Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Kehamilan / 13 Bahaya Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah

13 Bahaya Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah

/
/
126 Views

Bayi yang lahir dengan masalah berat badan yang rendah biasanya terjadi pada persalinan prematur. Saat itu bayi sudah dilahirkan sementara usia kehamilan belum mencapai 37 minggu.

Akhirnya berat badan bayi menjadi sangat rendah, biasanya kurang dari 2.5 kg. Sementara bayi yang normal akan lahir dengan berat antara 2.8 kg sampai 3.2 kg.

Bahaya bayi lahir dengan berat badan rendah diantaranya adalah anemia dan masalah pernafasan, disamping efek samping lain yang mungkin muncul seperti terkena hipoglikemia.

Kondisi yang memicu bayi lahir lebih cepat sehingga memiliki berat badan rendah diantaranya:

  • Adanya masalah kesehatan pada ibu dan janin
  • Trauma atau kecelakaan tertentu selama masa kehamilan
  • Adanya masalah pertumbuhan janin
  • Adanya komplikasi pada plasenta sehingga janin kurang nutrisi
Bahaya berat badan bayi rendah
Bahaya berat badan bayi rendah

Setelah lahir akhirnya bayi mengalami beberapa efek yang berbahaya bagi kehidupannya. Berikut ini adalah informasi tentang bahaya bayi lahir dengan berat badan rendah, yaitu:

  1. Komplikasi pernafasan bayi

Salah satu bahaya bayi lahir dengan berat badan yang rendah adalah sangat rentan dengan komplikasi selama persalinan. Ini akan menyebabkan bayi menghirup mekonium yang sampai ke paru-paru bayi.

Aspirasi mekonium terjadi ketika bayi terlambat mendapat pertolongan sehingga kotoran pertama bayi masuk ke paru-paru.

Ini bisa terjadi karena saat bayi baru lahir maka akan menghirup oksigen dengan kuat. Akhirnya kotoran hitam ini akan terjebak di saluran pernafasan bayi.

  1. Terkena respiratory distress syndrome

Persalinan prematur yang menjadi dampak dari bayi lahir dengan berat badan rendah bisa memicu sindrom stres pernafasan. Kondisi ini disebabkan karena bagian alveolus mengalami kekurangan surfaktan.

Sementra surfaktan sendiri baru terbentuk saat ibu hamil 20 minggu sampai 34 minggu. Akhirnya membuat paru-paru bayi menjadi kurang elastis.

Kondisi ini yang membuat paru-paru bayi tidak berfungsi dengan baik sehingga tubuh bayi juga kurang oksigen. Dampaknya bisa berbahaya untuk bagian tubuh bayi yang lain termasuk otak.

  1. Bayi terkena hipoglikemia

Bayi pada dasarnya sudah menerima kadar gula dari tubuh ibu melalui plasenta. Gula akan masuk sebagai nutrisi melalui plasenta.

Ketika bayi lahir terlalu cepat sehingga berat badan bayi juga kurang maka sebenarnya tubuh bayi kekurangan kadar gula. Akhirnya tubuh bayi tidak memiliki kadar gula yang cukup.

Perawatan bayi yang terkena kondisi ini akan lebih rumit karena tubuh bayi harus mendapatkan gula secepatnya. Dokter biasanya akan memberikan cairan IV khusus atau ibu harus memberikan ASI kepada bayi.

  1. Bayi terkena polycythaemia

Bahaya lain bayi lahir dengan berat badan yang kurang adalah risiko mengalami kondisi polycythaemia.

Polycythaemia artinya tubuh bayi membentuk sel darah merah yang sangat banyak sehingga tidak normal untuk tubuh bayi.

Masalah ini juga bisa terjadi karena tubuh bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup saat di dalam rahim. Kemudian tubuh bayi akan bereaksi dengan membentuk sel darah merah secara terus menerus.

Saat bayi baru lahir maka akan terlihat sangat merah, detak jantung yang sangat cepat dan reaksi yang buruk.

  1. Hipotermia

Hipotermia adalah salah satu bahaya bayi yang lahir dengan berat badan kurang.

Bayi dengan berat rendah artinya tidak memiliki cadangan lemak yang cukup. Kondisi ini yang akhirnya membuat tubuh bayi tidak bisa menjaga panas.

Sementara kondisi diluar rahim memang lebih dingin sehingga bayi akan merasa sangat kedinginan. Dalam kondisi yang berbahaya maka tubuh bayi akan tampak kebiruan dan kehilangan kemampuan untuk mengatur suhu.

Bayi harus mendapatkan perawatan khusus agar tetap hangat. Inilah yang akhirnya membuat bayi harus berada di dalam inkubator sampai sembuh.

  1. Dehidrasi setelah lahir

Bayi yang lahir dengan berat badan rendah biasanya memang tidak memiliki keseimbangan cairan elektrolit. Semua ini bisa disebabkan karena tubuh bayi kehilangan cairan dalam waktu yang cepat.

Akhirnya jika tidak mendapatkan perawatan yang cepat dan tepat maka bayi menderita gangguan fungsi ginjal.

Gangguan fungsi ginjal ini yang bisa membuat bayi mengalami masalah ginjal sampai dewasa nanti.

  1. Anemia

Anemia setelah lahir bisa sangat berbahaya untuk bayi yang lahir dengan berat badan rendah. anemia bisa menyebabkan tubuh bayi tidak memiliki cadangan sel darah merah yang cukup.

Hal ini bisa disebabkan karena berbagai organ tubuh bayi belum siap untuk bekerja secara maksimal. Dalam penilaian afgar maka bayi terlihat sangat lemah dan tidak menunjukkan respon terhadap lingkungan baru.

Untuk mengatasi kondisi yang lebih parah maka bayi harus mendapatkan perawatan intensif termasuk dengan donor sel darah merah.

  1. Bayi kuning

Bayi kuning atau juga disebut karena kadar bilirubin yang sangat tinggi memang kejadian yang umum. Tapi jika terjadi pada bayi dengan masalah berat badan yang rendah maka bisa sangat berbahaya.

Bilirubin bisa menyebabkan gangguan fungsi hati pada bayi sehingga kemudian kadar bilirubin menumpuk dalam darah.

Ini yang akan membuat kulit bayi berwarna kuning, mata dan wajah bayi juga sangat kuning. Jika terlambat untuk ditangani maka bisa menyebabkan kematian bayi.

  1. Rentan infeksi

Kematian bayi pada kasus bayi yang lahir dengan berat badan rendah juga sering dipicu oleh infeksi. Semua ini terjadi ketika tubuh bayi tidak memiliki atau tidak bisa menghasilkan sel darah putih yang cukup.

Sel darah putih adalah jenis sel yang bisa melawan infeksi sehingga bayi menjadi sangat kuat. Tubuh bayi pasti akan kehilangan sistem kekebalan tubuh yang akhirnya mudah terkena infeksi setelah lahir.

  1. Gangguan pada sistem syaraf

Bahaya kekurangan berat badan bisa menyebabkan bayi mengalami masalah pada sistem syaraf. Kondisi ini terjadi karena perkembangan sistem syaraf bayi tidak sempurna sejak dalam rahim.

Perlu Anda ketahui bahwa bagian sistem syaraf bayi akan menjadi lebih sempurna saat kehamilan melewati trimester ketiga sampai bayi lahir.

Kekurangan nutrisi tertentu seperti omega 3 dan vitamin B pada bayi sejak dalam rahim bisa membuat gangguan syaraf pada bayi.

  1. Gangguan penyerapan nutrisi

Bayi yang lahir dengan berat badan rendah juga sangat rentan dengan masalah penyerapan nutrisi. Ini yang akhirnya menyebabkan bayi tidak bisa menyerap nutrisi dengan baik.

Kondisi bayi saat tumbuh menjadi anak-anak juga lebih lambat dari anak seusianya. Bayi bisa memiliki bentuk fisik yang lebih kecil.

Gangguan pencernaan ini bisa menyebabkan anak tidak bisa mengonsumsi makanan tertentu.

  1. Kesehatan tidak stabil

Kesehatan bayi yang lahir dengan berat badan rendah juga biasanya tidak stabil. Ini bisa disebabkan karena bayi mengalami komplikasi sejak baru lahir.

Masalah ini yang juga menyebabkan kematian dini pada bayi dan anak-anak. Komplikasi pemicu kematian ini termasuk masalah paru-paru, gangguan jantung, dan bahkan resiko hipertensi pada anak-anak.

  1. Masalah pertumbuhan

Masalah pertumbuhan adalah masalah yang sangat mungkin pada bayi dengan kondisi berat badan yang lebih rendah dibandingkan bayi normal.

Masalah pertumbuhan ini sangat erat hubungannya dengan kadar kalsium yang didapatkan tubuh bayi sejak dalam rahim. Kemudian setelah lahir maka biasanya kesehatan tulang anak termasuk gigi juga buruk.

Bayi bisa tumbuh menjadi anak yang menderita pengeroposan tulang seperti osteoporosis. Pada beberapa kasus anak bisa rentan dengan patah tulang.

Jadi ternyata memang bahaya bayi lahir dengan berat badan rendah sangat menakutkan. Karena itu setiap ibu hamil harus mencegah semua masalah yang memicu komplikasi kehamilan yang bisa menyebabkan bayi lahir lebih cepat sehingga kekurangan berat badan.

Sumber artikel:

  • http://www.worldofmoms.com/articles/all-about-low-birth-weight-in-babies/4802/2
  • https://www.babymed.com/complications/neonatal-complications-what-is-very-low-birth-weight
  • https://www.babycentre.co.uk/a1033196/low-birth-weight-in-babies
  • https://www.chop.edu/conditions-diseases/low-birthweight