13 Bahaya Minum Alkohol Saat Hamil

Meskipun menyenangkan bagi sebagian orang, alkohol menyimpan bahaya bagi kesehatan. Alkohol adalah salah satu minuman yang dapat merusak saraf dan menyebabkan gangguan kehamilan pada wanita.

Bahaya minum alkohol saat hamil menyebabkan dampak khusus terutama jika Anda sudah lama mengonsumsinya.

Alkohol mengandung zat aditif yang menyebabkan candu. Ketika anda berhenti atau tidak lagi minum alkohol, maka tubuh anda akan menerima dampak yang sangat berat.

Hal ini sering menimbulkan masalah pada orang-orang yang sudah lama mengonsumsi alkohol. Lalu bagaimana jika ibu hamil minum alkohol?

Apakah boleh minum alkohol saat hamil? apa dampaknya bagi Ibu hamil dan janin dalam kandungan?

Boleh atau Tidak Minum Alkohol Saat Hamil

Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahaya alkohol untuk ibu dan janin dalam kandungan.

Para ahli medis sepakat untuk melarang semua ibu hamil untuk minum alkohol. Tidak ada satupun trimester kehamilan yang bisa menerima alkohol.

Bahkan alkohol harus dijauhi semenjak ibu berencana memiliki anak atau berencana untuk hamil dengan program hamil alami dan medis.

Alkohol mengandung bahan-bahan berbahaya yang bisa menyebabkan dampak serius untuk ibu atau janin dalam kandungan.

Bahkan anak yang dilahirkan dari ibu yang terus menerus mengkonsumsi alkohol bisa menerima dampaknya sampai dewasa. Jadi semua ibu hamil tidak diperbolehkan untuk minum alkohol.

Bukti Bahaya Alkohol Untuk Ibu Hamil dan Janin

Bahaya minum alkohol saat hamil

Bahaya minum alkohol saat hamil

Mengapa alkohol sangat dilarang untuk ibu hamil? Tentunya semua berdasarkan pedapat medis yang sudah melewati beberapa kali penelitian dan pengujian.

Dibawah ini adalah berbagai bukti bahaya alkohol yang bisa terjadi pada ibu dan janin.

  1. Risiko kerusakan organ tubuh janin

Selama hamil maka bagian organ tubuh janin akan terbentuk dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan janin.

Alkohol bisa masuk ke dalam aliran darah tubuh ibu yang kemudian akan terbawa sampai ke dalam tubuh janin. Hal ini berarti bahwa janin mendapatkan dampak secara langsung dari alkohol.

Akhirnya dalam beberapa waktu maka organ janin tidak akan tumbuh sempurna.

  1. Risiko cacat janin

Cacat dalam kandungan yang terjadi karena kelainan kromosom atau gangguan pada proses pembentukan organ janin bisa terjadi karena ibu yang minum alkohol.

Berbagai jenis zat berbahaya dalam alkohol akan masuk ke dalam tubuh ibu yang kemudian bisa melewati plasenta dan akhirnya sampai ke janin.

Inilah yang membuat pertumbuhan janin menjadi tidak sempurna sehingga bayi lahir cacat.

  1. Risiko bayi kecanduan

Bayi yang dilahirkan dari ibu yang mengkonsumsi alkohol juga bisa menderita kecanduan. Meskipun jika bayi lahir secara normal maka bayi tetap menerima dampak alkohol.

Hal ini karena bayi sudah terbiasa merasakan alkohol sejak dalam rahim sehingga tubuh mereka mengalami kecanduan juga. Ini sangat berbahaya karena bayi Anda bisa tumbuh menjadi anak pecandu alkohol.

  1. Risiko keguguran

Ibu yang mengandung dan tetap minum alkohol kemungkinan besar bisa mengalami keguguran. Keguguran bisa terjadi di sepanjang trimester dengan berbagai penyebab.

Misalnya tubuh ibu mengalami kecanduan alkohol yang kemudian membuat janin tumbuh tidak sempurna, kerusakan DNA janin dan janin kekurangan oksigen.

Semua gangguan ini bisa memicu keguguran dan pendarahan yang berat.

  1. Bayi lahir cacat mental dan fisik

Ibu yang mengalami kecanduan juga bisa melahirkan bayi yang mengalami cacat mental dan fisik.

Kondisi ini sebenarnya sudah terjadi semenjak proses perkembangan janin dimana proses perkembangan organ menjadi tidak sempurna.

Kemudian gangguan perilaku pada janin juga banyak dipengaruhi dari kondisi perkembangan otak dan sistem syaraf yang tidak seimbang.

  1. Bayi terancam FASDS (Fetal Alcohol Spectrum Disorder)

Jika ibu terus menerus minum alkohol selama hamil maka bisa menyebabkan bayi menerima dampak yang sangat buruk.

Salah satu penyakit yang mengerikan pada bayi ini bisa membuat pengaruh yang buruk dari mulai sejak lahir sampai dewasa.

Kondisi bayi yang dilahirkan akan tumbuh dengan bentuk kepala yang kecil akibat perkembangan sistem syaraf otak yang terganggu dan juga wajah yang tidak normal.

Bisa saja bayi akan memiliki bentuk mata yang tidak simetris, bayi mengalami bibir sumbing dan kondisi bagian tubuh lain yang tidak normal.

  1. Gangguan tumbuh kembang anak

Bayi yang lahir dari ibu yang sering mengonsumsi alkohol juga bisa menderita gangguan tumbuh kembang anak.

Gangguan ini bisa menyebabkan bayi lahir tidak normal dan tidak berkembang sesuai usianya.

Misalnya saja bayi akan terlambat untuk berjalan, bayi terlambat mulai merangkak dan bayi terlambat mulai bicara. Sehingga perawatan anak menjadi lebih rumit.

  1. Janin lahir berat badan rendah

Alkohol bisa menyebabkan ibu hamil kekurangan nutrisi. Ini kondisi yang sangat berat karena semua ibu hamil membutuhkan nutrisi khusus dengan jumlah khusus untuk menunjang perkembangan janin.

Salah satu dampak masalah ini yang langsung terlihat adalah ketika bayi yang lahir memiliki berat badan yang sangat rendah.

Ini bisa menyebabkan ancaman serius karena mungkin janin tidak bernafas seperti bayi normal setelah lahir, gangguan asfiksia dan berbagai gangguan medis lain.

  1. Bayi memiliki tingkat kecerdasan yang rendah

Ibu yang minum alkohol biasanya juga akan melahirkan bayi dengan tingkat IQ yang rendah. Sebenarnya masalah ini terjadi ketika bayi sudah mendapatkan asupan alkohol sejak dalam kandungan.

Perkembangan otak yang lebih lambat pada bayi akan membuat kecerdasan menurun atau tidak normal seperti bayi sehat lainnya. Tentu ini akan merugikan karena anak tidak tumbuh normal.

  1. Insomnia

Ibu yang minum alkohol bisa mengalami insomnia yang sangat parah. Hal ini karena alkohol akan membuat ibu sering kehilangan kesadaran sehingga mempengaruhi waktu tidur.

Kemudian alkohol juga akan meningkatkan produksi hormon stres dimana ibu akan beresiko depresi setelah melahirkan atau sindrom baby blues.

Sementara itu ibu yang sedang hamil memang membutuhkan waktu istirahat yang  cukup agar janin bisa tumbuh sempurna.

  1. Risiko bayi prematur

Konsumsi alkohol baik sebelum atau saat hamil juga akan meningkatkan kelahiran bayi prematur. Hal ini karena kandungan alkohol akan terus menumpuk dalam darah yang kemudian bisa memicu kontraksi dan kelahiran bayi prematur.

Ini juga bisa menyebabkan pertumbuhan janin tidak sempurna sehingga prematur bisa memicu kematian bayi setelah dilahirkan.

  1. Kematian janin dalam kandungan

Ibu yang minum alkohol biasanya juga tidak bisa memberikan suplai oksigen yang cukup pada janin.

Sementara itu janin akan menyerap oksigen dari darah yang terkandung dari tubuh ibu dan sampai melalui plasenta.

inilah yang bisa membuat janin tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga akan meninggal dunia di dalam kandungan.

  1. Preeklampsia

Ibu yang minum alkohol terus menerus juga bisa menyebabkan kondisi berat dimana tekanan darah sangat tinggi dan ditemukan kandungan protein dalam urian.

Hal ini akan membuat kondisi ibu memburuk dengan cepat dimana kaki mulai bengkak, sakit kepala, kadar gula darah yang tinggi dan masalah lain.

Sistem kekebalan tubuh ibu akan menurun dengan cepat sehingga bayi harus dilahirkan. Akibatnya juga menyebabkan kelahiran bayi prematur dimana kondisi bayi tidak sehat sepenuhnya.

Jadi sekarang Anda sudah tahu bahwa minum alkohol saat hamil, boleh atau tidak? Alkohol memang bisa menyebabkan dampak yang sangat serius pada ibu hamil dan janin. Sehingga lebih baik ibu hamil tidak minum alkohol.