Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Gangguan Kehamilan / 12 Penyebab Janin Berhenti Bergerak

12 Penyebab Janin Berhenti Bergerak

/
/
220 Views

Ibu hamil kadang merasa khawatir saat janin dalam perutnya tiba-tiba berhenti bergerak. Pikiran dihantui perasaan was-was tentang kondisi bayi, apakah ini normal atau tidak. Mengapa janin berhenti bergerak?

Jika janin berhenti bergerak di dalam perut bisa berarti berbahaya dan bisa juga berarti tidak berbahaya, tergantung dari faktor penyebabnya.

Penyebab janin berhenti bergerak
Penyebab janin berhenti bergerak

Di artikel pengenhamil.com kali ini kita akan mengulas apa saja penyebab janin berhenti bergerak di dalam perut Ibu, yaitu:

  1. Janin sedang tidur

Jika janin Anda sudah terbiasa bergerak aktif dan tiba-tiba tidak bergerak normal maka bisa disebabkan karena janin sedang tidur.

Ibu bisa mencoba melihat kapan janin bergerak dan kapan tidak bergerak. Biasanya janin akan tidur selama kurang lebih 20 menit atau 40 menit dalam sekali tidur.

Tapi terkadang karena beberapa kondisi maka janin bisa tidur selama kurang lebih 2 jam. Karena itu ibu harus mencoba untuk menghitung waktu kapan tidur dan kapan tidak tidur.

  1. Ibu kurang sensitif

Untuk ibu hamil yang sudah sering atau sudah terbiasa merasakan gerakan janin maka terkadang ketika janin berubah sedikit saja menjadi tidak peka.

Ibu seperti tidak merasakan gerakan janin, padahal janin tetap bergerak seperti biasa.

Bisa jadi ini disebabkan karena janin memang tidak terlalu aktif atau dalam kondisi yang berbeda dari biasanya.

  1. Pembatasan tumbuh

Pembatasan tumbuh intrauterin adalah masalah yang menyebabkan ukuran janin sangat kecil dan bisa berpengaruh pada keaktifan bayi.

Janin yang tumbuh tidak sesuai dengan usia kehamilan sehingga juga gerakan yang tidak normal.

Masalah ini bisa memicu kondisi kesehatan bayi yang lebih rentan setelah lahir.

Pemicu masalah ini biasanya karena kebiasaan ibu hamil yang tidak sehat sebelum hamil atau saat hamil, seperti merokok dan mengonsumsi minuman keras.

Meskipun sebenarnya terjadi pertumbuhan janin yang normal tapi kehamilan ibu perlu dirawat dengan baik.

  1. Pengaruh posisi janin

Pengaruh posisi bayi dalam kandungan ternyata juga bisa mempengaruhi apa yang dirasakan oleh ibu hamil. Hal ini karena beberapa posisi bayi sering membuat ibu menjadi tidak bisa mengenali gerakan bayi.

Saat bayi sudah masuk usia 23 minggu maka biasanya ibu hamil akan merasa cukup sulit untuk mengenali gerakan bayi.

Saat itu bayi biasanya sudah berada menghadap pada tulang belakang ibu. Sebenarnya yang terjadi adalah bayi tetap bergerak.

Tapi karena faktor posisi bayi maka gerakan bayi tidak mungkin terdeteksi oleh ibu sehingga seolah-olah janin berhenti bergerak.

  1. Gangguan plasenta

Ketika ibu merasakan berbagai gejala letak plasenta yang tidak normal maka gerakan janin mungkin juga tidak akan terasa.

Plasenta anterior adalah jenis letak plasenta yang akan membuat ibu sulit mengenali gerakan bayi. Hal ini karena plasenta menghalangi bayi sehingga ibu tidak mungkin bisa merasakan gerakan bayi pada permukaan perut.

Masalah ini sebenarnya cukup sulit karena sering meningkatkan risiko persalinan yang komplek. Jika kondisi memang tidak bisa diatasi maka bisa dilakukan persalinan caesar.

  1. Ibu stres atau depresi

Untuk ibu hamil yang sedang mengalami stres atau depresi maka sangat rentan untuk tidak bisa mengenali gerakan janin. Hal ini karena stres bisa membuat janin juga terkena dampaknya.

Janin biasanya menjadi tidak terlalu aktif karena tekanan yang terjadi pada ibu. Lalu ibu hamil yang stres bisa mengalami kurang nutrisi akibat gangguan makan.

Dampaknya janin juga tidak menerima nutrisi yang tepat sehingga pertumbuhan terhambat lalu gerakan janin menjadi tidak aktif seperti janin yang normal.

Jika ini terus terjadi maka segera pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan.

  1. Gangguan solusio plasenta

Solusio plasenta adalah masalah yang sering membuat ibu hamil sulit mengenali gerakan bayi. Hal ini karena plasenta sudah tidak melekat pada dinding rahim.

Pada kasus yang sangat ringan maka masalah ini biasanya tidak perlu mendapatkan perawatan. Tapi jika sudah sangat berat maka harus segera dilakukan tindakan darurat.

Janin tidak bergerak menjadi pertanda ketika asupan nutrisi dan oksigen sudah terbatas. Sehingga janin bisa saja meninggal dalam kandungan dan sangat berbahaya.

Dokter bisa melakukan perawatan dengan tindakan operasi atau prosedur lain demi menyelamatkan janin dan ibu hamil.

  1. Gejala ketuban pecah dini

Janin yang tidak bergerak bisa menjadi gejala ketuban pecah dini. Hal ini terjadi secara diam-diam sehingga terkadang ibu hamil tidak menyadarinya.

Air ketuban pecah dini bisa diawali dengan air ketuban yang merembes. Kemudian bentuk dan caranya keluar memang hampir sama seperti air seni.

Saat air ketuban semakin sedikit maka biasanya janin menjadi sulit bergerak. Jika saat itu usia kandungan ibu sudah cukup usia maka bisa dilakukan persalinan normal atau caesar.

Tapi jika belum cukup usia maka janin harus dipertahankan dan ibu harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

  1. Hipoksia pada bayi

Salah satu penyebab janin berhenti bergerak adalah ketika bayi mengalami hipoksia. Ini adalah masalah yang bisa membuat bayi tidak mendapatkan oksigen sama sekali.

Penyebabnya adalah karena tali plasenta tidak bisa menyalurkan darah yang berisi oksigen untuk bayi.

Jika ini terjadi terus menerus dalam waktu lama maka bayi bisa mengalami henti otak.

Pemicu hipoksi pada bayi termasuk seperti janin terlilit tali pusat, kelainan pada posisi plasenta, kelainan pada bentuk plasenta, dan infeksi yang menyerang pada ibu serta janin.

Jika kondisi sangat darurat maka bayi harus segera dikeluarkan agar bisa diselamatkan.

  1. Janin meninggal dalam kandungan

Salah satu penyebab yang menakutkan dari janin berhenti bergerak dalam kandungan adalah terjadi kematian pada janin. Kematian janin dalam kandungan bisa terjadi sepanjang kehamilan.

Ada banyak penyebabnya yang membuat janin mengalami kematian dalam kandungan seperti stres, nutrisi kurang pada ibu hamil, gangguan pada plasenta, infeksi pada ibu dan janin, janin tidak normal dan trauma pada ibu dan janin.

Kondisi ini harus diketahui oleh dokter dengan pemeriksaan detail sehingga ibu harus segera mendapatkan pertolongan.

  1. Ibu kurang nutrisi

Kekurangan nutrisi pada janin bisa terjadi karena ibu hamil memang kurang nutrisi. Nutrisi yang diterima oleh janin juga berasal dari ibu.

Nutrisi dan oksigen bisa disaluran lewat plasenta. Ketika ibu mengalami kurang nutrisi maka bisa membuat gangguan pertumbuhan janin terhambat.

Janin juga bisa mengalami berbagai masalah kesehatan yang beresiko termasuk cacat janin sejak dalam kandungan.

Dengan berbagai keterbatasan nutrisi tersebut maka sulit bayi janin untuk berkembang secara normal termasuk untuk bertahan hidup. Inilah yang membuat janin menjadi tidak aktif seperti janin yang normal.

Inilah semua penyebab janin berhenti bergerak. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bahwa semua kondisi janin harus mendapatkan pemeriksaan oleh dokter. Dokter bisa mengetahui apa penyebabnya kemudian memberikan perawatan yang tepat.

Sumber: