Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Kehamilan / Aturan Minum Obat Antibiotik untuk Ibu Hamil

Aturan Minum Obat Antibiotik untuk Ibu Hamil

/
/
220 Views

Antibiotik adalah salah satu jenis obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi. Penggunaan antibiotik sendiri dianggap hal yang umum sehingga dokter biasa memberikan resep antibiotik.

Namun untuk ibu hamil sebaiknya membatasi antibiotik yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini karena antibiotik juga bisa menyebabkan bahaya untuk pertumbuhan janin.

Namun keamanan antibiotik untuk ibu hamil juga sangat tergantung pada beberapa hal seperti kapan antibiotik tersebut diminum, dosis yang dibutuhkan dan aturan yang tepat.

Jadi ibu hamil yang ingin menggunakan antibiotik memang harus mengikuti aturan yang tepat. Hal yang sangat disarankan adalah membicarakan dengan dokter yang merawat ketika menerima antibiotik.

Berikut ini adalah semua hal aturan minum obat antibiotik untuk ibu hamil.

  1. Kapan tubuh ibu hamil harus minum antibiotik

Sekali lagi ditegaskan bahwa tidak semua sakit harus minum antibiotik. Ibu hamil hanya boleh minum antibiotik ketika terkena penyakit yang disebabkan oleh bakteri.

Inilah yang membuat kesalahan sering terbukti karena penyakit akibat virus juga dilawan dengan antibiotik.

Masalahnya adalah bahwa terkadang antibiotik yang masuk ke dalam tubuh juga sering membunuh bakteri yang baik sehingga tubuh terkena efeknya.

Dampak serius kesalahan saat minum antibiotik adalah bahwa obat ini bisa menyebabkan bakteri resisten sehingga tubuh lebih mudah terkena bakteri. Jadi antibiotik memang harus sesuai dengan penyakit yang diderita ibu hamil.

Salah satu kasus adalah bahwa antibiotik untuk ibu hamil sangat diperlukan untuk mengobati penyakit infeksi saluran kemih. Penyakit ini disebabkan bakteri yang bisa menyebabkan keguguran dan kematian bayi dalam kandungan.

Dokter tetap akan meresepkan obat antibiotik khusus untuk melawan penyakit ini meskipun obat bisa memberi dampak pada janin.

Jadi kesimpulannya adalah bahwa antibiotik bisa diminum ibu hamil asalkan tepat sasaran sesuai dengan penyakit yang diderita oleh ibu.

Aturan minum obat antibiotik saat hamil
Aturan minum obat antibiotik saat hamil
  1. Tahu mana antibiotik yang aman dan tidak aman untuk ibu hamil

Semua ibu hamil sebaiknya memang membekali diri dengan pengetahuan yang cukup. Termasuk dengan pengetahuan obat antibiotik.

Tidak semua jenis antibiotik aman untuk ibu hamil karena beberapa bisa memberi dampak yang sangat serius. Antibiotik yang aman untuk ibu hamil termasuk dalam kelompok antibiotik A dan B.

Golongan ini sudah mendapatkan persetujuan dari badan pengawas obat atau FDA. Beberapa nama antibiotik yang termasuk dalam golongan ini seperti:

Ampicillin, Amoxicillin, Erythromycin, Clindamycin, Gentamicin, Penicillin, Cefoxitin, Nitrofurantoin, Cefotetan, Ampicillin-Sulbactam dan Cefazolin.

  1. Antibiotik sebagai pilihan perawatan terakhir

Semua ibu hamil yang ingin minum antibiotik sebaiknya mempertimbangkan semua faktor risiko yang bisa terjadi pada ibu dan janin.

Tidak semua ibu bisa menerima dampak baik itu ringan atau berat. Karena itu ketika ibu sakit maka cobalah merawat secara alami.

Atau jika langsung mendapatkan perawatan dokter maka pilih obat yang paling aman dan bicarakan dengan dokter yang merawat.

  1. Jangan minum antibiotik yang tidak aman untuk ibu hamil

Ibu hamil sebaiknya juga tidak minum antibiotik yang tidak aman untuk ibu. Semua ibu hamil harus tahu pengetahuan dasar ini sehingga bisa terhindar dari efek samping yang tidak aman.

Berikut ini jenis antibiotik yang tidak aman dan tidak boleh diminum ibu hamil:

Tetrasiklin

Ada beberapa jenis antibiotik yang termasuk dalamĀ  golongan ini yaitu Doxycycline, Minocycline, dan Tetracycline.

Jika ibu hamil minum obat ini maka terjadi perubahan yang sangat besar dalam tubuh dimana tubuh berhenti memproduksi protein khusus sehingga bisa membuat pembangunan otot rahim menjadi lambat.

Obat ini sering ditemukan pada beberapa produk kosmetik termasuk obat jerawat, sehingga ibu hamil sebaiknya tidak menggunakan obat ini.

Kuinolon

Obat antibiotik yang termasuk dalam kuinolon bisa menyebabkan gangguan tubuh karena bisa membuat proses pembelahan dan pertumbuhan sel menjadi sangat lambat. Akhirnya ibu hamil bisa mengalami keguguran.

Bahkan risiko jika tidak terjadi keguguran termasuk seperti gangguan pernafasan pada janin dan cacat seumur hidup.

Obat yang termasuk dalam antibiotik ini termasuk seperti ciprofloxaci dan moxifloxacin.

Makrolida

Ibu hamil yang minum semua jenis antibiotik dalam golongan ini bisa mengalami keguguran. Semua ini bisa terjadi karena obat akan menyebabkan gangguan pernafasan dan mengganggu pertumbuhan janin.

Beberapa obat yang termasuk dalam kelompok ini seperti clarithromycin, azithromycin, eritromisin.

Sulfonamida

Ini adalah salah satu jenis obat antibiotik yang umum dan sering digunakan untuk merawat penyakit infeksi saluran kemih. Ibu hamil kemungkinan terpaksa menerima obat ini namun harus dengan pengawasan dokter.

Jenis obat yang termasuk golongan ini yaitu sulfametoksazol dan trimetoprim.

Golongan Metronidazol

Ibu hamil bisa menerima obat ini karena mengalami gangguan infeksi bakteri vaginosis dan infeksi pada paru-paru. Tapi sebaiknya ibu tidak minum obat ini saat masuk trimester pertama karena bisa memicu keguguran.

Golongan Clindamycin

Obat antibiotik ini sangat berbahaya untuk ibu dan janin karena bisa menyebabkan bayi lahir dalam kondisi cacat baik secara fisik atau mental.

Golongan obat Fenoksimetil Penisilin atau Penisilin V

Menurut sebuah penelitian sebenarnya obat ini tidak menyebabkan kelainan pada janin seperti cacat fisik dan kelainan jantung bawaan. Tapi obat bisa masuk ke dalam janin yang ada di rahim sehingga bayi lahir dengan cacat tersebut.

Semua Ibu hamil wajib menghindari jenis-jenis antibiotik di atas terutama apabila tidak dengan resep dokter.

  1. Tidak menggunakan antibiotik saat trimester pertama

Kemudian jika ibu sakit saat masuk trimester pertama maka hindari langsung menggunakan antibiotik.

Saat baru masuk trimester pertama maka perkembangan jaringan dan organ janin harus terjadi secara sempurna.

Jika ibu menggunakan beberapa antibiotik, meskipun itu termasuk golongan yang aman maka bisa menyebabkan efek pada perkembangan organ janin termasuk risiko cacat dan kelainan fisik atau mental pada janin.

  1. Pilih antibiotik yang aman

Sesuai dengan uraian di atas bahwa ada antibiotik yang aman dan tidak aman untuk ibu hamil. Proses penentuan itu juga berdasarkan pengaduan dan kasus yang tercatat oleh FDA.

Semua ibu hamil sebaiknya hanya menggunakan antibiotik yang memang sudah diujikan pada ibu hamil. Ibu bisa berkonsultasi dengan dokter sebelum minum antibiotik.

  1. Perhatikan resep dari dokter

Jika dokter memberikan resep antibiotik untuk perawatan ibu hamil selama sakit, maka ibu harus memperhatikan resep dengan detail.

Perhatikan apakah antibiotik yang diberikan harus diminum secara bersamaan dengan obat lain atau harus diminum sendiri.

Cara minum ini sangat penting untuk membuat obat antibiotik bekerja secara maksimal.

  1. Perhatikan dosis yang antibiotik

Seringkali banyak ibu yang minum antibiotik dengan dosis yang langsung tinggi. Pada dasarnya ini tidak dibenarkan untuk ibu hamil.

Ibu hamil harus minum antibiotik dengan dosis yang paling rendah. Takaran dosis biasanya sudah diatur oleh dokter yang memeriksa.

Jika ibu mendapatkan dosis yang tinggi maka cobalah meminta dosis yang lebih rendah. Ini bisa membuat tubuh ibu memiliki sistem kekebalan yang tetap kuat untuk melawan infeksi bakteri yang sama di lain waktu.

  1. Jangan minum antibiotik tanpa resep

Aturan untuk minum antibotik sudah ditetapkan karena ini adalah obat yang sangat khusus. Sebaiknya ibu hamil tidak memperpanjang waktu minum obat antibiotik yang sering dilakukan tanpa resep.

Beberapa jenis antibiotik memang bisa didapatkan tanpa resep dan dijual bebas di apotik. Ini langkah yang salah karena justru memicu tubuh mengalami resisten terhadap antibiotik tertentu.

Obat antibiotik harus diminum sesuai resep dan dosis. Kemudian pengurangan antibiotik bisa dilakukan dari tahap ke tahap misalnya satu atau dua hari sebelum batas akhir minum antibiotik.

Karena berbagai hal yang sangat buruk sebagai efek antibiotik maka harus mengikuti aturan minum obat antibiotik untuk ibu hamil. Ibu hamil harus berkonsultasi dengan dokter ketika menerima obat antibiotik dan tahu apa saja efek yang mungkin bisa terjadi.

Sumber:

  1. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/antibiotics-and-pregnancy/faq-20058542
  2. https://www.momjunction.com/articles/antibiotics-declared-safe-at-all-stages-of-pregnancy_0090929/#gref
  3. https://www.healthline.com/health/pregnancy/antibiotics-infections-during
  4. https://www.nhs.uk/conditions/antibiotics/considerations/