebabkan ibu hamil menderita sakit kepala yang parah.

Reaksi sakit kepala sebenarnya hanya efek obat untuk ibu hamil. Tapi karena kondisi kehamilan memang rentan maka bisa menyebabkan masalah lain.

Ketika tubuh memproduksi hormon kehamilan yang tinggi maka ibu bisa terkena sakit kepala. Dan obat antibiotik akan membuat rasa sakit kepala yang parah. Hal ini juga yang bisa menyebabkan ibu sulit tidur dan sulit istirahat.

  1. Memicu kontraksi

Obat antibiotik juga bisa disalahkan dengan adanya kondisi kontraksi yang lebih cepat. Hal ini karena obat antibiotik bisa membuat kondisi ibu kekurangan oksigen dengan cepat yang ditandai dengan sesak nafas.

Kemudian aliran darah yang cepat dalam tubuh ibu bisa membuat rahim bekerja lebih cepat sehingga menjadi kontraksi. Hal inilah yang akan membuat kondisi ibu sangat rentan dengan kontraksi.

Cara Mencegah Bahaya Antibiotik Saat Hamil

Bahaya Minum Anti biotik Saat Hamil

Bahaya Minum Anti biotik Saat Hamil

Tidak mengobati infeksi yang menyerang ibu dan janin sebenarnya bisa lebih parah daripada efek antibiotik untuk tubuh ibu dan janin.

Karena itu dokter masih mempertimbangkan memberikan antibiotik ketika melihat kondisi kesehatan ibu sedang turun atau mengalami infeksi.

Karena itu jika ibu harus minum antibiotik maka kenali cara mencegah bahaya antibiotik saat hamil, seperti informasi ini.

  1. Antibotik sebagai pilihan terakhir

Dokter biasanya memberikan resep antibiotik secara tidak sembarangan. Ibu sebaiknya tidak minum antibiotik hanya berdasarkan layanan apotik.

Jika memungkinkan maka gunakan obat selain antibiotik dan kemudian pertimbangkan dengan hasilnya.

  1. Tidak minum antibiotik saat trimester pertama

Saat baru awal kehamilan yaitu bulan pertama sampai bulan ketiga, maka sebaiknya ibu tidka mendapatkan antibiotik.

Jika ibu bisa mengatasi keluhan atau penyakit dengan obat lain maka pilih obat tersebut.

Hal ini karena antibiotik bisa menyebabkan efek besar untuk perkembangan sistem syaraf dan otak pada janin di dalam kandungan.

  1. Pilih khusus antibiotik yang aman untuk ibu hamil

Antibiotik sebenarnya terdiri dari berbagai golongan. Setiap golongan sudah mendapatkan pengujian dan penelitian dari FDA.

Untuk ibu hamil sebaiknya hanya mendapatkan resep antibiotik yang benar-benar pernah diujikan untuk wanita hamil.

Beberapa jenis antibiotik yang aman untuk ibu hamil seperti: ampicillin, clindamycin, amoxicillin, nitrofurantoin, erythromycin, cefotetan, penicillin, cefazolin, gentamicin, cefoxitin.

  1. Selalu gunakan resep dokter

Ibu hamil memang tidak boleh minum obat sembarangan, termasuk untuk jenis antibiotik. Jadi sebaiknya ibu hanya minum antibiotik sesuai dengan resep dari dokter.

Dokter kandungan dan kebidanan yang akan memeriksa ibu jika ibu mengalami keluhan tertentu. Setelah itu ibu akan menerima resep yang kemudian bisa diminum sesuai dengan dosis.

  1. Mengurangi antibiotik sesuai resep

Jika ibu harus mengatasi infeksi dengan antibiotik maka dosis akan diperhitungkan oleh dokter. Biasanya saat awal pemakaian maka dosis masih digunakan secara penuh.

Kemudian setelah berkurang maka dosis akan dikurangi sampai dihilangkan sama sekali. Langkah ini sangat penting untuk mengurangi resiko resistensi obat pada tubuh ibu hamil.

Itulah semua bahaya minum antibiotik saat hamil dan bagaimana cara yang aman untuk minum antibiotik saat hamil.

Sangat penting bagi ibu hamil untuk memahami kondisi ini karena setiap ibu hamil bisa memiliki kondisi tubuh yang berbeda, termasuk reaksi dengan antibiotik.